Selasa, 06 November 2018

Rapat Koordinasi Evaluasi Anggaran dan Penyusunan Renja 2020


Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI pada tanggal 6 sampai dengan 9 November menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Anggaran 2015 – 1019 dan Penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2020 di Akmani Hotel, Jakarta. Peserta dari kegiatan ini adalah Pejabat Eselon II dan III Ditjen Bimas Hindu Pusat, Pembimas Hindu dan operator, Kasi dan penyelenggara Kemenag Kota dan Kabupaten, Perguruan tinggi negeri Hindu, Kemenag Kota dan Kabupaten se-Provinsi Bali total 120 orang. Dari Provinsi Kepulauan Riau hadir Pembimas Hindu, Eko Prasetyo,S.Ag selaku Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam.

Ketua panitia dalam sambutannya menjelaskan tema kegiatan ini yaitu “Melalui kegiatan Penyusunan Renja Tahun Anggaran 2020 kita wujudkan Aktualisasi Money Follow Program Dalam rangka Perencanaan dan Penganggaran Program Bimas Hindu”. Adapun tujuan sesuai dengan tema kegiatan adalah mengarahkan rencana kerja Satker untuk mendukung sasaran prioritas pembangunan melalui penganggaran berbasis program atau money follow program. Yang kedua adalah Mengkoordinasikan rencan kerja yang akan disusun oleh seluruh Satker di bawah Ditjen Bimas Hindu untuk menghasilkan penganggaran yang eketif, efesien dan tepat sasaran

Terakhir ketua panitia menegaskan bahawa Renja 2020 harus benar-benar dhitung dan disusun dengan memperhitungkan apa yang dibutihkan masyarakat dan mendukung program prioritas nasional, kegiatan prioritas dan proyek nasional. Rena yang disusun akan dibahas bersama dikoordinasikan dengan Pusat dengan leading sector Pusat. Perencana berbasis knerja per output

Dilanjutkan Sambutan Dirjen Bimas Hindu, Prof. Ketut Widnya, PHD. Dalam Sambutannnya Dirjen Bimas Hindu menyatakan bahwa realisasi anggaran secara kesuluruhan belum maksimal kita harus berpacu. Tahun 2020 adalah masa transis Rencana Strategis 2020 – 2025. Terakhir Dirjen Bimas Hindu mengevaluasi serapan anggaran Tahun 2018 Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Beliau mendorong seluruh Satker untuk memaksimalkan realisasi anggaran Tahun 2018.

Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Bimas Hindu, Ni Wayan Pujiastuti mengavaluasi keterlibatan Satket yang meninput realisasi anggaran dalam aplikasi SMART DJA. Masih banyak Satker yang sedikit bahkan belum sama sekali menginput realisasi anggaran pada aplikasi SMART sampai dengan akhir bulan Oktober 2018. Ni Wayan mendorong operator SMART DJA untuk serius mengerjakan ini karena ini bagian dari tugas dan fungsi perencanaan. Ni Wayan juga mengavaluasi realisasi anggaran per output dari 33 provinsi di Indonesia.

Pada hari kedua, Rabu 7 November 2018 dilanjutkan evaluasi realisasi anggaran 2018. Kemudian dilanjutkan dengan telaah anggaran 2018 oleh Dirjen Anggaran kementerian Keuangan RI. Mulai tahun ini telaah anggaran tidak hanya dilakukan oleh Biro perencanaan Kementerian Agama dan APIP dalam hal ini Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, tetapi juga dilakukan oleh Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan RI. Banyak hal yang mendapat perhatian DJA, terutama dalam hal penggunaan anggaran operasional yang double anggaran, contoh Penganggaran ATK kegiatan bisa diambilkan dari anggaran ATK kantor, ATK Kegiatan dianjurkan maksimal Rp 500.000,- per kegiatan, karena peruntukannya hanya untuk beli kertas, untuk peserta dibelikan perlengkapan kegiatan, sehingga tidak membebani negara. Sewa mobil kendaraan untuk pembinaan juga mendapat sorotan DJA, karena pejabat Eselon I dan II sudah ada kendaraan dinas, Eselon III sudah menganggarkan sewa kendaraan operational, jadi tidak perlu muncul anggaran rental mobil. Dewan juri  pada kegiatan perlombaan dijadikan honor narasumber, karena di SBM tidak diatur honor dewan juri. Tim yang dilaksanakan selama 3 tahun berturut – turut sudah harus dimasukkan dalam Tugas dan fungsi ASN. Belanja perjalanan dinas harus detail, tidak gelondongan.

Selanjutnya adalah paparan materi dari Bappenas yaitu Sularsono, Kasibdit PAUD dan Diknas unti kerja Direktorat Pendidikan Agama Bappenas. Menurut Sularsono, secara umum struktur penganggaran Bimas Hindu sudah bagus, tinggal diperhatikan detaillnya sesuai telaah DJA dan APIP. Terkait Struktur kinerja dan penganggaran dalam pendidikan dalam Renja 2020, mencangkup visi misi. Renstra harus sesuai RPJMN dan Resntra kementerian Pusat, RKA-K/L dan Renstra yang disusun harus singkron. Output, sub output, Komponen dana kun harus singkron dengan kebijakan nasional. Kinerja akan selalu melihat capaian sasaran, jika tidak terpenuhi maka indikatornya harus diganti. Indikator yang bagus akan menunjukkan kinerja.

Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau ditemui secara terpisah oleh Penyelenggara Hindu menghimbau kepada seluruh pimpinan Lembaga Agama dan Keagamaan baik tingkat Kota maupun Provinsi untuk memberikan mengajukan permohonan bantuan dan masukkan program kegiatan 2020 agar dimasukkan dalam program Bimas Hindu kanwil kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau. Lembaga juga dihimbau untuk membuat proposal bantuan dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) 2020. 

Acara dilanjtukan dengan telaah anggaran 2019, paparan program inovasi setiap daerah, perguruan tinggi negeri dan kendala yang dihadapai dalam realisasi anggaran 2018. Dilanjutkan dengan penyusunan rencan kerja program Bimas Hindu tahun 2020. Selain itu peserta dan operator perencanaan bisa melakukan koordinasi dengan perencaan dan leading sektor Ditjen Bimas Hindu Pusat, Kementerian Agama RI. Kegiatan akan ditutup secara resmi pada hari Jumat 9 November 2018. (eko2018)

Senin, 05 November 2018

Mahasabha XI PERADAH INDONESIA di Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah


Bertempat di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia menggelar Mahasabha ke-11. Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama berkesempatan hadir guna memenuhi undangan Ketua Panitia Mahasabha XI di Palangkaraya. Pada Hari Jumat 2 November 2018, Walikota Palangkaraya mengundang seluruh panitia, peserta dan tamu undangan Mahasabha XI untuk ramah tamah dan makan malam bersama. Kegiatan itu sebagai salah satu bentuk komitmen Waikota Palangkaraya untuk menjada kerukunan antar umat beragama di Kota Palangkaraya.

Mahasabha XI  PERADAH Indonesia ini diharapkan mampu menghasilkan pemimpin Peradah Indonesia masa bhakti 2028 – 2021 yang memiliki loyalitas terhadap anggota serta pada organisasi yang dipimpinya. Seorang pemimpin harus  menumbuhkan sikap loyal pada setiap orang agar dapat tercipta rasa kebersamaan dan saling memiliki dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin harus loyal kepada bawahan agar bawahan loyal kepada atasan. Artinya antara bawahan dan pimpinan harus bekerjasama atas dasar saling menghormati. Jika tidak maka siap-siap kita akan memilikki anak buah yang terlihat baik depan kita tetapi belum tentu baik saat di belakang kita. Adapun tema dari kegiatan ini adalah Kerja dan Karya untuk Nusantara.

Pada hari Sabtu 2 November 2018 dilanjutkan dengan Seminar Kewirausahaan. Adapun tema dari kegiatan ini adalah Menuju generasi emas 20145 yang tangguh dan berkarakter. Narasumber pada kegiatan seminar itu adalah Tjok Krisna, pendiri Tjok Konveksi dan Krisna Pusat Oleh – Oleh di Bali. Dalam materinya Tjok Krisna mengajak generasi muda Hindu untuk pantang menyerah. Keadaan ekonomi keluarga bukan menjadi alasan kita untuk tidak mau berusaha. Tetapi setelah kita sukses kita harus tetap ingat kepada masyarakat. Kita harus tetap rendah hati (humble), rajin beramal dan mengikuti kegiatan sosial lainnya.

Pak Alex yang merupakan salah satu investor bukalapak.com mengajak generasi muda untuk keluar dari zona kenyamanan. Ada banyak peluang di luar sana yang sayang untuk dilewatkan. Pengguna internet dan telepon selular setiap tahun semakin meningkat. Mengapa hal ini tidak kita manfaatkan dengan maksimal? Generasi muda milleneal harus mammpu mengubah kaadaan bahwa Hp bisa menghasilkan uang dengan menjalankan usaha tele marketing.

Kemudian pendiri Mangsi Kopi Bali mengajak generasi muda untuk jeli dan teliti melihat pangsa pasar dan permintaan pasar. Seperti halnya usaha mmebuka kedai kopi. Tidak semua orang suka kopi karena berbagai alasan seperti takut kena serangan jantung, hipertensi atau ada juga yang mengidap penyakit mag kronis. Maka kita harus kemas produk kita menyesuaikan pangsa pasar. Kalangan anak muda yang milleneal jelas akan berbeda dengan kalangan generasi yang sudah tua, tetapi semuanya tetap dalam konsep yang segar agar produk kita bisa diterima oleh berbagai kalangan.

Kemudian Bu Ni Luh Djelantik yang memilikki usaha sepatu mode dari Bali menekankanbahwa untuk menjadi orang sukses kita harus memilikki integritas yang tinggi terhadap pekerjaan. Kita harus berusaha bekerja tepat waktu, memenuhi target dan jujur tehadap atasan dan pekerjaan. Ni Luh Jelantik juga mengajak generasi muda untuk tahan banting dalam dunia usaha. Jatuh dan bangun adalah hal yang biasa dalan dunia usaha. Kita harus taat hukum, taat membayar pajak dan taat pada peraturan lainnya jika ingin mendirikan usaha seperti UMKM dan sebagainya.

Kegiatan seminar ini juga bertujuan melatih jiwa kewirausahaan yang membentuk pemimpin dan generasi muda Hindu menjadi lebih mandiri, sebab untuk apa jadi pemimpin jika sekedar mendudukin singgasana dengan tidak memperhatikan anggota dan masyarakat. Pemimpin yang mampu bekerja dan menghasilkan karya terbaik tentu saja tidak dapat dipelajari secara teori saja. Perlu adanya proses dan terjun langsung untuk merasakan dinamika dimasyarakt . kepemimpinan yang melayani dan kerja untuk karya dalam pengelolahan sumber daya yang dimiliki adalah kebutuhan bangsa saat ini.

Acara dilanjutkan dengan upacara Pembukaan Mahasabha XI. D Suresh Kumar ketua DPN masa bhakti 2015 – 2018 memberikan kata sambutan pada siang hari itu. Dalam sambutannya D Suresh berpesan agar generasi muda jangan mudah mempercayai berita hoaks. Jangan mudah diadu domba. Kita harus menjaga kerukunan antar umat beragama. Generasi harus mencintai tanah air, jangan mudah terpancing isu SARA apalagi menjelang Pemilu 2019. Dalam hal data jumlah Hindu kita harus berani memperjuangkannya di level daerah dan nasional karena akan berpengaruh terhdap penerimaan CPNS terutama guru dan penyuluh agama Hindu. Jumlah guru Hindu sangat sedikit, maka lulusan perguruan tinggi Hindu harus terserap di instansi – instansi pemerintahan. Terakhir D Surehs Kumar mengajak generasi muda jangan hanya bercita – cita menjadi PNS, tetapi ambillah peluang lain yang lebih luas peluangnya seperti dunia wirausaha dan lainnya. Terakhir Suresh berpesan agar kita menjadi Hindu nusantara, kita tetap satu yaiti Hindu, bukan Hindu Jawa, Hindu Bali dan Hindu India. Suresh juga mengajak semua yang hadir untuk mendoakan korban dan keluarga korban jatuhnya peswat Lion Air JT. 610.

Selanjutnya adalah sambutan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya wakil Gubernur Kalimantan Tengah menginformasikan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Kalimantan Tengah berjalan sangat baik sekali. Dalam sambutannya wakil Gubernur mengajak bahwa kita harus semangat dan berjiwa muda. Pemuda harus memahami dan menerapkan 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI


Menteri Pemuda dan olah Raga Republik Indonesia Bapak Anwar Narawi berkesempatan memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara Mahasabha XI Peradah Indonesia secara resmi. Beliau mengajak agar anak muda tidak membawa fanatisme yang berlebihan. Karya dan kerja Peradah harus  sejalan dengan 5 (lima) nilai keteladanan PERADAH yang menjadi dasar dan karakter organisasi  organisasi yaitu: Satya mitra yang artinya setia kawan, dan bekerjasama, sadhana artinya melaksanakan disiplin spiritual, sevanam artinya melakukan pelayan kepada umat, Samskara yang artinya menjadi pelopor agen perubahan, dan yang terakhir adalah Santosa yang artinya bahwa menjadi pemuda Hindu itu harus bijaksana dalam membangun ketentraman, keharmonisan, dan kesejahtreraan umat Hindu. Prinsip multikulutarisme harus tetap dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda Hindu harus profesional dan berintegritas, tumbuh menjadi wira usaha yang handal.

Selanjutnya adalah dialog Wawasan Kebangsaan dengan narasumber dari Mabes POLRI, Pimpinan MPR RI dan majelis Parisada Hindu Dharma Indonesia. Dari Mabes POLRI membahas tentang potensi indonesia dalam hal kerukunan beragama dan pertahanan nasional. Menjelang pemilu. Kita harus menerapkan 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI

Penyelenggara Hindu berkesempatan meninjau Pemilihan Ketua dan Pengurus Peradah Indonesia masa bhakti 2018 – 2021. Adapun Ketua Peradah Indonesi yang terpilih adalah I Gede Ariawan, S.Ip., M.IP, terpilih sebagai Sekjen Peradah Indonesia adalah Anak Agung Ayu Ari Widhyasari, S.H., M.Kn, sebagi bendaha umum Putu Tari Pandutami, S.Sos.

Pada hari Minggu, 04 November 2018 dilaksanakan Koordinasi dengan Polda Kepri, Dirjen Bimas Hindu, Pembimas Hindu Prov. Kalimantan Tengah perihal krukunan umat beragama di Kalimantan Tengah menjelang Pemilu damai 2019 dan persiapan upacara penutupan Mahasabha Peradah XI.

Mahasabha XI yang ditutup secara resmi oleh Dirjen Bimas Hindu, Dalam sambutannya Dirjen Bimas Hindu mengajak pemuda untuk terus bekerja dan berkarya, jangan hanya terhenti sampai di sini saja tetapi harus ada peningkatan karir. Usaha, bisnis dan kenaikan keberhasilan yang lainnya. Anak muda Hindu harus mau meningkatkan kualitas diri, belajar dan terus belajar.




Ditemui secara terpisah oleh penyelenggara Hindu, D Surehs Kumar (mantan Ketua Peradah Indonesia) menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang ideal lahir dari sebuah proses dan jenjang secara bertahap. Teori sosial tentang kepemimpinan menyatakan bahwa “seorang pemimpin harus di bentuk, tidak begitu saja muncul dan ditakdirkan sebagai pemimpin, oleh karena  itu seseorang menjadi pemimpin karena proses pendidikan  dan pelatihan”.

Rangkaian terakhir dari Mahasabha XI PERADAH Indonesia adalah Bhakti Sosial di daerah pedalaman Kalimantan Tengah. (eko_prasetyo_2018)

Pujawali Pura Agung Amerta Bhuana, Kota Batam






Melasti dalam rangka Pujawali Pura Agung Amerta Bhuana, Kota Batam