Selasa, 18 September 2018

Pembimas Hindu Kepri gelar Kegiatan Pembinaan Keluarga Sukhinah/ Sudhi Wadani Tahun 2018


Batam-Pada hari Kamis 13 September sampai dengan Jumat 14 September, Pembimas Hindu menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Keluarga Sukhinah/ Sudhi Wadani Tahun 2018. Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 (empat puluh) orang peserta, dengan utusan Kota Batam 34 orang dan Kabupaten Bintan sebanyak 6 (enam) orang. Hadir pada acara pembukaan itu adalah Ka-Kanwil kemenag Kepri dan jajarannya, Pembimas Hindu Kemenag Kepri, Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu Kan Kemenag Kota Batam, Ketua PHDI Prov. Kepulauan Riau, Ketua PHDI Kota

Batam, WHDI Kepri, WHDI Kota Batam dan ketua Banjar se-kota Batam

Dalam laporannya, Purwadi, S.Ag menyampaikan tema “Membangun Keluarga Sejahtera Dalam Kehidupan Rumah Tangga Menuju Loka Samgraha” bertujuan untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti dalam keluarga Hindu, menambah wawasan dan pengetahuan dalam membina keluarga Hindu yang Sukhinah Bhawantu. Dan meningkatkan kepercayaan diri dalam hidup bermasyarakat di era mileneal.

Dalam sambutannya Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, S.H., M.A, selaku Ka-Kanwil Kemenag Kepulauan Riau membentuk keluarga bahagia sejahtera didasarkan atas cinta yang memiliki 3 unsur penting: Komitmen, Komunikasi dan Cinta Kasih.

Konsep awal dari Kegiatan Pembinaan Sukhinah/Sudhi Wadani Tahin 2018 ini pesertanya adalah berpasang-pasangan, tetapi karena kondisi umat Hindu di Kepulauan Riau tersebar di Kota Batam, Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang sebagian besar adalah adalah pekerja sehingga sulit untuk merealisasikan ide awal ini, terang Purwadi.


Selanjutnya adalah paparan dari Ka-Kanwil Kemenag Kepri, Dr.Drs.H.Mukhlisuddin,S.H.,M.A menyampaikan materi tentang “Kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dalam Membangun Keluarga Sukhinah.” Dikatakannya, keluarga bahagia dan sejahtera didasarkan atas cinta kasih, komitmen dan keprcayaan.

Selanjutnya adalah paparan dari Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepualuan Riau yang dimoderatori oleh EKo Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau. Adapun materi yang dibawakan adalah Membangun keluarga sukhinah bhavantu. Ketut Suardita mengajak umat Hindu untuk membangun keluarga atas dasar bhakti kepada Tuhan. Membagun keluarga adalah ibadah yang sangat mulia. Dalam Weda dijelaskan bahwa memilikki putra yang suputra sangat besar pahalanya karena dapat menyelamatkan leluhurnya dari pederitaan. Untuk itu beliau menghimbau agar keluarga Hindu menjadi keluarga yang sukhinah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr., Drs. I Wayan Catra Yasa, M.M dengan judul materi “Membangun Keluarga Sukhinah Menuju Loka Samgraha” yang dpandu oleh Ni Made Seriniti dari WHDI Kota Batam. Wayan menjelaskan bahwa tujuan membentuk keluarga adalah untuk melaksanakan Dharma yang meliputi semua aktivitas dan kewajiban agama seperti melaksanakan Yajña, sebab di dalam grhasta-lah aktivitas Yajña  dapat dilaksanakan secara sempurna. Yang kedua adalah mampu melahirkan keturunan yang akan melanjutkan amanat dan kewajiban kepada leluhur. Melalui Yajña  dan lahirnya putra yang suputra seorang anak akan dapat melunasi hutang jasa kepada leluhur (Pitra rna), kepada Deva (Deva rna) dan kepada para guru (Rsi rna). Yang ketiga adalah mempelai dapat menikmati kepuasan seksual dan kepuasan-kepuasan lainnya (Artha dan kama) yang tidak bertentangan dan berlandaskan Dharma.


Pada hari kedua kegiatan Pembinaan Keluarga Sukhinah/Sudhi Wadani Tahun 2018 diisi narasumber dari Dinas Kesehatan Kesehatan Prov. DKI Jakarta yang juga merupakan pengurus WHDI Pusat yaitu Ni Made Jendri, SKM, M.Si dengan materi: “Tumbuh Kembang Anak Dan Remaja Serta Parenting Agar Terwujud Anak Yang Suputra, Sehat, Cerdas Dan Bahagia”. Kita harus mendidik anak sesuai dengan usianya. Jangan melakukan kekerasan phisik dan mental kepada anak karena akan berpengaruh kepada kepribadiannya kelak. Jika anak dibesarkan dengan sanjungan maka dia akan menghargai, jika penuh kekerasan maka akan menjadi kasar, jika anak dibesarkan dengan ejekan maka dia akan tumbuh menjadi anak  yang rendah diri. Narasumber juga berpesan agar umat Hindu membiasakan gaya hidup sehat di rumah, masyarakat, tempat kerja dan juga di pura. Ada gerakan GERMAS dari Kementerian Kesehatan RI. Umat Hindu harus mendukungnya dnegan membiasakan gaya hidup yang sehat. (ep2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar