Selasa, 07 Februari 2017

Dirjen Bimas Hindu Gelar Rakor Pusat Daerah dan Peguruan Tinggi Negeri Hindu



Bertempat di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Jawa Barat,  pada tanggal 7 s/d 10  Pebruari 2017, Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Rakor Perencanaan Pusat Daerah, dan Perguruan Tinggi Agama Hindu Tahun 2017 yang bersumber dari DIPA ditjen Bimas Hindu Pusat. Rapat Koordinasi ini diikuti lebih kurang 140 peserta yang berasal dari Ka-Kanwil Prov. Bali, Pempinan Perguruan Tinggi Agama Hindu Negeri (PTAHN), Ka-Kandepag/Kota se-Prov. Bali, Kabid/Pembimas Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia, Ka Percan Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali, Kasi Kanwil kementerian Agama Prov. Bali dan Prov. NTB, Penyelenggara Hindu di Kab/Kota Se-Indonesia, penyuluh, dan Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Bimas Hindu. Hadir pada kesempatan itu Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu Kantor kementerian Agama Kota Batam, Dirjen Bimas Hindu, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, Direktur Pendidikan Agama Hindu, Ka-Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha. Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Ditjen  Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Hindu Nomor 33 Tahun 2017 tanggal 9 Januari 2017 tentang Rakor Pejabat Pusat Daerah dan Perguruan Tinggi Agama Tahun 2017.

Adapun tema dari kegiatan ini adalah ”Rapat Koordinasi Pejabat Pusat, daerah dan perguruan tinggi negeri Agama Hindu 2018 Sebagai Wahana Memperkuat Perencanaan dan Penganggaran 2018 Berbasis Money Follow Program”. Dari Tema ini ada harapan sekaligus tantangan bahwa Bimas Hindu harus menciptakan perencanaan yang baik sehingga revisi anggaran bisa diminimalisir. Anggaran yang ditetapkan sesuai dengan keutuhan masyarakat, tepat guna dan tepat sasara. Acara ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dalam rangka pengalokasian dan singkronisasi anggaran Program Bimbingan Masyarakat Hindu dalam rangka penerapan multi DIPA tahun 2018.

Di Awal acara pembukaan, Ida Bagus Manuaba selaku ketua Panitia rakor menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan gambaran dari sasaran program yang ditetapkan dalam Renstra Ditjen Bimas Hindu tahun 2015 – 2019 yang diwujudkan Bimas Hindu melalui kegiatan tahunan ini. Seiring dengan arah kebijakan reformasi Birokrasi di mana penyusunan Rencana Kerja (Renja) harus memperhatikan keterkaitan secara jelas antara perencanaan dan penganggaran yang merepresantasikan keselarasan arah kebijakan Direktorat. Maka dari itu kegiatan singkronisasi perencanan anggaran antara pusat daerah dan perguruan tinggi perlu dialksanakan setiap tahunnya agar penyusunan Renja dapat menjadi sarana dalam menetapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan perencanaan program kerja secara komprehensif dan terintegrasi satker pusat dan daerah, dan perti dan pengelolaan uang negara yang lebih akuntabel serta peningkatan kualitas laporan tahunan. Tujuan selanjutnya adalah agar ada persamaan persepsi dalam rangka meningkatkan komitmen, mensukseskan program kerja Ditjen Bimas Hindu tahun 2015 – 2019 yang tertuang dalam Renstra Ditjen Bimas Hindu sehingga tidak terjadi duplikasi  antara fungsi anggaran serta tidak terjadi salah sasaran karena kurang akuratnya data yang dimilikki oleh Ditjen Bimas Hindu Pusat. Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan koordinasi antara pejabat pusat daerah dan perguruan tinggi agama Hindu Negeri dalam mewujudukan perencanaan program kerja dan penganggaran dalam rangka mewujudkan program kerja secara komprehensif yang terintegrasi antara pusat dan daerah. Mendapat data perencanaan yang akurat untuk mengalokasikan angaran pusat dan daerah sesuai kebutuhan di daerah dengan skala prioritas agar selaras dengan Renstra Ditjen Bimas Hindu. Mengurangi revisi anggaran baik di Pusat maupun di daerah. 

Kemudian Kasubbag Tata Usaha pada Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf Ka-Kanwil yang tidak bisa hadir pada kesempatan ini karena sedang menyiapkan sambutan kedatangan Menteri Agama di Bandung pada waktu yang sama. Kabag TU berharap dari kegaiatan ini dapat melahirkan konsep dan gagasan di masa depan. Dan sebentar lagi Kanwil Jawab Barat akan melaksanakan rakor, Kabag TU berharap setiap unit Eselon I dapat memberikan masukan dalam perencanaan anggaran pada DIPA Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Barat.

Sebelum membuka acara rakor, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan kata sambutan kepada para peserta yang hadir di ballroom hotel. Dirjen menyatakan bahwa bangsa kita dari dulu berdaulat di darat, air dan laut, maka di era teknologi informasi ini kita harus berdaulat di media sosial. Ini tantangan bagi kita semua untuk melakukan perubahan yang positif. Semua Pejabat harus memanfaatkan teknologi seperti media sosial untuk mensosialisasikan kegiatan pembinaan umat Hindu di daerah masing-masing. Ditjen Bimas Hindu memberi apresiasi kepada Pembimas dan pejabat yang menggunakan media sosial untuk menyiarkan hal-hal yang positif bukan menyiarkan hujatan dan kebencian. Kita harus perkuat tim siar Ditjen Bimas Hindu. Dengan sarana ini kita akan bisa mengendalikan siar pembinaan umat.

Dirjen Berharap bahwa melalui rakor ini semua kegiatan dapat terakomodir dalam satu perencanaan. Setiap kegiatan harus berdasarkan perencanaan. Mulai dari perencanaan kita sudah diaudit oleh APIP dalam hal ini Itjen. Apa yang kita rencanakan itulah yang kita laksanakan dan kita evaluasi. Itulah management dengan variasi dan inovasi sesuai 5 (lima) nilai budaya kerja Kementerian Agama RI yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Yang paling penting dalam perencanaan adalah adanya  singkronisasi antara data data yang mendukung perencanaan dan penganggaran. Menteri Agama menyatakan bahwa data perencanaan itu masih harus perlu ditingkatkan. Dirjen berpesan agar revisi anggaran diminimalisir sebisa mungkin, dan kalaupun terpaksa dilakukan harus dilakukan di awal tahun dengan prosedur yang benar, sebab jika tidak sesuai prosedur, mengambil keputusan sendiri tanpa keterlibatan pimpinan maka akan dikenai sanksi.

Serapan kita juga harus maksimal. Realisasi Bimas Hindu tahun 2016 sebesar 93%, Menteri Agama menargetkan realisasi Kementerian Agama RI sebesar 98%. Tentunya akan ada reward dan funishment terhadap Satker seperti diturunkannya anggaran sesuai persetujuan Legislatif, DPR RI. Dirjen memberi apresiasi terhadap Pembimas seluruh Indonesia yang telah merealisasikan anggaran secara maksimal. Semua kegiatan yang kita laksanakan haru kita evaluasi. Di mana kelemahan kita? Bagaimana upaya memaksimalkan realisasi?. Tahun ini memang banyak self blocking yang berpengaruh terhadap realisasi semua Satker.

Perguruan Tinggi (perti) Hindu juga bisa bersinergi dengan Pembimas Hindu. Perti Hindu harus memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan dari diadakanya kegiatan Koordinasi Perencanaan Pusat, Daerah dan Perguruan Tinggi Agama Hindu ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan tahun 2016 di setiap daerah, mendapatkan data perencanaan yang akurat, untuk melakukan alokasi anggaran yang tepat sasaran sesuai kebutuhan di daerah, menelaah kegiatan prioritas masing-masing daerah agar selaras dengan renstra, mengurangi revisi RKA-K/L yang berkali-kali di lingkungan Satker Ditjen Bimas Hindu, mengintegrasikan kegiatan Pusat dan daerah serta Perguruan Tinggi Agama Hindu (PTAHN), mengintegrasikan kegiatan pusat dan daerah serta perguruan tinggi agama Hindu negeri dan melakukan Singkronisasi Anggaran Pusat, daerah dan PTAHN tahun 2018.

Adapun materi dalam kegiatan ini adalah Tata Kelola Perencanaan dan Anggaran Berbasis Program pada Kementerian Agama yang disampaikan oleh Sekjen Kementerian Agama RI. Materi selanjutnya adalah Arah Kebijakan Dirjan Bimas Hindu dalam Pembangunan Agama dan Pendidikan Agama dan Keagamaan oleh Dirjen Bimas Hindu. Kemudian Evaluasi tahun 2016 dan Program Kerja Tahun 2018 Ditjen Bimas Hindu di bidang Agama, Pendidikan Agama dan Keagamaan, serta tata kelola Dukungan Manajemen oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Urusan dan Direktur Pendidikan Agama Hindu. Dari Bappenas RI juga menyampaikan materi Kebijakan Rencana Kerja Pemerintah Bidang Agama dan Pendidikan Tahun 2018. Pengembangan, Pembinaan dan formasi SDM Kementerian Agama

Kegiatan ini positif  karena merupakan media untuk  mengetahui permasalahan di daerah terkait serapan anggaran 2016. Di samping singkronisasi anggaran pusat dan daerah sehingga akan tercipta dokumen perencanaan yang bermutu untuk pelaksanaan anggaran Tahun 2017. Bantuan kepada masayarakat bisa lebih terukur, tepat sasaran dan akuntabel jika sudah direncana sejak saat ini. Saran untuk kegiatan ini adalah supaya kegiatan rakor ini dilaksanakan rutin dan ada tindak lanjutnya, menghasilkan rekomendasi dan di tahun depan kegiatan rakor harus fokus pada permasalahan rencana kerja dan anggaran agar tidak meluas dan tepat sasaran. (ep17)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar