Rabu, 20 Desember 2017

DPP Peradah Kepulauan Riau Menggelar Lomba Nyanyian Dharma dan Pembacaan Sloka Bahagavadgita

Batam-Bertempata di aula Pasraman Jnana Sila Bhakti, pada hari Minggu tanggal  17 Desember 2017, muda mudi Hindu Kepulauan Riau yang tergabung dalam DPP Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Prov. Kepualauan riau menggelar kegiatan lomba Nyanyian Dharma dan Lomba Pembacaan Sloka. Hadir pada kesempatan itu pembimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Penyelenggara Hindu, Ketua Parisada Kepri, Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Kepulauan Riau, Ketua Paruman Walaka dan Ketua WHDI Kota Batam, Penyuluh Agama Hindu Keupulauan Riau, Ketua Banjar, lembaga agama keagamaan se-Kota Batam, Umat Hindu Kabupaten Bintan, Umat Hindu Kota Tanjung Pinang.

Acara di awali dengan Lomba Nyanyian Dharma yang membawakan lagu wajib lagu karya Prabhu Dharma Yasa yang berjudul “Bebas dari Punarbhawa” yang diikuti oleh semua Banjar se-Kota Batam, Banjar Kabupaten Bintan, Banjar Kota Tanjung Pinang. Dilanjutkan dengan Lomba Pembacaan Sloka Bhagavad Gita yang diikuti oleh Siswa sisi Pasraman Jnana Sila Bhakti.

Acara dilanjutkan dengan Pembacaan sloka-sloka utama Bhagavad Gita dialjutkan dengan Arati atau memulikan Krishna dengan api pemujaan oleh setiap umat /Bhakta yang hadir. Diakhiri dengan dharma thula/Tanya jawab seputar Bhagavad Gita oleh rohaniawan.

Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan lomba Nyanyian Dharma. Panca Adnyana selaku ketua Pelaksana kegiatan ini menyatakan bahwa kegiatan ini sudah dilaksanaka untuk yang kedua kalinya. Dan kegiatan ini terlaksana atas bantuan dari lembaga agama keagamaan di kota Batam dan kepulauan Riau serta donator perorangan. Panca Adnyana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini.

Selanjutnya Made Dwi Angga Pratama juga memberikan kata sambutan. Menurunya bahwa tema dari kegiatan ini adalah “Mengembangkan Pengetahuan Spiritual Melalui Bhagavad Gita”. Menurut Angga bahwa  bahwa melalui momentum hari Bahagavadgita atau Gita Jayanti maka umat Hindu diharapkan dapan mengembangkan Pengetahuan Spiritual untuk selanjutnya dapat mencapai pencerahan sebagai bekal hidup di zaman Kali yang penuh dengan godaan ini.

Ketua Parisada Prov. Kepulauan Riau juga memberikan kata sambutan bahwa kita hidup di zaman Kali yang sangat berbeda degan zaman sebelumnya. Pemahaman nilai – nilai Bhagavad Gita sangat kita perlukan. Melalui kegiatan lomba ini Peradah telah melakukan pelestarian ajaran Weda yang ada dalam Bhagavad Gita. Waya Jasmin juga mengilustrasikan bahwa pada zaman  Kerta yuga tidak ada musuh, kemudia di zaman treat yuga musuh sudah ada di seberang lautan yang ditandai dengan peperangan Rawana dan Rama. Kemudian pada zaman Dwapara yuga musuh sudah ada di dalam keluarga yang ditandai dengan perang saudara antara Pandawa dan Kaurawa. Dan di zaman Kali musuh tidak hanya di seberang lautan dan dalam keluarga, tetapi sudah di dalam diri kita yang kita kenal dengan Sad Ripu. Untuk itu Pengamalan nilai – nilai Bhagavad Gita sangat efektif untuk mengurangi efek negatif dari Sad Ripu. Terakhir Wayan Jasmin menjelaskan bahwa di zaman Kali ada 9 (Sembilan) jenis pemujaan yang sangat efektif yang dianjurkan dalam Srimad Baghavatam yang dikenal dengan Nawa Vidha Bhakti yaitu arcanam, kirtanam, nama smaranam, sakyam, vandanam, atmani vedanam, pada sevanam.

Kemudian I Wayan Catra Yasa selaku ketua Paruman Walaka dan Pembina dari  DPP Peradah Kepulauan Riau berpesan agar tema yang ditetapkan oleh Peradah Kepulauan Riau dalam kegiatan ini harus dipedomani dan dijadikan tema umum yang dapat dipedomani oleh umat Hindu. Wayan juga menjelaskan bahwa Kita Bhagavadgita muncul dari kegelisahan Arjuna yang melihat kenyataan harus berperang melawan guru, kakeknya dan juga saudaranya. Krishna menjelaskan di medan kuru ksetra bukan perang melawan guru, kakek dan saudara tetapi perang melawan ketidak benaran dan menegakkan kebenaran. Percakapan antara Krishna dan Arjuna ini oleh Maharsi Wyasa dihimpun menjadi sebuah Kitab Bhagavad Gita yang kita pedomani sampai sekarang dan dianggap sebagai Weda yang ke-5 atau Pancamo Veda.

Terakhir Pembimas Hindu menyampaiakan apresiasi kepada Peradah Kepri yang telah menyelenggarakan kegiatann ini. Di Masa yang akan datang Pemerintah dalam hal ini Bimas Hindu Kanwil kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau akan memperhatikan kegiatan kepemudaan yaitu dengan memberikan bentuan operasional kepada Peradaha Kepualaun Riau dengan catatan sudah terdaftar di Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, memilikki NPWP, nomor rekening dan mengajukan proposal sebelum tahun berjalan. Ketut Suardita juga menyampaikan bahwa Bhagavad Gita ada dalam Bishma Parwa Kitab Mahabharata yang dikodifikasi oleh Maharsi Wyasa dan dianggap Weda yang ke-lima atau Pancamo Veda.

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Sebelumnya perwakilan dewan juri Nyanyiaan Dharma, I Made Kasa Astawa berkesempatan memberikan kata sambutan kepada peserta. Menurut I Made Kasa selaku Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batam yang juga bertindak sebagai dewan juri Selain untuk melestasrikan seni baca kitab suci Weda berupa pembacaan sloka dan senin menyanyikan lagu kerohanian, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaring bibit-bibit baru yang akan maju dalam perhelatan Jambore Pasraman Tahun 2019 dan Utsawa Dharma Gita Tahun 2020. Ini adalah even yang sangat langka dan harus dilaksanakan setiap tahunnya. Siapapun yang menang jangan jumawa dan semua sudah tampil sangat baik.


Putu Satria Yasa juga memberikan penjelasan teknik pembacaan sloka dan criteria penilaian sloka. Semua adalah pemenag, tetapi di antara pemenang maka tentunya ada yang terbaik. Yang menjadi pemenang dapat dipertimbangkan untuk mengikuti seleksi Utsawa Dharma Gita baik di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional. (ep2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar