Senin, 27 April 2015

Dharma Santi Nyepi 1937 Saka Prov. Kepulauan Riau



Sabtu 25 April 2015, bertempat di Ballroom Grand Galaxy, Lt. 3 Hotel Planet Holiday Batam Parisada Kepulauan Riau mengadakan Dharm Santi Nyepi 1937 Saka.Dharma Santi Nyepi 1937 Saka ini terselenggara atas bantuan dari Pemerintah Daerah Tingkat I Prov. Kep. Riau dalam hal ini Biro Kesra. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Muhammad Sani, Kapolda Prov. Kep. Riau (diwakilkan), Kepala Biro Kesra Pemprov. Kep. Riau, Wakil Wali Kota Batam, Ketua FKUB Prov. Kep. Riau, Ka-Kanwil Kementerian Agama Prov. Kep. Riau, Drs. H. Marwin, Pembimas Hindu Kanwil Prov. Kep. Riau, Ketut Suardita, S.Pd, M.Pd, Ketua FKUB Kota Batam, dan pimpinan lembaga tinggi umat beragama seperti Walubi, PGI, MAKIN, perwakilan umat Hindu etnis India dan lain sebagainya.

Dharma santi kali ini mengambil tema: “Penyucian Diri dan alam semesta menuju peningkatan kualitas budaya kerja”. Panitia juga menggunakan  Candi Prambanan sebagai Ikon Nyepi Nasional. Mangapa Candi Prambanan? Karena untuk mengawali kebangkitan Hindu, kita harus merevitalisasi fungsi candi Hindu sebagai tempat ibadah Hindu yang sah sesuai amanat UU  No. 11 tahun 2010 tantang Cagar Budaya. Hindu akan bangkit dimulai dari penguatan energi, vibrasi kesucian dari candi-candi warisan leluhur tersebut. Saatnya Hindu bangkit dengan moment berjayanya Majapahit setelah Sirna (0) Ilang (0) Kertaning (4) Bhumi (1) sekitar tahun 1400 (angka dibalik dari 0041). Kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut peristiwa besar pada tahun 2019. Tentunya harus dibarengi pencetakan kader SDM Hindu di segala bidang dan pemberdayaan ekonomi umat Hindu, penyiapan pembinaan umat yang berkesinambungan serta revitalisasi tempat ibadah (pura)

Acara diawali dengan tari sambutan, Sekapur Sirih dilanjutkan dengan tari Puspa Wresti yang dibawakan oleh siswa siswi Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota BatamSelanjutnya adalah laporan ketau Panitia. Dalam Laporanya Ketua Panitia Dewa Swastika, menyatakan bahwa kegiatan dharma santi ini terselenggara berkat kerjasama semua pihak di Prov. Kepulauan Riau yang bekerja keras demi terlaksananya acara ini. Acara ini juga akan diadakan secara rutin setiap tahunya sebagai bentuk media pemersatu umat Hindu yang ada di Prov. Kepulauan Riau. Dewa Swastika berharap agar pemerintah agar lebih meningkatkan banyuan dan perhatian kepada umat Hindu agar bisa bersama-sama membangun bangsa ini dan membangun Kepulauan Riau. Wayan Jasmin selaku ketua Parisada prov. Kepuauan Riau dalam sambutanya menyatakan bahwa dharma santi merupakan media untuk penguatan sradha dan bhakti umat Hindu. Wayan Jasmin juga menghimbau agar umat Hindu di Prov. Kepulauan Riau untuk terus berperan aktif dalam kegiatan keumatan. 

Sradha dan bhakti umat Hindu menjadi bertambah sempurna manakala Kol. Inf (Purn) I Nengah Dana, S.Ag menyampaikan Dharma Wacana dan Pesan Nyepi 1937 Saka. Dalam paparanya beliau membahas tentang makna perayaan Nyepi, di mana Umat Hindu harus bersyukur bahwa leluhur kita telah mengkonsep sebuah hari raya yang besar, yang kaya akan makna penyucian diri yaitu Nyepi. Nyepi merupakan usaha untuk menghilangkan kekotoran batin dan kekotoran dunia ini. Proses penyucian itu tercermin dalam pelaksanaan Catur Brata Penyepian, di mana umat Hindu melakukan pengendalian pikiran dan indria untuk memperoleh pencerahan. Umat Hindu juga harus bangga karena kita memiliki konsep Tri Hita Karana yang diakui secara global. Jalinlah hubungan yang harmonis tidak hanya kepada Tuhan tetapi juga kepada alam, dan sesama manusia agar hidup kita bahagia. Umat Hindu juga memiliki konsep Satyam, Siwam, dan  Sundaram yaitu kebenaran, kesucian dan keindahan.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) Prov. Kepulauan Riau yang menghimbau agar umat Hindu senantiasa memelihara Tri Kerukunan Umat Beragama yang sudah baik di wilayah Prov. Kep. Riau. Dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Prov. Kep. Riau, Drs. H. Muhammad Sani. Secara singkat beliau menghimbau agar umat Hindu bersama-sama membangun Batam dan Kepulauan Riau untuk mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia yang madani. Umat Hindu harus lebh aktif dalam kegiatan yang diadakan baik di Pemko Batam maupun Pemprov. Kep. Riau. Pemerintah tidak membeda-bedakan umatnya, semuanya diberikan perlakukan yang sama. Umat Hindu juga dihimbau untuk terus melaksanakan Tri Hita Karana agar bias hidup tenteram. Di akhir-akhir sambutanya beliau membawakan sebuah lagu kenangan dan mengajak semua umat Hindu untuk bernyanyi bersama yang membuat suasana lebih meriah dan penuh kebersamaan.

Di akhir acara dharma santi Ka-Kanwil Kementerian Agama Prov. Kep. Riau memberikan Piagam penghargaan Purna Tugas dari kepada Nyoman Winatha selaku ketua Parisada prov. Kepulauan Riau masa bhakti 2010 – 2015. Piagam ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama kepada tokoh  pimpinan lembaga Kegamaan Hindu (Parisada) yang telah berperan dalam memimpin, membina umat dan menjaga Tri Kerukunan Umat beragama di Prov. Kepulauan Riau. Acara diakhiri dengan hiburan Tari Bondres, doa dharma santi dan penyerahan Cindera Mata dari Panitia dharma Santi kepada beberapa tamu undangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar