Selasa, 17 April 2018

Dirjen Bimas Hindu menggelar Rapat Kooordinasi dengan Biro Kepegawaian dan Biro Perencanaan


Jakarta-Bertempat di Lantai 3 Ruang Sidang Kementerian Agama RI, Jl. M.H Thamrnin No 6, Dirjen Bimas Hindu menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Data Kebutuhan Guru Agama Hindu bersama Kepala Biro Kepegawaian dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama Republik Indonesia pada hari Minggu s/d Selasa, 15 s/d 17 April 2018. Acara ini diikuti oleh pejabat Eselon II, III dan IV serta operator e-formasi di lingkungan Ditjen Bimas Hindu. Dari Kepulauan Riau hadir Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama RI Prov. Kepulauan Riau dan Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Kegiatan in didasari pentingnya segera melakukan pendataan jumlah guru yang aktif pada masa 5 tahun yang akan datang, sehingga diketahui berapa jumlah guru yang akan dan sudah pension serta jumlah kekurangan guru di setiap daerah.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa Ditjen Bimas Hindu mengalami kekurangan guru. Banyak guru yang akan purna tugas/pensiun atau sudah purna tugas/pensiun. Maka Ditjen Bimas Hindu mengambil kebijakan untuk mengadakan program pengadaan Guru Agama Hindu di seluruh Indonesia. Untuk itu kita harus melakukan pendataan data dan usuan guru yang tepar untuk selanjutnya diusulkan kepada Kemenpan RB. Ketut Widnya juga menjelaskan bahwa beban kinerja guru sangat tinggi, mengingat guru harus berhasil mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan pembangunan nasional jangka panjang. Pemerintah tentunya juga memberikan pelatihan ketrampilan dan kompetensi kepada para guru Agama Hindu agar mereka memilikki kompetensi di bidangnya. Acara dibuka secara resmi oleh Ketut Widnya selaku Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI.

Pada kesempatan berikutnya Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI memberikan pengarahan kepada peserta rapat. Biro Kepegawaian menjelaskan bahwa sebanyak 1256 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama dari semua agama di lingkungan Kementerian Agama sudah dan akan purna tugas/pensiun. Hal ini mendorong kita untuk segera melakukan program pengadaan Guru Agama. Masalah berikutnya adala persebara siswa yang sporadis, sehingga jumlah standar 1 rombongan belajar sangat sulit terealisasi di daerah. Di sisi lain dalam Undang – Undang jelas disebutkan bahwa setiap siswa berhak mendapat pendidikan Guru Agama dari seorang Guru. Biro Kepegawaian mengajak semua peserta untuk melakukan pendataan ulang dengan tepat dan cepat untuk selanjutnya disingkronkan dengan data e-formasi di setiap Kanwil Kementerian Agama.

Senada dengan Biro Kepegawaian, Biro Perencaaan Kementerian Agama juga menyarakna agar data guru dan pengusulan formasi guru disingkronkan dengan e-formasi. Ada opsi lama yang bisa kita terapkan, misalnya redistribusi guru di suatu daerah yang kelebihan guru ke daerah lain yang masih kekurangan guru. Tetapi cara lama ini dinilai tidak efektif karena guru yang dimutasi tidak betah dan ingin kembali pulang ke daerahnya. Dalam penyusunan e-formasi diharapkan pengusulan guru dilakukan per sekolah bukan per daerah, karena Kemenpan RB meminta data pengusulan guru dilakukan per sekolah. Artinya petugas harus menyebutkan penempatan guru tersebut nantinya di sekolah mana. Formasi guru yang diusulkan harus memperhatikan jenjang guru mulai dari Guru Pratama, muda, madya dan utama. Tetapi sesuai peraturan sekarang siswa SD, SMP dan SMA harus diajar oleh guru yang lulus S1, semikian pula di jenjang yang lebih tinggi (mahasiswa) harus diajar oleh dosen dengan kualifikasi S2. Berarti kita sepakati bahwa kita mengusulkan Guru dengan minimal pendidikan S1, Golongan IIIA. Pemerintah ingin guru yang diangkat adalah guru yang berkompeten di bidangnya, sehingga tujuan pendidikan nasional akan tercapai.

Pada hari Selasa 17 April 2018 dilanjutkan dengan penyusunan e-formasi Data Kebutuhan Guru Agama Hindu per sekolah. Kegiatan ini sangat positif untuk melakukan singkronisasi data usulan guru pusat dan daerah, sehingga margin error dari sistem e-formasi dapat dikurangi. Untuk selajutnya program pengadaan guru agama Hindu akan segera terealisasi di setiap daerah. (eko2018)



Senin, 09 April 2018

Bimas Hindu Gelar Pelatihan MC Hindu Batam Tahun 2018


Batam-Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Bimas Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam menggelar Kegiatan Pelatihan Pembawa Acara/MC Tahun 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 20 (dua puluh) peserta yang terdiri dari perwakilan Perhimpunan Pemuda Hindu, Pasraman Jnana Sila Bhakti, WHDI Kepulauan Riau, WHDI kota Batam, Penyuluh Agama Hindu non PNS, Petugas MC di setiap Banjar se- Kota Batam.

Dalam Sambutannya Eko Prasetyo selaku penanggung jawab kegiatan ini menyatakan bahwa kegiatan ini didasari karena perlunya upaya kaderisasi dan membentuk presenter Hindu yang handal di Kota Batam. Hal ini sejalan dengan tema dari kegiatan ini yaitu “Membentuk Presenter Hindu Yang Handal”. Eko Menjelaskan bahwa sumber dana kegiatan ini berasal dari DIPA Bimas Hindu Kantor kementerian Agama Kota Batam Tahun Anggaran 2018.

Pada kesempatan berikutnya H. Sarbaini selaku Kasubbag Tata Usaha mmeberikan Sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya Sarbaini menyampaikan permohonan maaf Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang tidak bisa hadir pada acara pembukaan karena ada tugas dan agenda yang tidak dapat ditinggalkan. Selanjutnya Sarbaini menghimbau agar peserta sungguh-sungguh mengikuti kegaitan ini. Dari kegiatan ini harus muncul presenter muda Hindu di Kota Batam yang handal.

Pada kesempatan pertama Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu berkesempatan memberikan materi pembinaan yaitu Membangun mental percaya diri dan Teknik Tampil Percaya Diri dalam membawakan acara di depan umum. Ada banyak hal yang harus disiapkan agar kita menjadi percaya diri di antaranya kesiapan mental, latihan, materi, kesehatan tubuh dan faktor lingkungan. Eko mengajak peserta agar menjadi presenter yang tulus, total dan profesional agar kita mendapat keperyaaan.


Pada kesempatan berikutnya Hajah Riesa Helmawati yang merupakan presenter handal di Kota Batam dan di berbagai negara tetangga berkesempatan memberikan pembekalan kepada peserta dengan topik Tata Cara Membawakan Acara Formal. Hajah Riesa menajak peserta untuk melakukan praktek langsung dengan membawakan acara di setiap moment yang berbeda.




Selanjutnya Wayan Catra Yasa memberikan materi dengan topik Teknik Penguasaan Audiens. Waya menekankan penting latihan yang intens agar kita bisa menguasai teknik dasar berbicara di depan umum. Latihan di alam bebas akan membuat kita lebih bebas berekspresi. Kemudian berlatih berbicara di depan cermin juga dapat meningkatkan percaya diri di samping juga melakukan koreksi kepada diri sendiri bila ada yang salah.

Dilanjutkan paparan dari Ni Made Yuni Trisna Dewi yang merupakan presenter muda dari TVRI Prov. Bali. Yuni memberikan materi dengan topik Public Speaking dan Kiat – Kiat Menjadi Pembawa Acara Yang Handal. Yuni juga mengajak peserta untuk praktek langsung berbicara di muka umum secara individu maupun secara berkelompok. Setiap kelompok membahas Isu-Isu terkini seperti Kerukunan Umat Beragama, dan lain sebagainya.





Kesempatan berkutnya adalah Purwadi selaku penyuluh Agama Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau. Purwadi menyampaikan materi Etika Membawakan Acara pada Kegiatan Keagamaan Hindu. Purwadi mengajak peserta untuk menguasai dasar – dasar membawakan acara resmi keagamaan yang tentunya berbeda dengan acara formal lainnya. Ada etika masayarakat dan norma agama Hindu yang harus kita patuhi. Terutama dalam mengucapkan salam dan menyebut gelar kerohaniawananan dan gelalr akademik sesorang.

Terakhir adalah paparan dari Haji Erizal selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam dengan Topik Pengantar MC dan Etika Protokoler. Dalam paparannya Erizal memberikan batasan perbedaan etika MC pada acara umum maupun MC pada instansi pemerintahan yang diatur dalam system protokoler. Erizal mengajak agar seorang presenter/MC harus mempunyai intgeritas, totalitas pada profesinya. Seorang MC juga harus professional, mempunyai inovasi, tanggung jawab dan menjadi panutan sebagai public figure.



Dalam acara penutupan kegiatan ini Eko menyampaikan pesan kepada peserta agar ilmu yang didpat diterapkan dan ditularkan kepada generasi muda agar berkelanjutan.  (eko2018)


DIAOG KERUKUNAN PENGURUS LEMBAGA KOTA BATAM TAHUN 2018


Batam-Kementerian Agama Kota Batam melalui Penyelenggara Hindu menggelar kegiatan Dialog Pengurus Lembaga Keagamaan Hindu Tahun 2018 bertempat di Aula Kemenag Batam Lt2 Jl. Mesjid Raya Baiturrahman Sekupang, Minggu 01 April 2018.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 orang peserta,  terdiri dari perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Parisada Kota Batam, WHDI Kota Batam, Badan Penyiaran Hindu Kota Batam, Pasraman Jnana Sila Bhakti, BOP Agung Amerta Bhuana, PAUD Jnana Sila Bhakti, Unit Kerohanian Hindu Batamindo, Pinandita Sanggraha Nusantara, Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Kepri, Ketua Banjar Nagoya, Ketua Banjar Batam Center, Ketua Banjar Nongsa, Ketua Banjar Tiban, Ketua Banjar Batuaji Barat, Ketua Banjar Batuaji Timur, dan Penyuluh Hindu Kota Batam.
Hal ini disampaikan Penyelenggara Hindu Kemenag Batam Eko Prasetyo dalam laporannya. Ia menambahkan kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengawal Wawasan Kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila dengan mengusung tema yakni “Melalui Dialog Pengurus Lembaga Keagamaan Hindu Tahun 2018 Kita Tingkatkan Sinergitas, Soliditas Menuju Batam Bandar dunia Madani”.
I Wayan Catra Yasa, Ketua Paruman Walaka PHDI Provinsi Kepulauan Riau dalam sambutannya  menyambut baik diadakannya acara ini. Karena memang sebelumnya belum pernah diadakan dialog semacam ini, sebutnya. Semoga melalui dialog ini akan saling memberi masukan dan informasi sehingga kerukunan intern umat beragama, antar umat beragama, dan umat beragama dengan pemerintah berjalan dengan baik. Kalau Batam aman dan masyarakatnya bersatu maka ekonomi kita akan meningkat dan kerukunan ini akan melahirkan Batam yang kondusif, di sanalah kita baru menuju ke Batam Bandar dunia yang Madani, terangnya.
Terakhir Ia berharap agar kegiatan  ini dapat dilaksanakan setiap tahun, jika tahun ini diikuti sebanyak 20 orang peserta, mungkin di tahun depan bisa dilibatkan unsur kepemudaannya, OSIS, siswa-siswa Pasraman karena kita tidak bisa lepas dengan mereka sebagai generasi muda harapan kita ke depan yang menjadi kaderisasi dari pada organisasi organisasi kelembagaan keagamaan di kota Batam, sehingga jumlahnya  bisa lebih ramai, harapnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Kakankemenag Batam H. Erizal Abdullah. Dalam sambutannya, Erizal menuturkan bahwa sekarang ini kita berada dalam era digital. Dizaman ini  kita harus pandai dan pintar untuk merangkul saudara-saudara kita untuk menghindari gesekan-gesekan yang tidak kita inginkan. Ibarat pedang, jika kita tidak pandai menggunakannya, maka generasi-generasi  kita kedepan akan sibuk dengan urusannya dan sosialnya akan berkurang. Peran dari orang tua, peran dari tokoh tokoh agama dalam menanamkan nilai-nilai agama sangat diperlukan.
Apa yang sudah dilakukan Kantor Kementerian Agama kota Batam yang bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia atau RRI Kota Batam dalam penyampaian pesan-pesan Rohani semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam khususnya.
Ia berharap dialog ini terjalin sinergisitas, soliditas,saling mengasihi, saling menyayangi dan jangan saling gesek, saling gosok sehingga dapat menimbulkan hubungan menjadi renggang dan dampaknya akan menimbulkan kerusuhan. Dengan terlaksananya kegiatan ini semoga terjalin kebersamaan untuk generasi generasi penerus agar tidak terjadi gesekan, kekacauan di intern Agama Hindu itu sendiri, harapnya.


Pada kesempatan berikutnya Kepala Kan Kemenag Kota Batam juga menyampaikan materi sosialisasi PBM Nomo 8 dan 9 Tahun 2006 dan Pola Pembinaan Kerukunan di Kota Batam.
Wayan Catra Yasa menyampaikan materi Manajemen Pengurus Pura dan Lembaga yang Modern. Wayan mengajak semua pihak bekerja keras memajukan Hindu Kota Batam dan Hindu Kepulauan Riau melalui ajaran Agama dan system manajemen pura yang modern.
Selanjutnya Ketut Suardita menyampaikan materi Pola Penguatan Sradha dan Bhakti umat Hindu di Kota Batam. Sedangkan Wayan Jasmin selaku Ketua Parisada Prov. Kepulauan Riau menyampaikan materi Pola Pembinaan Umat Hindu di Kota Batam. Terkahir Purwadi menyampaikan materi Penguatan Jejaring Kerja Penyuluh untuk kemajuan dan Kerukunan intern Hind Kota Batam.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Dalam kegiatan itu pengurus lembaga sepakat mengajukan beberapa permasalahan umat, aspirasi dan juga rekomendasi di antaranya Upaya memajukan PAUD, Peranan WHDI, Tata Urutan sembahyang di pura yang baku, cara membina generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat, sertifikat tanah pura, displin waktu saat persembahyangan, transparansi penyelenggara pemerintahan, kinerja penyuluh dan pembinaan siswa Pasraman, dan pembinaan umat Hindu di pura. (ep/yu/bdr)


BPKP PERWAKILAN PROV. KEPULAUAN RIAU MENGGELAR WORKSHOP SPIP


Pada hari Kamis, 5 April 2018, bertempat di gedung BPKP Perwakilan Kepulauan Riau yang baru, BPKP Kepulauan Riau menggelar Workshop Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Kegiatan ini diikuti oleh Satuan Tugas SPIP dan Zona Integritas dari masing – masing instansi vertikal dan daerah di seluruh Kepulauan Riau. Dari Kantor Kementerian Agama hadir Kasi Pendidikan Madrasah, Penyelenggara Hindu,  Penyelenggara Buddha dan Satgas SPIP Kantor Kementerian Agama Kota Batam sebanyak 1 (satu) orang.

Tema dari Kegiatan ini adalah Mewujudkan Akuntabilitas Pembangunan Negeri  melalui Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Dari tema ini diharapkan seluruh Satgas SPIP dapat melaksanakan tugas dengan baik dan didukung oleh seluruh ASN di kepulauan Riau untuk bersama – sama memwujdukan system pemerintahan yang bersih dan berwibawa dengan indikatornya adalah akuntablitas laporan keuangan yang terpercaya.

Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau. Dalam sambutannya Gubernur Kepulauan Riau mengajak ASN untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan peraturan. Gubernur Kepulauan Riau juga meresmikan laboratarium Komputer BPKP Perwakilan Kepulauan Riau.

Pada Kesempatan itu perwakilan Ditjen Perbendaharaan Kanwil Kepulauan Riau memberikan paparan materi dengan materi Penerapan SPIP pada Kanwil DJPB Kemenerian Keuangan Prov. Kepulauan Riau. Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa penerapan SPIP di Kanwil DJPB Kepulauan Riau sudah mencapai Level IV dengan kategori Terukur dan terencana. Untuk Level I adalah Rintisan, Level II adalah Berkembang, dan Level III adalah terdefinisi. Keberhasilan yang diraih adalah kerjasama semua pihak di Kanwil DJPB baik dari Satgas SPIP dan didukung oleh seluruh ASN di Kanwil DJPB. Penerapan teknologi infromasi berbasis aplikasi sangat membantu penerapan SPIP di setiap Satker. Untuk di instansi pemerintah daerah maka Pemkab Karimun dan Pemko Tanjung Pinang berhasil meraih level III dalam hal penerapan SPIP. (ep2018)