Selasa, 25 Juli 2017

Menteri Agama RI: Agama Mampu Menjaga Harkat dan Martabat Manusia

Menteri Agama Republik Indonesia memberikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi kegatan UDGN XIII. Menurut Menteri Agama, UDGN XIII merupakan kegiatan yang merupakan ciri khusus umat Hindu di Indonesia. Kita tidak akan menjumpai di negara lain bahwa seni baca kitab suci Weda dilombakan dengan seni. Melalui UDGN maka umat Hindu akan dimotivasi dan diinspirasi untuk mampu mendalami dan menghayati ajaran agama melalui kitab suci Weda. Ini menjadi bagian dari dinamika bangsa Indonesia di mana Umat Islam juga mengadakan MTQ, umat Kristen menyelenggarakan Pesparawi, dan umat Buddha menyelenggarakan LPTQ. Ini adalah warisan para pendahulu bangsa ini yang penuh kearifan mencetuskan ide ini untuk menjaga dan merawat pemahaman ajaran agama dengan memadukan dengan senin dan budaya yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia dan juga agama. Agama digunakan sebagai acuan dan pedoman dalam menjalani hidup. 

Menteri Agama memberi apresiasi kepada PHDI, rohaniawan Hindu (Pandita, Pinandita, sulinggih) yang terus mmampu merawat memelihara nilai – nilai agama. Kegiatan UDG ini melatih kita sebagai umat beragama untuk mengolah rasa yang menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari agama. Agama tidak hanya mengandalkan logika tetai dengan rasa dan hati. Dengan agama hadir agar harkat martabat dan jati diri manusia tetap terlindungi dengan baik karena pada hakakiktanya agama adalah untuk manusia. Rasa adalah cara kita untuk mengembalikan kita semua bagaiaman esensi agama harus menuju substansi yang sesungguhnya. Karena tekanan hidup dan kompleksitas permasalahan di bumi maka permasalahan bisa saja muncul, dan agama muncul sebagai solusi perdamaian umat manusia di dunia. Belum era globalisasi ini kemajuan IPTEK bisa saja membawa masalah dalam kehdupan, Bangsa Indonesia alah negara relegius yang tidak bisa lepas dari Agama. Kita harus mampu merawat kehidupan agama yang telah diwariskan pendahulu kita. Jika adal pemaksaan ajaran agama maka itu tidak dibenarkan karena beragama merupaakn hak asasi dan dilindingi undang – undang. Bagaimanapun juga wiarah di NKRI menjadi syarat perdamaian kerukunan bisa tidak nilai – nilai agama direrapkan dengan baik. 

Agama bisa diterapkan jika masyaraat hidup dalam suasana kerukunan, tidak ada konfilk SARA. Wilayah yang aman rukun damai menjadi syarat yang mutlak dalam implementasi ajaran agama, Menjaga kerukunan antar umat beragama adalah juga menjadi kewajiban kita semua bukan hanya pemerintah. Terakhir Menetri Agama berharap bahwa UDGN mejadi inspirasi kita bahawa agama mampu agar agama dan nilai - nilai yang diajarkan mampu mejaga kehidupan kerukunan kita bersama, agama betul-betul mampu menjaga harkat martabat manusia. Menteri berharap kepada Para juara tidak merasa sombong dan harus menjadi contoh dan teladan bagi yang lainnya dalam penerapan ajaran agama. Pemuka agama Hindu dan agama lainnya telah menunjukkan contoh yang nyata dalam menajda kerukunan beragama bagi yang lainnya di tanah air ini. 

Menteri Agama membuka acara UDGN XIII di Kota Palembang. Dilanjutkan dengan penyerahan Piala Bergilir oleh Menetri Agama dari Juara Umum UDGN XII kepada Panitia untuk nantinya diserahkan kepada juara Umum UDGN XIII. Upacara Pembukaan juga dihibur dengan Tari Kolosal Kisah Kerajaan Sriwijaya. (ep2017)

Gubernur Sumsel: Sumatera Selatan Siap menjadi Tuan Rumah UDGN XIV Tahun 2020

Gubernur Sumatera Selatan juga berkesempatan memberikan kata sambutan. Gubernur mengucapkan terima kasih telah memilih Kota Palembang sebagai Tuhan rumah UDGN XIII yang merupakan sebuah kehormatan bagi rakyat Sumatera Selatan. Pemprov Sumatera Selatan juga bertekad mewujudkan kerukunan umat beragama di Kota Palembang dengan membangun rumah ibadah yang dibangun berdampingan di komplek olah raga Jakabaring yang merupakan bantuan dari Menteri Agama. 

Gubernur juga menjelaskan bahwa suasana kerukunan umat beragama di Sumatera Selatan sangat kondusif. Gubernur mengucapkan terima kasih kepada TNI dan POLRI dan seluruh warga masyarakat yang telah menjaga semangat keberagaman, keamanan dan kerukunan di Sumatera Selatan.  Gubernur juga mohon doa restu seluruh umat Hindu agar pembangunan LRT yang menghubungkan Bandara sampai dengan Jakabaring untuk menjadi tuan rumah Asian Games pada tanggal 18 Agustus 2018 nanti. Palembang akan menjadi destinasi wisata dan menjadi salah satu kota tercantik di Asia. 

Kota Palembang juga siap menjadi tuan rumah UDGN selanjutnya. Menurut sejarah, Palembang pada awal mulanya adalah ibukota Kerajaan Sriwijaya 1300 yang lalu di mana Dapuntahyang turun ke pantai timur Sumatera di bukit Siguntang yang lambat laun menjadi kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim yang disegani pada saat itu. (ep2017)

Wisnu Baya Tenaya: Utsawa Dharma Gita Wahana untuk Meningkatkan Nasiionalisme

Pada Acara Pembukaan UDGN XIII, Selanjutnya Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Wisnu Bawa Tenaya bahwa Dharma Gita merupakan bagian dari Sad Dharma. Beliau juga menegaskan bahwa nasionalisme mutlak dimilikki oleh anak bangsa. UDGN jika dilakukan dengan baik maka akan memberikan manfaat yang besar ini wahana simakrama dengan menteri Agama, Gubernur, tokoh umat dan seluruh umat di Indonesia dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Ini menunujukkan keguyuban kita, rasa persatuan dan kesatuan. UDGN juga meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui Tattwa (filsafat), etika dan ritual (upacara). Mari kita bersama – sama meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia umat Hindu khususnya dan seluruh rakyat Indonesia agar semakin cerdas dan mampu membangun negeri ini menjadi lebih baik. Wisnu Bawa merasa bangga bahwa anak – anak sudah berani tampil pada ajang lomba UDGN XIII, tegas Wisnu Bawa Tenaya. 

Mari kita jadikan mereka anak yang suputra, generasi yang baik yang bisa melanjutkan kehidupan berbangsa dan benegara. Misi yang utama adalah cerdaskan anak – anak kita untuk menjadi generasi cerdik dan cendikia, Melaluui kegaiatn UDG ini berarti kita mau dan telah memahami, mempelajari kitab Suci Weda baik sruti Smerti, Itihasa dan Purana seperti Kitab Ramayana yang benar – benar ada nilai sejarahnya yang di dalamnya ada ajaran Asta Brata, ajajaran kepemimpinan/leadership Hindu. Tetapi dengan adanya kemjuan IPTEk seperti IT harus didasari keimanan dan sradha bhakti agar tidak mudah terprovokasi oleh berita HOAX dan hal – hal yang negatif lainnya. Wisnu Bawa Tenaya yang juga merupakan unit Kerja Presiden tentang Pembinaan idologi Pancasila berpesan pada generasi muda agar tidak ragu – ragu untuk mengibarkan sang saka merah putih di seluruh negeri ini. Kita harus tetap menghormati satu dengan lain walau berbeda suku agama ras dan golongan. Antara umat beragama harus saling menghormari, saling asah dan asuh. Saling membangun dan berfikir positif agar kita semua bargandengan tangan memajukan Indonesia. 

Mari Kita belajar memanajemen kegiatan UDGN ini dengan berpindah tempat agar kita saling mengenal saudara kita dari sabang sampai merauke. UDGN juga wahan pembumian Ajara Panca Gita, Seperti kita ketahui di setiap uapcara Panca Yajna seperti Piodalankita dengar suara kulkul, suara gamelan, kekidungan dan kakawin, kita dengan suara genta para pedand dan pinandita, dan suara mantra. Maka mari kita pelajari semua ini agar kita berjalan di jalan yang benar, jalan dharma. Right way and the right track yaitu di jalan agama. 

Terakhir Wisnu Bawa Tenaya mengajak peserta UDGN yang dating ke Kota Palembang dengan niat luhur penuh kejujuran, dan tekad bulat untuk melakukan yang terbaik menjadi juara dengan semangat sportif, sehingga meningkatkan kompetensi umat Hindu yang lebih baik. Mari kita pegang teguh Pancasila, Panca Sradha, Panca Pendawa, Panca Maha Bhuta agar rohani, rasa, rasio dan raga kita menjadi sehat untuk membangun negara ini, dukung program kerja pemerintah dalam memajukan negara dan daerah di Indoensia dan membangun kebersamaan, Dan Gunerur Sumatera Selatan telah merencanakan pembangunan 5 tempat ibadah di Komplek olah raga Jakabaring. Mari kita laksana kegiatan kegamaan di setiapa hari. Yang belum berhasil jangan berkeci hati, masih ada UDGN lagi, yang menang jangan jumawa atau merasa sombong. Terakhir Wisnu Bawa Tenaya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama, Gubernur Sumatera Selatan, dan Dirjen Bimas Hindu, Pangdam dan Kapolda yang mendukung kegiatan UDGN dan sangat peduli dengan umat Hindu.  (ep2017)

I Wayan Budha: Utsawa Dharma Gita Bisa Memperkuat Sradha dan Bhakti Umat Hindu

Bertempat di Wisma Atlit, Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada hari Kamis, 6 Juli s/d Senin, 11 Juli 2017, I Wayan Budha menyampaikan pesan sekaligus sambutan kepada semua peserta UDGN XIII Tahun 2017 di Kota Palembang. Adapun yang hadir pada acara pembukaan adalah Menteri Agama RI, Menteri UKM Deputi Provinisi dan pemasaran, Gubernur Sumatera Selatan dan Gubernur seluruh Indonsia, Dirjen Bimas Hindu, Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama RI, Bupati Musi Banyuasin dan walikota dari beberapa daerah, seluruh Ka-Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia, anggota dewan dan tamu undangan lainnya. 

Pada kesempatan itu, Drs. I Wayan Budha, M.Pd, selaku Ketua Panitia UDGN XIII menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya Wayan Budha menjelaskan arti dan makna Utsawa Dharma Gita sebagai festival/lomba nyanyian suci keagamaan Hindu yang berasal dari Kitab Suci Weda. Wayan bUdha juga menjelaskan jenis – jenis lomba yang jumlahnya ada 18 cabang lomba, pemeran kebudayaan, dan tirtha yatra di lokasi pendirian pura di antara 5 (lima) rumah ibadah dari agama lain di Jakabaring, kemudian sarasehan. 

Tujuan Penyelenggaraan UDGN kali ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran kitab suci Weda beserta sastra dalam upaya memperkokoh karakter bangsa. Tujuan kedua adalah meningkatkan sradha dan bhakti sbg landasan peningkatan pemahaman ajaran agama Hindu. Menjalankan persepsi ajaran Dharma Gita, melestarikan dan mengembangkan dharma Gita dan kearifan local dalam rangka membangun oeradaban dharma. 

Tema UDGN XIII dalah wahana penguatan pemahaman penghayatan dan pengamalan ajaran agama hIndu sebagai wujud revolusi mental. UDGN kali ini yang rencananya akan diikuti oleh 1651 peserta, pada realisasinya hanya 1511 dari 33 Provinsi. Panitia berjumlah 10 persen jadi 195 personel dari panitia 54 juri. Dana berasal dari DIPA Bimas Hindu, bantuan dari Pemprov, bantuan dari masyarakat Hindu (Lembaga agama.keagamaan, LPDG). (ep2017)

Dirjen Bimas Hindu Gelar UDGN XIII tahun 2017 di Kota Palembang

Bertempat di Wisma Atlit, Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada hari Kamis, 6 Juli s/d Senin, 11 Juli 2017, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggaran UDGN XIII. Acara diikuti oleh lebih kurang 1511 peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Dari Kepulauan Riau sendiri mengirimkan 66 (enam puluh enam) peserta dari semua cabang lomba ditambah 7 official lomba. Dari Provinsi Kepulauan Riau hadir Pembimas Hindu Kepri, Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Parisada Prov. Kep. Riau, Ketua Paruman Walaka Parisada Kepualuan Riau, WHDI Prov. Kep. Riau, WHDI Kota Batam, Ketua UKHB, Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita Prov. Kepulauan Riau dan roahaniawa, tokoh umat Hindu Prov. Kepulauan Riau.

Utsawa Dharma Gita berasal dari Kata Utsawa yang berarti Festival, Dharma yaitu kebenaran, dan “gita” yang artinya Nyanyian, jadi Utsawa Dharma Gita berarti Festival seni menyanyikan lagu – lahu suci keagamaan yang berisi ajaran dharma atau kebenaran yang bersumber dari Kita Suci Weda. Secara singkat Utsawa Dharma Gita adalah festival/lomba seni menyanyikan kitab suci Weda. Adapun tema kegiatan UDGN XIII ini adalah “Dengan Dharma Gita Kita Rawat Kebhinekaan untuk Kesatuan NKRI”. Ini dalah tema besar yang dicanangkan oleh Bimas Hindu. Lomba UDGN ini selain mencari juara dari masing-masing lomba juga untuk membangun kebersama dari semua etnis dan suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pengisi acara pembukaan dan penutupan UDGN XIII juga melibatkan orang dan artis local di Kota Palembang yang beragama agamanya. Ini adalah moment yang sangat baik untuk membuktikan bahwa kerukunan adalah harta yang sangat berharga di NKRI yang kita cintai ini. Kerukunan adalah investasi yang tiada tara di era sekarang ini, mengingat banyak sekali isu SARA baik di media cetak, elektronik, dan media sosial. Dirjen Bimas Hindu mengajak seluruh umat Hindu agar tidak mudah diadu domba oleh pihak tertentu yang mengatas namakan agama atau suku. Kita haru menjaga semangat kebhinekaan dalam wadah NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945.

Khusus Cabang Lomba Dharma Widya (Cerdas Cermat) ini adalah terakhir diadakan pada even lomba UDGN, karena mulai tahun 2019 cabang Lomba ini akan digabung ke even Lomba Jambore Pasraman Tahun 2019 yang rencananya akan diadakan di Bali. Hal ini didasari pertimbangan bahwa Dharma Widya (cerdas cermat) memang diikuti oleh siswa dari tingkat SD s.d SMA/SMK, sehingga ada penguatan karakter penyelenggaraan Jambore Pasraman yang semua pesertanya adalah siswa/siswi dari tingkat SD hingga SMA/SMK.

Di hari Pertama peserta dijemput di bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang di bawah koordinasi Leader Operation (LO) Provinisi Kepulauan Riau yang ditugaskan oleh Ditjen Bimas Hindu. Selanjutnya semua peserta dan official melakukan registrasi peserta di ruang sekretariat, Wisma Atilit, Jakabaring.

Selanjutnya Dirjen Bimas Hindu yang dalam hal ini diwakili Oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu membuka pameran seni budaya dan kerajinan tangan di sebelah gedung Main Dinning Hall, Wisma Atlit. Dalam pameran itu ditampilkan semua foto kegiatan Utsawa Dharma Gita dari masing – masing provinsi di Indonesia. Di samping itu juga ditampilkan stand pameran kerajinan tangan hasil karya setiap provnsi. Acara dilanjutkan dengan Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Juri. Dewan Juri juga disumpah untuk memberikan penilaian secara obyektif. Acara dialanjutkan dengan gladi bersih upcara pembukaan dan defile peserta masing – masing Provinsi yang diwakili 2 (dua) orang peserta, karena pada sesi difile nanti hanya ada 2 (dua) peserta yang tampil, pura dan putri dengan memakai busana daerah masing – masing provinsi.

Pada malam harinya dilaksanakan technical meeting UDGN XIII bertempat di Hotel Oppi yang jaraknya tidak jauh dari Wisma Atlit. Karena kapasitas ruang ballroom Hotel Ovi yang terbatas, official hanya dibatasi 3 (tiga) orang saja untuk setiap provinsi. Kegiatan ini membicarakan teknis lomba dan mendengarkan aspirasi dari masing – masing official. Setelah mencapai kata sepakat barulah diadakan pembagian nomor undian untuk semua cabang lomba. Mengingat padatnya acara UDGN pada hari Jumat, 7 Juli 2017 nanyi, maka disepakati hanya 10 (sepuluh) peserta saja yang tampil sisanya dilanjutkan pada hari Sabtu, 8 Juli 2017 kecuali cabang lomba Dharma Widya, karena sistemnya pada sesi babak penyisihan ada 4 (empat) regu yang tampil, kemudian besoknya masuk pada babak semi final dan final untuk mencari juara 1, 2 dan 3.


Pada hari Jumat 7 Juli 2017 diawali lomba dari semua cabang lomba dari nomor urut 1 s/d 10. Adapun cabang lomba pada UDGN XIII ini adalah Utsawa Sloka anak-anak, Utsawa Sloka Remaja, Utsawa Sloka Dewasa, Utsawa Palawakya Remaja, Utsawa Palawakya Dewasa, Utsawa Kekawin Remaja dan Dewasa, Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia Anak-anak Putra, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia Anak-anak Putri, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia Remaja Putra, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia Remaja Putri, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia Dewasa Putra, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia Dewasa Putri, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Inggris  Remaja dan Dewasa, Utsawa Menghafal Sloka Anak-anak, Remaja dan Dewasa, dan Utsawa Dharma Widya (cerdas cermat) SD, SMP dan SMA, total ada 18 (delapan belas) cabang lomba. Pada malam harinya dilangsungkan upacara pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI.

Di hari ketiga dilanjutkan dengan lomba dari nomor tampil yang tersisa. Sehabis lomba dewa juri memberikan pembinaan dan pengarahan kepada semua peserta. Khusus cabang lomba dharma wacana dewan juri menegaskan bahwa dharma wacana keagamaan sangat berbeda dengan pidato dan orasi. Dharma ada batasan moral dan etis karena membawakan ajaran dan pesan dharma kepada umat jadi harus dibawakan dengan santun. Judul yang dipilih harus sesuai dengan tema yang dipilih. Setelah semua lomba selesai dewan Juri mengadakan sidang untuk menetapkan juara antar lomba dan juara Umum

Pada hari Minggu, 9 Juli 2017 diadakan acara tirtha yatra atau berkunjung ke tempat suci, sekaligus Ground Breaking atau peletakan batu pertama Pembangunan Pura di Komplek Olah Raga Jakabaring oleh Dirjen Bimas Hindu dihadiri Kepala Biro Kesra Pemprov Sumatera Selatan, Ketua PHDI Pusat dan PHDI Sumatera Selatan serta pejabat dari seluruh provinsi di Indonesia. Rencananya Pura ini dibangun dengan konsep tertutup atau ada atapnya. Pura ini bernama Pura Kahyangan Swarna Dipa. Ini bentuk perhatian Permprov Sumatera Selatan untuk memfasilitasi atlit dari semua agama untuk beribadah yang pada akhirnya akan meningkatkan Tri Kerukunan Umat Beragama di Kota Palembang pada khususnya. Tujuan Tirtha yatra selanjutnya ada Pura Agung Sriwijaya yang terletak di Kota Palembang.

Acara selanjutnya adalah Sarasehan atau musyawarah Umat Hindu, ketua Lembaga Keagamaan, para tokoh unat Hindu. Dalam acara serasehan ini dibicarakan isu - isu terkini tentang Pendidikan dan Kebudayaan serta evaluasi pelaksanaa UDGN XIII di Palembang. Agenda serasehan yang lain adalah evaluasi pelaksanaan UDG, membicarakan konsep pelaksanaan UDGN di masa yang akan dating serta memilih tuan rumah UDGN XIV tahun 2020. Opsi pertama jatuh pada provinsi Papua, opsi kedua Provinsi Maluku, dan opsi ketiga jatuh pada Provinsi Kalimanta Tengah. Tampil sebagai narasumber pada acara itu adalah Dr I nyoman Yoga Segara, M.Hum dengan materi Semesta Budaya untuk Nasionalisme. Mengawali pembicaraannya, Yoga Segara menyatakan bahwa secara fenomenologic manusia adalah makhluk sosial. Dalam ilmu sosial budaya manusia adalah makhluk yang terikat kontrak sosial pada suatu negara yang menyebabkan manusia disebut Sosio Relegius. Manusia Hindu harus menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara dengan penuh tanggung jawab. Budaya diciptakan oleh manusia. Dengan budaya, nasionalisme bisa dibentuk seperti budaya disiplin, kerja keras, semangat juang dan budaya positif lainnya, Mencintai budaya bangsa sendiri berarti cinta tanah air Indonesia.

Pada hari terakhir dilakukan Pengisian angket kuisioner kepuasan Penyelenggaraan UDGN XIII yang diadakan oleh Tim Zona Integritas Ditjen Bimas Hindu. Penyelesaian administrasi dan peserta kembali ke daerah masing – masing. (ep2017)

Selasa, 04 Juli 2017

Malam Perpisahan dengan Drs. H. Zulkifli Aka

Bertempat di Saung Sunda Sawargi, Batam Center, Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Batam dan lembaga kegamaan Hindu Lainnya menggelar acara Lepas sambut Kepala Kantor yang lama, Drs. H. Zulkifli Aka, M.Si dengan umat Hindu Kota Batam. Acara juga dihadiri oleh Sesepuh umat, ketua Paruman Walaka Parisada Prov. Kepulauan Riau, I Wayan Catra Yasa dan Pengurus Parisada Prov. Kepulauan Riau, I Ketut Artha, Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu, WHDI Prov. Kepri, WHDI Kota Batam, BOP Agung Amertha Bhuna Kota Batam, UKHB pasraman Jnana Sila Bhakti, DPP Peradah Kepri, dan sesepuh/tokoh umat.

Pada kesempatan itu umat Hindu Kota Batam yang diwakili oleh Ir I Dewa Made Yudha Dewa selaku ketua Panitia yang juga Ketua Parisada Kota Batam menyampaikan ucapan terima kasih atas pembinaan dan perhatian yang diberikan oleh Pak H. Zulkifli kepada umat Hindu di Kota Batam. I Dewa Yudha Dewa juga mengatakan bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Pensiun bukan berarti hubungan kepala kantor berakhir dengan umat Hindu. Kita bisa tetap menjalin hubungan yang harmonis dengan Pak H. Zulkifli.

Sebelas dua belas dengan Ketua Parisada Kota Batam, I Wayan Catra Yasa juga mengucapkan terima kasih kepada Zilkifli Aka atas hubungan baik yang terjalin selama ini dengan umat Hindu. Pak Zilkifli merupakan tokoh bhinneka tunggal ika yang pluralism tidak membeda-bedakan agama, suku, ras dan golongan di Kota Batam. Beliau mengayomi semua masyarakat umat beragama di Kota Batam salah satunya agama Hindu. Di Masa depan Wayan Catra mengajak Umat Hindu untuk menjalin hubungan yang harmonis antara umat beragama dengan pemerintah khususnya Kementerian Agama sebagai bentuk penerapan Tri Kerukunan Umat Beragama di Kota Batam.

Selanjutnya Zulkifli Aka juga menyampaikan kata sambutan. Beliau mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama umat Hindu Batam dalam membangun kota Batam di bidang agama. Batam adalah Bandar dunia yang madani, maka sudah saatnya kita menjadikan kerukunan sebagai modal berharga di kota Batam. Jika ingin Batam maju maka jagalah kerukunannya. Selanjutnya Ibu Zulkifli Aka selaku Ketua Dharma Wanita Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang lama menyerahkan Jabatan Ketua Dharma Wanita kepada Ibu Sarbaini.

Kesempatan terakhir adalah sambutan Drs. H. Sarbaini, S.Ag selaku Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Dalam sambutannya Haji Sarbaini mengajak umat Hindu Kota Batam untuk meneladani kinerja Pak Zulkifli Aka yang tidak kenal lelah memberikan pembinaan. Beliau juga meminta dukungan kepada umat Hindu dan tokoh rohaniawan di Kota Batam dalam memebangun Batam di bidang agama. Lembaga agama adalah stake holder Kementerian Agama.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan piagam penghargaan secara massal oleh semua umat Hindu Kota Batam yang hadir pada kesempatan itu sebagai penghargaan atas jasa – jasa beliau dalam membina umat Hindu di Kota Batam. Dilanjutkan dengan pemberian kenang – kenangan, foto bersama, makan malam bersama dan penutupan. (ep2017)


Pembimas Hindu Gelar Kegiatan Dharma Camp Guru Pasraman Agama Hindu Tahun 2017

Setelah sukses menggelar Kegiatan TOT Guru Pasraman Agama Hindu, kini Pembimas Hindu kembali menggelar kegiatan serupa tetapi dengan tema yang berbeda yaitu Dharma Camp Guru Pasraman Agama Hindu yang bertempat di Hotel Hermes Agro, Kabupaten Bintan, tanggal 23 s/d 25 Juni 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 30 peserta dari Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batam dan 10 dari Pasraman Brahma Widya Satwika, Kabupaten Bintan. Hadir Penyelenggara Hindu dan Penyelenggara Buddha pada Kantor kementerian Agama Kota Batam sebagai moderator pada kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya ketut Suardita di Pura Girinatha Puncaksari Bintan menegaskan bahwa Guru Pasraman Agama Hindu harus memilikki semangat dan pengabdian yang tinggi di pasraman. Kita harus bisa menjadi contoh yang baik. Ketut mengharapkan agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta menerapkannya dalam suasana pembelajaran di pasraman. Adapun tema kegiatan ini adalah Melalui Kegiatan Dharma camp 2017 Guru Pasraman Agama Hindu Prov. Kepulauan Riau Kita Tingkatkan Rasa Persaudaraan, dan Berdedikasi dalam Bingkai NKRI, tegas Ketut mengakhiri sambutannya. Pada hari Sabtu, 24 Juni 2017 pagi hari, peserta Dharma Camp mengikuti kegiatan Yoga Asanas yang dipandu oleh Made Karmawan, Guru Agama Hindu Kota Batam. Kegiatan Yoga selain menyehatkan badan juga sangat baik untuk kesehatan mental kita tegas Made Karmawan mengakhiri pembicaraannya.

Adapun narasumber pada kegaiatan ini berasal dari Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau sebanyak 1 orang. Dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat sebanyak 1 orang, dari Parisada Prov. Kepulauan Riau sebanyak 1 orang, dan dari Polres Kabupaten Bintan sebanyak 1 orang. Pembimas Hindu menyampaikan Pola Pembinaan Siswa Pasraman, kemudian dari Polres Bintan menyampaikan Bhinneka Tunggak Ika. Berbeda dengan narasumber sebelumnya. Kali ini KS Arsana yang merupakan narasumber dari Jakarta menyampaikan Pola Pembinaan Siswa Pasraman dengan motode Quantum Learning atau metdoe praktik langsung. Terakhir I Wayan Catra Yasa menyampaikan materi dengan topik Pola Manajemen Pendidikan di Pasraman.

Pada hari Minggu, 25 Juni 2017, peserta mengikuti kegiatan Outbond di Gunung Bintan yang memilikki ketinggian 200m di atas permukaan air laut. Kegiatan ini selain untuk menyehatkan badan juga untuk melatih peserta menghadapi tantangan dan meningkatkan wawasan lingkungan, kecintaan terhadap flora dan fauna. Setelah berhasil mendaki gunung Bintan, peserta mengikuti persembahyangan bersama di Puncak Gunung Bintan.


Menurut Eko selaku Penyelenggara Hindu, kegiatan ini sangat positif sekali untuk mengurangi kejenuhan guru saat mengajar di pasraman. Perlu penyegaran pikiran kepada guru yang mengajar di pasraman. Setelah kegiatan Dharma Camp Guru Pasraman maka akan disusul kegiatan Dharma Camp Siswa Pasraman yang akan dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2017, tegas Eko di akhir-akhir pembicaraannya. (ep2017)

Rabu, 07 Juni 2017

Pasraman Kilat Siswa – Siswi Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batam

Bertempat di Pura Agung Amertha Bhuana, pada tanggal 6 sampai dengan 8 Juni 2017, Pasraman Jnana Sila Bahkti mengadakan Kegiatan Pasraman Kilat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi liburan siswa – siswi yang beragama Hindu di Kota Batam dan untuk menguatkan sradha siswa – siswi yang beragama Hindu. Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa dari tingkat PAUD sampai dengan SMA/SMK.

Kegiatan diisi dengan Persembahyangan bersama dilanjutkan doa bersama sebagai upaya pengenalan mantra Weda dan pembumian ajaran Weda oleh Jro Mangku Putu Satria Yasa dan Jro Mangku Agung Arief Suryanatha. Setelah itu siswa di arahkan sesuai dengan tingkatanya. Untuk tingkat SMP dan SMA di utama mandala. Tingkat SD dipusatkan di aula, sedangkan siswa PAUD dipusatkan di ruang belajar PAUD. Tetapi di hari kedua dan ketiga akan ditukar tempatnya agar inovatif dan siswa tidak jenuh.

Untuk siswa PAUD mereka dipandu oleh Siswanti dan Rinawati. Mereka diajak untuk mewarnai gambar Dewa Ganesha sebagai upaya mengenalkan Dewa Ganesha pada siswa PAUD. Ganesha adalah dewa kecerdasan dan penghalau segala rintangan. Untuk tingkat SD kelas 1 sampai dengan kelas 3 dipandu oleh Resi Deepsiani, Putu Desy, Komang Wartina, Katmiartik dan lainnya.  Mereka diberi tugas dikusi. Untuk tingkat SD kelas 4 sampai dengan 6 dipandu oleh Putu Suardika dan timnya. Mereka diberi tugas mewarnai gambar dewa beserta  tugas dan fungsinya. Untuk tingkat SMP dan SMA dipandu oleh Eko Prasetyo,  Made Karmawan, I Gusti Ayu Laksmi dan Endang Daryanti. Di hari pertama, siswa SMP dan SMA diajak untuk menguasi jiwa kepemimpinan melalui dinamika kelompok, problem solving, menggambar simbol pada bendera lalu menjelaskan maknanya dan membuat yel – yel. Terkahir mereka presentasi hasil diskusi kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk jiwa kepemimpinan, peningkatan soft skill dan kerjasama tim. Ilmu ini akan bermanfaat kelak setelah mereka dewasa nanti.

Di hari kedua hampir sama dengan hari pertama. Hanya saja khusus SMP dan SMA di hari kedua mereka lebih banyak diskusi di ruang kelas dan mengambil nilai – nilai dharma dalam video film dasa Awatara Wishnu ke dunia. Untuk siswa  PAUD dengan materi game yang mengasah otak,  sedangkan siswa SD diisi dengan materi game dan kerjasama tim. Di hari ketiga, Kamis, 8 Juni 2017 materi akan diisi dengan Yoga asanas yang dipandu oleh Made Karmawan.

Ditemui secara terpisah, I Made Kasa Astawa selaku Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti menyatakan bahwa kegiatan ini bersifat wajib dari siswa PAUD sampai dengan siswa kelas XI. Tujuan kegiatan ini di samping untuk mengisi liburan juga untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan peserta. Made mengatakan bahwa kegiatan ini mengacu pada Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yang meliputi tattwa, etika dan upakara.  Jadi siswa pasraman nanti akan belajar Etika, Ritual dan upakara. Di segi etika maka siswa akan dibentuk jiwa leadership, kerja sama tim dan problem solving. Dari segi ritual maka siswa akan belajar membuat banten yang paling sederhana seperti canang sari. Di segi tattwa maka guru pembimbing akan menyelipkan makna filosopis dari apa yang siswa lakukan. ”Pokoknya siswa akan senang dan rugi kalau tidak datang, intinya kegiatan ini adalah fun in dharma, tegas Made mangakhiri pembicaraannya.


Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali terutama bagi siwa, dan juga bagi guru, orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk pembentukan karakter, meningkatkan sradha dan bhakti siswa, meningkatkan cinta kepada Hindu dan cinta kepada NKRI, menumbuhkan kebersamaan dan jiwa kepemimpinan. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.  Kegiatan ini harus berkesinambungan setiap tahunnya dengan nuansa yang lebih inovatif agar siswa tidak jenuh. (ekoprasetyo2017)

Minggu, 04 Juni 2017

TOT Guru Pasraman Agama Hindu 2017 Kanwil kemenag Kep. Riau


Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Guru Pasraman Agama Hindu Tahun 2017 dari tanggal 2 Juni sampai dengan 4 Juni 2017 di Aula Pasraman Jnana Sila Bhakti, Pura Agung Amertha Bhuana, Kota Batam. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri 35 orang dari Pasraman Jnana Sila Bhakti dan 5 orang dari Pasraman Brahma Widya Sattwika, Bintan. Peserta kegiatan ini beragam latar belakang mulai dari guru Pasraman, guru ekstrakurikuler pasraman, Guru PAUD dan Pembina Pasraman.

Acara ini diawali dengan Upacar Pembukaan. Purwadi menyampaikan sambutan selaku Ketua Panitia. Purwadi menyampaikan beberapa hal pokok. Menurut Purwadi, dasar dari kegiatan ini adalah keputusan Ka-Kanwil Kemenag Kepri Nomor 333 Tanggal 23 Mei 2017 tentang Pembentukan Panitia, Pesertra, moderator, dan narasumber kegiatan TOT Guru Pasraman Agama Hindu. Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas Guru Pasraman Agama Hindu dan berdedikasi tinggi terhadap tugas dan jabatannya, menambah wawasan dan Ilmu Pengetahuan dalam proses belajar dan mengajar, dan meningkatkan edukasi guru dalam penerapan kurikulum tahun 2013. Purwadi juga menerangkan tema dari kegiatan ini yaitu Melalui Kegiatan TOT Guru Pasraman Agama Hindu Prov. Kepulauan Riau Kita tingkatkan kualitas SDM Guru Agama Hindu yang handal, berkualitas Melalui Empat Pilar Kebangsaan.

Pada kesempatan pertama adalah Kepala Kantor Wilayah kemenag Kepri dengan materi Peningkatan Kualitas Guru Agama Hindu Melalui Empat Pilar Kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinekka Tunggal Ika dan NKRI. Narasumber yang kedua adalah kepala Dinas Pendidikan Prov. Kep. Riau dengan materi Peranan Dinas Pendidikan Dalam Peningkatan Kualitas SDM Guru Agama Hindu. Narasumber yang ketiga adalah Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Kepri dengan materi Swadharma Guru Agama Hindu dalam mewujudkan Pendidikan Karakter. Yang terakhir adalah Praktisi Pendidikan Agama Hindu dengan materi Implementasi Model – Model Pembelajaran Kurikulum 2013.  Segala biaya penyelenggaraan Kegiatan ini dibebankan kepada DIPA Bimas Hindu Kanwil Kemenag Kepri, papar Purwadi mengakhiri sambutannya.

Selanjutnya Ketut Suardita dalam Sambutan pada acara pembukaan TOT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua Guru Pasraman yang telah tulus ikhlas mengabdikan diri di pasraman. Ketut juga menyampaikan bahwa di Prov. Kepulauan Riau hanya memilikki 1 orang Guru PNS saja. Jumlah ini sangat kurang dibandingkan jumlah siswa beragama Hindu. Untuk itu mereka akan belajar di Pasraman, maka dari itu semua guru harus membantu mendidikan siswa kita. Ketut berpesan agar semua peserta mengikuti seluruh rangkaian kegaiatan dari awal sampai selesai, tegas Ketut mengakhiri samburannya sekaligus membuka acara ini secara resmi.


Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama bagi guru Pasraman Agama Hindu karena dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan Guru dalam Proses Belajar Mengajar di Pasraman. Setelah kegiatan ini diharapkan Guru Pasraman Agama Hindu dapat menerapkannya di pasraman, tegas Ketut Suardita mengakhiri sambutannya pada acara penutupan kegiatan TOT Guru Pasraman Agama Hindu Tahun 2017. (ekoprasetyo2017).

Jumat, 02 Juni 2017

Penyelenggara Hindu Kemenag Kota Batam Hadiri Seminar Nasional Pariwisata dan Kemaritiman di gedung Bank Indonesia Kepualuan Riau


Pada hari Sabtu, 23 April 2017 Bertempat di Aula BI Kepri di Batam, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Alumni (IKA) Universitas Andalas (UNAND) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bekerjasama dengan Bank Indonesia Kepri mengadakan Seminar Nasional Industri Pariwisata dan Maritim Indonesia dengan tema Industri Pariwisata dan Maritim sebagai Sumber Ekonomi Baru yang Berkelanjutan dan Inklusif. Seminar ini dilaksanakan bersampena dengan Musyawarah Daerah III IKA UNAND Prov. Kepuluan Riau. Acara diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang beragam latar belakang mulai dari ASN, para praktisi bidang perbankan, kepariwisataan, mahasiswa, awak media dan juga masyarakat umum. Hadir pada kesempatan itu menpan RB RI Dr. Asman Abnur, SE, M.Si,  Gubernur Prov. Kepulauan Riau, gubernur Kepri, Pejabat Bank Indonesia Kepulauan Riau, Perwakilan Universitas Andalash, Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, mahasiswa dan umum.

Ahmad Mipon selaku Ketua IKA UNAND Kepri, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting salah satunya bahwa pelaksanaan seminar nasional ini sebagai wujud kepedulian terhadap pembangunan di sektor pariwisata dan maritim terutama di wilayah Kota Batam, dan Kepulauan Riau pada umumnya.
Kemudian Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri dalam sambutannya menegaskan bahwa sector Industri pariwisata dan maritim bukanlah industri yang baru kita kenal. Apalagi dI Kepulauan Riau kita mempunyai potensi yang besar, karena Kepulauan Riau adalah wilayah Kepualauan yang terbesar di Indonesia jika dibandingkan provinsi lainnya, tegas Nurdin di tengah – tengah sambutannya. Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi Kepri dan Indonesia. Maka dari itu, keduanya harus digarap dengan optimal.

Tampil sebagai Keynote speaker pada acara seminar itu adalah Asman Abnur selaku MenPAN-RB yang merupakan salah satu alumni Universitas Andalash dan juga Ketua Umum IKA UNAND. Asman Abnur manyatakan bahwa Pembangunan di bidang Pariwisata dan maritim harus didukung kinerja aparatur sipil Negara (ASN) yang baik. Ke depan semua ASN harus memilikki inovasi kinerja yang baik. Yang tidak berintegritas dan berinovasi akan tertinggal dengan sendirinya dalam persaingan di era modern. Di masa depan penerimaan ASN akan dilakukan secara ketat guna mencari hasil yang terbaik. ASN harus memilikki kompetensi dibidanngnya. Sebagai contoh kepala Dinas Perhubungan Darat yan harus dari lulusan STTD bukan dari lulusan Pendidikan Agama. Negara akan memikirkan kesejahteraan ASN jika mereka berkinerja dengan baik untuk memajukan bangsa dan Negara ini. Jika ASN maju maka niscaya pembangunan akan berjalan dengan lancar.

Pembicara pada acara seminar itu adalah Deputi Kementerian Pariwisata RI, Deputi Kementerian Koordinator Kemaritiman RI dan Ketua Umum DPP ASITA Asnawi Bahar. Narasumber dari Kementerian Pariwisata RI menyampaikan materi Transformasi Ekonomi Indonesia Melalui Sharing Economy Maritim, Sedangkan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman RI menyampaikan materi dengan topik Peran Pariwisata Perekonomian Global. Terakhir adalah dari Ketua Umum DPP ASITA menyampaikan Sebuah topik yaitu Perkembangan dan daya Saing Pariwisata Indonesia. Peserta begitu antusias terutama dari kalangan akademisi.
Setelah Seminar selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan Musyawarah Daerah (Musda) IKA UNAND III untuk memilih ketua dan pengurus IKA UNAND yang baru.

Acara ini sangat positif dan bermanfaat untuk menggali potensi lebih dalam kemaritiman dan pariwisata di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau. (ep2017)





Kamis, 01 Juni 2017

Sosialisasi PBM Nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006 dan Pengukuhan Dewan Pendidikan serta Forum Pembauran Kebansaan Kota Batam

Bertempat di Hotel crown Vista Kesbangpol kota Batam, pada tanggal 23 Mei 2017 Pemkot Batam menyeklenggarakan kegiatan Sosialisai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan nomor 8 Tahun 2006 perihal Pedoman pelaksanaan tugas Kepala daerah dalam memeliharan kerukunan umat beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah. Hadir pada kesempatan itu Kepala Kesbangpol Kota Batam, Kasi Pendidikan Keagamaan Islam kantor Kementerian Agama Kota Batam, Penyelengagra Hindu Kantor kementerian Agama Kota Batam, Pejabat di Lingkungan Pemkot Batam, Para Camat, dan lurah se- Kota Batam. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala kesbangpol dan dilanjutkan pada acara inti yaitu sosialisasi PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.

Tampil sebagai pembicara pada kesempatan itu yaitu H. Zulkarnain Umar selaku Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Dalam penyampaiannya Zulkarnain Umar mengajaka masyarakat kota Batam untuk memelihara kerukunan dan mengedepankan musyawarah mufakat jika timbul masalah di akar rumput. Hal serupa juga disampaikan oleh narasumber kedua dari Kesbangpol yang menegaskan bahwa Masyarakat Kota Batam harus hidup rukun, karena jika Batam damai maka pembangunan di Kota Batam akan berjalan lancar. Investasi ke kota Batam akan semakin besar.

Pada malam harinya Walikota Batam melantik Pengurus FKUB Kota Batam dan Forum Pembauran Kebangsaan periode 2017 – 2022. Dari Agama Hindu diwakili oleh Drs. I wayan Catra Yasa, MM. Dalam sambutannya Rudi selaku Walikota Batam menegaskan bahwa FKUB Kota Batam mempunyai tugas yang sangat berat karena harus menjadi contoh dan pelopor kerukunan di Kota Batam. Kerukunan adalag asset yang sangat berharga dan mahal, karena jika Btaam aman dan rukun maka investasi akan meningkat di Batam. Rudi juga berpesan kepada pengurus Forum Pembauran Kebansgaan agar mengakomodir semua suku yang ada di kota Batam, ciptakan suasana damai bagi semua suku yang ada di kota Batam, jika ada masalah maka FPK bertugas sebagai mediatornya. Walikota Batam juga melantik Dewan Pendidikan Kota Batam periode 2016 – 2021. Tugas berat Dewan Pendidikan Kota Batam sudah di depan mata yaitu menyelesaikan permasalahan penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2017 – 2018 di Kota Batam. (ep2017).


Bimas Hindu menyambut kunjungan Bupati Jembrana, Bali

Bertempat di Pura Agung Amertha Bhuana, pada hari Jumat, 26 Mei 2017 Bupati Kabupaten jembrana, I Putu Artha, SE, MM dan Wakil Bupati Kab. Jembrana, I Made Kembang Hartawan, SE, MM beserta jajarannya, 5 orang Camat di Wilayah Kab. Jembrana, Kabag Inspektorat, Kabag Humas, 10 orang lurah, dan 41 Kepala Desa (Perbekel) serta Ibu – Ibu yang tergabung dalam WHDI Kab. Jembrana melakukan kunjungan sekaligus memberikan pembinaan kepada umat Hindu di Kota Batam. Hadir dan turut menyambut rombongan pada kesempatan itu yaitu Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, I Wayan jasmin selaku Ketua Parisada Prov. Kep. Riau, Ketua BOP Agung Amertha Bhuana, I Dewa made Yudha Dewa selaku Ketua Parisada Kota Batam, Ketua WHDI Kota Batam dan Prov. Kep. Riau dan ketua Lembaga Agama  kegamaan Hindu se- Kepri.

Pada kesempatan pertama Penyelenggara Hindu memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada rombongan. Dilanjutkan dengan selayang pandang Pura Agung Amertha Bhuana yang disampaikan oleh Ir. Wayan jasmin selaku Ketua parisada Kep. Riau perihal sejarah Pura Agung Amertha Bhuana dan Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batam.

Pada Kesempatan berikutnya adalah sambutan Bupati Kab. jembrana yaitu I Putu Artha, SE, MM . Dalam sambutannya Bupati Jembrana mengajak umat Hindu di luar Bali untuk tetap menjaga dan mengdalikan perilaku, perkataan di tanah perantauan. Bupati juga menghimbau agar umat mampu menahan diri untuk tidak terpancing terhadap isu – isu SARA yang marak belakangan ini. “Kita yang minoritas harus menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan umat Bergama baik intern maupun ekstern”, tegas Bupati mengakhiri sambutannya.


Acara diakhiri dengan penyerahan dana punia dari rombongan Umat Hindu Kabupaten jembrana yang dserahkan langsung oleh Bupati Jembrana kepada I Gusti Ngurah Brunayasa selaku Ketua Badan Otorita Pura Agung Amertha Bhuana (BOP) Kota Batam. Dari BOP juga menyerahkan souvenir kepada rombongan yang diterima langsung oleh Bupati Kab. Jembrana. (ep2017)

Pembinaan Siswa Pasraman Tahun 2017 di Kota Batam

Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam pada hari Kamis, 25 sampai dengan Jumat, 26 Mei 2017, Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam menyelenggarakan kegiatan Pembinaan SIswa Pasraman. Acara diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari Siswa tingkat SMP dan SMA yang beragama Hindu se- Kota Batam. Peserta yang terpilih ini adalah juga sebagai siswa Pasraman Jnana Sila Bhakti yang merupakan sekolah minggu Hindu non Formal di Kota Batam. Peserta ini juga akan maju mewakili Prov. Kepulauan Riau untuk maju di festival Seni Baca Kitab Suci Weda yaitu Utsawa Dharma Gita tingkat Nasional ke-13 di Kota Palembang pada builan Juli nanti.

Adapaun tema kegiatan ini adalah “Melalui Kegiatan Pembinaan Siswa Pasraman 2017 di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Batam Kita Tingkatkan Kompetensi Diri menghadapi era MEA”. Dari Tema ini jelas bahwa siswa pasraman sebagai generasi muda dituntut untuk meningkatkan kualitas diri menghadapi era MEA. Siswa juga dituntut untuk menguasai IPTEK, meningkatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, memilikki ketrampilan, keahlian, kompetensi dan juga soft skill.

Acara diawali dengan sambutan ketua panitia yang disampaikan oleh Magdalena Silfia. Magdalena mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang berusaha mewujudkan umat Hindu yang cerdas, taat beragama, sejahtera, berakhlak mulia menuju Batam Bandar sebagai Bandar dunia yang madani berlandaskan gotong royong. Kegiatan ini juga untuk membentuk karakter siswa dan memberi pembekalan menghadapi tantangan kehidupan sehari-haru dan tantangan jangka panjang yaitu era Masayarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pada sesi paparan materi, Haji Zulkifli selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam berpesan agar siswa Hindu haru menguasai IPTEK dan juga belajar ilmu agama sebagai penyeimbang. Ilmu pengetahuan tanpa agama akan membawa kehancuran bagi pemiliknya. Sudah banyak contoh penyalahgunaan kemajuan IPTEK yang berakhir dengan bencana jika ilmu tidak didasari dengan agama yang benar. Dan saat ini penting bagi siswa pasraman adalah mengahayati dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila.

Haji Sarbaini selaku Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama juga berpesan kepada siswa pasrmaan agar mampu bersaing di dunia nyata. Genarasi muda jangan mudah tergoda narkoba, pergaulan bebas, game dan lain sebagainya. Cara mudah menghancurkan suatu bangsa adalah menghancurkan generasi mudanya melalui budaya pergaulan bebas, narkoba, game dan lain sebagainya. Dan itu sedang dilakukan oleh asing kepada negara kita. Maka siswa pasraman harus mengisi kegiatan sehari – hari dengan aktivitas yang positif di samping juga peningkatan kualitas diri.

I Wayan Catra Yasa selaku Ketua Paruman Walaka Parisada Prov. Kepulauan Riau juga berharap agar siswa pasraman mampu melakukan upgrade Diri. Siswa Pasraman harus tahan banting di samping juga mempunyai budi pakerti yang luhur.

Ketut Suratha Arsana selaku narasumber dari Jakarta yang juga merupakan pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat menyempaikan materi dengan metode yang berbeda. KS Arsana mengajak peserta untuk bermain game atau dinamika kelompok. Dari permainan ini peserta akan menemukan masalah dan memecahkan masalah, Tujuannya sederhana, bahwa generasi muda tidak boleh lari dari masalah, tetapi justru bagaimana kita menemukan masalahnya.

Pada keesokan harinya tepatnya pada hari Jumat 26 Mei 2017 Eko Prasetyo selaku penyelenggara Hindu Kemenag Kota Batam juga memberikan pembekalan kepada semua peserta dengan menggunakan metode praktik, pemberdayaan otak kanan dan otak kiri dan metode analisis SWOT untuk menghadapi era MEA. Eko mengajak semua siswa agar menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri dengan cara belajar sambil bermain musik, melukis, agar siswa tidak merasa bosan. Kita semua tahu bahwa otak kiri mewakili logika, angka dan matematika dan otak kanan mewakili keindahan, seni dan mimpi. Jadi kita harus seimbang dalam menjalankan hidup ini.

Dilanjutkan dengan paparan materi dari Made Karmawan selaku Guru Agama Hindu yang menerangkan Materi Dinamika kelompok dan Problem Solving. Metodenya hampir sama dengan narasumber sebelumnnya, hanya saja Made Karmawan menggunakan media yang berbeda. Made mengajak siswa untuk mengamati pembuatan canang sari dan mengalisa manfaat dan fungsinya dalam pemujaan kepada Tuhan.

Terakhir Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepuluan Riau menyampaikan paparan materi terkait penguatan Sradha dan Bhakti siswa pasraman. Seorang siswa harus memilikki keimanan yang kuat kepada Tuhan dan Agama Hindu di era modern seperti ini. Demikian penjelasan Ketut Suardita mengakhiri materinya sekaligus menutup acara ini secara resmi.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa pasraman karena di samping materi yang berkualitas juga ada pembentukkan karekater di dalamnya. Siswa diajarkan untuk mandiri dan bekerja keras. (ep2017)