Selasa, 27 Februari 2018

Tim Zona Integritas Kemenag Kota Batam Berkunjung ke Kemenag Kota Pekabaru


Pekanbaru-Bertempat di Kantor Kementeria Agama Kota Pekanbaru, Tim Zona Integritas kantor Kementerian Agama Kota Batam mengadakan Konsolidasi dan kunjungan ke Kantor kementerian Agama Kota Pekanbaru. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kan Kemenag Kota Batam, Kasubbag Tata Usaha pada Kan Kemenag Kota Batam, Kasubbag Tata Usaha Kan Kemenag Kota Pekan Baru sekaligus Ketua Tim Pembangunan Zona Intgeritas kemenag Kota Pekanbaru, Penyelenggara Hihdu Kan Kemenag Kota Batam, Perencanaan pada Kan Kemenag Kota Batam dan Tim Pembangunan Zona Integritas kantor Kementeri an Agama Kota Pekanbaru.

Sesuai dengan hasil penilaian mandiri Zona Integritas tahun 2017, bahwa Tim Pembangunan Zona Integritas mendapat nlai 100. Maka dari itu dipandang perlu melakukan konsolidasi Zona Integritas ke Kantor kementerian Agama Kota Pekanbaru.

Maksud dari Kegiatan Melaksanakan Konsolidasi dan Kunjungan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kota Batam ke Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru ini adalah  dimaksudkan untuk Melakukan Kegiatan Konsultasi dan Koordinasi sejauhmana pelaksanaan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru.
Adapun ruang lingkup dari kegiatan Konsolidasi dan Kunjungan Zona Integritas ini adalah paparan pelaksanaan Zona Integritas oleh Ketua Tim Zona Integritas Kementerian Agama Kota Pekan Baru, diskusi dan tanya Jawab, observasi lapanngan, melihat secara langsung pelaksanaan pembangunana Zona Integritas, dan permintaan data dan informasi pelaksanaan Zona Integritas.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Konsolidasi dan Kunjungan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kota Batam ke Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru ini adalah mendengarkan paparan Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas, sambutan Kepala kantor Kementerian Agama Kota Batam. Kasubbag Tata Usaha dan Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam juga menyampaikan penjelasan perihal pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas 2018 di Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Diskusi dan tanya jawab seputar pelaksanaan pembangunan zona Integritas, permasalahan, kendala dan solusi yang ada dalam pembangunan Zona Integritas dan Observasi lapangan, kunjungan ke masing – masing Satker di Kementerian Agama Kota Pekan Baru, melihat bukti phisik dan mendokumentasikannya, meminta scan bukti phisik pelaksanaan pembangunan Zona Integritas di Kementerian Agama Kota Pekanbaru serta kunjungan dan koordinasi ke Kanwil Kementerian Agama Prov. Riau.

Rapat dimulai jam 11.30 WIB di Aula Mini Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru. Rapat dipimpin oleh Drs. H. Efrion Efni, M.Ag. selaku Kasubbag Tata Usaha pada Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru sekaligus Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru. Rapat konsolidasi Zona Integritas ini diikuti oleh 17 peserta.

Kasubbag Tata Usaha pada Kan Kemenag Kota Pekanbaru selaku Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru berkesempatan menyampaikan kata sambutannya. Dalam Sambutannya, Efrion Efni menyatakan bahwa Tim Pembangunan Zona Integritas Kan Kemenag Kota Pekanbaru mendapat nilai 100 dalam penilaian mandiri Zona Integritas 2018 karena kerja keras, kerjasama semua pihak. Palaksanaan Pembangunan Zona Integritas di Kemenag Kota Pekan Baru tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawan Tim Pembangunan Zona Integritas melainkan juga dilaksanakan oleh masing – masing Satker. Tim bertindak sebagi koordinator dalam pengumpulan bukti phisik dan lain sebagainya. Semua bentuk pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru nol rupiah kecuali hal itu sudah diatur dalam peraturan misalnya nikah di luar kantor KUA dan Pendaftaran Haji. Pelakanaan anggaran dan penggunaan uang negara di Kemenag Kota Pekan Baru sudah berdasarkan peraturan yang ada, sehingga BPK RI dan Itjen Kemenag RI menyatakan tidak ada temuan dalam penggunaan uang negara. Efrion Zefni juga menjelaskan bahwa narasumber kegiatan akan dibayar honornya sesuai jama mengajarnya. Setiap Satker dan juga Kantor KUA, Madrasah wajib membuat spanduk/baliho yang isinya menyatakan pelayanan di Kantor Kementerian Agama nol rupiah dan ducantumkan nomor HP Kepala atau nomor HP Pejabat Kasubbag Tata Usaha. Setiap pemberian bantuan kepada masyarakat harus dibentuk Tim verifikasi berkas dan lapangan kepada calon penerima bantuan yang anggotanya terdiri 3 (tiga) orang dengan rincian 1 eselon IV dan 2 orang dari JFU atau JFT;

Efrion Zefni menegaskan bahwa dalam etika birokrasi kita harus mengumpulkan aturan, buat SOP yang jelas lalu laksanakan. Evaluasi SOP dan evaluasi pelaksanaan tugas mutlak dilaksanakan. Dalam hal pengendalian kedisiplinan, etika dan SPIP, Kemenag Kota Pekan Baru telah menerapkan aplikasi SKP, Laporan Hari Kinerja Harian/bulanan. Kemenag Kota Pekan Baru juga mewajibkan ASN nya melakukan absen sebanyak 6 (enam) kali yaitu absen pagi, absen apel pagi, absen istirahat jam 12, absen selesai istirahat jam 13.00 (kecuali hari Jumat), absen apel sore dan absen pulang. Kemenga Kota Pekanbaru juga sudah menerapkan absen dengan deteksi wajah dan kornea mata.

Selanjutnya adalah sambutan Drs. H. Erizal, MH selaku Kepala Kantor kementerian Agama Kota Batam. Kepala Kan Kemenag Kota Batam menjelaskan pelaksanaan Mall Pelayanan Publik di Kantor kementerian Agama Kota Batam yang mencangkup pelayanan pendaftaran Haji. Dalam waktu dekat kantor Kementerian Agama Kota Batam akan menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP).

Drs. H Sarbaini selaku Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Batam berkesempatan menjelaskan pelaksanaan pembangunan Zona integritas di Kantor Kementerian Agama Kota Batam;

Eko Prasetyo, S.Ag selaku Sekertaris Tim Pembangunan Zona integritas Kantor Kementerian Agama Kota Batam menyampaikan hasil penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Ada berbagai kendala yang dihadapai dalam pembangunan Zona Integritas, terutama dalam hal pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Tanggung jawab Pelaksanaan Zona Integritas terpusat pada Tim Pembangunan Zona integritas dan Sekjen dan Bagian Kepegawaian. Tim Pembangunan Integritas kemenag Kota Batam telah melakukan sruvey indeks kepuasan masyarakat dan pelayanan publik di kantor KUA, Madrasah di Kota Batam;

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab seputar pembangunan Zona Integritas. Drs. H. Erizal, M.H selaku Kepala Kan Kemenag Kota Batam menanyakan bagaimana kiat khusus mencegah ASN melakukan pungli? Karena terkadang ASN yang melakukan pungli sudah tahu bahwa hal itu melanggar aturan dan tidak dibenarkan menurut agama tetapi tetap dilakukan, kemudia bagaimana Pengawasan ASN yang melakukan pemalsuan dokumen Calon Pengantin?

Kasubbag Tata Usaha Kan Kemenag Kota Pekanbaru memberikan jawaban sebagai berikut, bahwa Kita harus mengumpulkan aturan yang adal lalu membuat SOP. Himbauan Tolak Pungli dan pelayanan di KUA nol rupiah harus dibuat dengan meyertkan nomor HP Kepala Kantor atau minimal no HP Kasubbag TU. Setiap Calon pengantin yang akan menikah harus meninggalkan nomor HP. Kita harus turun setiap bulan untuk monitoring pelaksanaan tugas Kepala KUA. Jangan dibirakan begitu saja. Jika Kepala KUA masih saja melanggar aturan, maka semua pengaduan masyrakat baik melalu isurat kaleng, sms dan lain sebagainya harus diproses jika ada bukti. Pembiaran atau memaafkan kesalaham ASN yang melakukan pungutan liar justru membuat mereka menjadi ketagihan untuk melakukan hal yang sama. Jatuhi hukuman sesuai tingkat kesalahan mulai dari ringan, sedang maupun berat.

Kepala Kan Kemenag wajib memberikan teguran I, II dan III kepada Kepala KUA yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen Calon Pengantin. Sekali lagi kita harus tegaskan, Kepala KUA harus membuat spanduk yang besar bertuliskan pelayana KUA nol Rupiah, cantumkan no HP Kepala Kantor dan Kasubbag TU, jangan hanya no HP Kepala KUA nya saja. Jadi Calon pengantin ada akses dengan Kepala Kantor dan Kasubbag Tata Usaha.

Efrion Efni juga menyerukan jajarannya untuk membuat Tim Monitoring KUA. Tim ini tidak ada honornya, tetapi bisa mennggunakan SPD dalam kota. Setiap Tim beranggotakan 1 Eselon IV dan kepangawaian serta anggota dari Keuangan. 1 Tim maksimala untuk monitoing 3 KUA, Jadi kalau ada 9 KUA berarti harus ada 3 Tim mengingat waktu dan beban kerja pelaksanaan tugas ini cukup berat. Harus dibentuk Tim lebih dari satu. Masa berlaku SK Pramubhakti dibuat selama 3 (tiga) bulan, jika pegawai yang bersangkutan tidak bermasalah maka bisa diperpanjang.

Eko Prasetyo, S.Ag selaku peyelenggara Hindu bertanya bagaimana mengatasi Kendala dan hambatan dalam mewujudkan kerjasama tim yang solid dalam pembangunan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Bagaimana pelaksanaan SPIP yang baik dan benar?

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pembangunan Zona Integritas tidak berpusat pada Tim saja tetapi juga pada semua Satker, KUA dan Madrasah sebagai pelaksana pelayanan publik. Evaluasi pelaksanaan SPIP di Kemenag Kota Pekan Baru dilaksanakan setiap bulan. Sehingga tidak akan menjadi beban tim di akhir tahun. Resiko penggunaan anggaran dan resiko pelanggaran kedisiplinan ASN akan bisa dikurangi. Rekap hasil absen ASN harus ditindaklajuti, tidak dibiarkan begitu saja. Monitoring SPIP bisa dilakukan kepada setiap satker dan juga sample KUA dan Madrasah. Semua pelaksanaan tugas harus ada dasar suratnya, ada laporan dan bukti pihisiknya. Setiap rapat harus ada notulen dan foto dokumentasinya. Setiap apel pagi bisa diisi pembinaan, evaluasi dan memberikan pesan sekaligus ancaman hukuman jika melanggar hukuman. Bagian Kepegawaian menjadi pengawas pelaksanaan aturan disiplin ASN. ASN yang melanggar disiplin kehadiran harus diBAP sesuai kesalahannya. Demikian juga pengaduan masyarakat harus tuntas dalam penyelesaiannya.

Kemudia Tim Pembangunan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama melakukan observasi lapangan dan pengumpulan bukti phisik pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di Kemenag Kota Pekanbaru. Terkahir tim menyempatkan diri berkunjung ke Kanwil Kementerian Agam Prov. Riau.

Kesimpulannya pembangunan Zona Integritas bukan hanya tugas dan tanggung jawab Tinm Pembangunan Zona Integritas, melaina semua unti yang ada dalam satu Satker. Pembuatan regulasi harus jelas yang dilengkapi Standar Operasional Prosedur (SOP). Harus ada monitoring dan evaluasi penerapan SOP dan palaksanaan tugas. Tim monitoring pelaksanaan tugas bisa tediri dari 3 (tiga) orang. Pemberian bantuan kepada masyarakat harus sesuai aturan, kita bisa membentuk tim verifikasi bantuan yang beranggotan minimal 3 orang, boleh dari unti lain dalam satu satker. Kepada ASN yang melanggar harus diberika hukum sesuai dengan tingkat kesalahnnya.

Ada beberapa rekomendasi dan saran yang muncul dari konsolidasi dan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru di antaranya harus Segera dibentuk Tim Pembangunan Zona Integritas dan Tim – Tim lainnya yang ada kaitannya dengan Pembangunan Zona Integritas tahun 2018. Yang kedua adalah bahwa Kerjasama tim di Kantor Kementerian Agama Kota Batam harus terjalin. Kemudian SOP harus ditaati bersama dan dievaluasi. Membentuk tim monitoring KUA, Madrasah dan Satker yang beranggotakan 1 (satu) orang pejabat eselon IV dan 2 (dua) anggota dari Satker bersangkutan. Membuat Spanduk pelayanan di seluruh Kantor KUA di Kota Batam yang bertuliskan pelayanan diKUA nol rupiah dengan mencantumkan nomor HP kepala Kantor atau boleh juga no hp kasubbag Tata Usaha. Kita juga harus mengedepankan musyawarah bersama pada setiap persoalan dalam pembangunan Zona Integritas. Terakhir kita harus melakukan penguatan internalisasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) untuk meminimalisir dampak dan resiko dari suatu kegiatan sangat diperlukan. (ep2018)





Rabu, 14 Februari 2018

Temu Kerukunan Lintas Agama di Kota Batam


Batam-Bertempat di Hotel Haris, Batam Center, pada hari Selasa 12 Februari 2018, Persatuan Lintas Agama yang dikenal dengan Pelita mengadakan kegiatan Temu Kerukunan Lintas Agama. Hadir pada kesempatan itu Gubernur Kepri, Wakapolda Kepri, Kapolres Barelang, Kepala Kan Kemenag Kota Batam, Lembaga/organisasi keagamaan, dari Agama Hindu hadir Penyelenggara Hindu Kan Kemenag Kota Batam, Parisada Kepri, Parisada Kota Batam, WHDI Kepri, WHDI Kota Batam, BPH Kepri, PSN, Pasraman Jnana Sila Bhakti dan lainnya.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Dilanjutkan pandangan masing – masing tokoh agama tentang kerukunan. Dari Agama Islam diwakili oleh MUI Kota Batam, bahwasannya Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai suku, Bahasa yang berbeda untuk hidup berdampingan.Kemudian dari Agama Kristen dan Katolik menyampaikan bahwa Tuhan mengajarkan manusia untuk saling mengasihi. Dari Agama Hindu diwakili oleh I Wayan Catra Yasa. Wayan menejelaskan bahwa sejatinya kita semua bersaudara, Wasudaiva kutumbhakam, kita juga harus berkumpul bersatu, manyatukan pendapat, pikiran untuk penyelesaian masalah. Dari agama Buddha menjelaskan bahwa kita tidak boleh kehilangan jatidiri kita sebagai manusia.

Kemudian dilajutkan Deklarasi Kerukunan umat Beragama di Kepulauan Riau sebagai berikut: 1) Akan mejaga 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Keutuhan NKRI, 2) menolak segala macam radikalisme, terror dan perbuatan kekerasan lainnya yang bertetentangan dengan Pancasila dan merongrong NKRI, 3) Turut menjaga dan memelihara kodusifitas kantibmas di Prov. Kepulauan Riau dalam menyongsong pesta demokrasi dengan mengedepankan persauadaraan dan teloransi beragama, 4) memelihara kerukunan antar umat beragama di Prov Kepulauan Riau dengan mengedepankan kebersamaan kearifan dan kerukunan masyarakat serta menghindari sikap untuk mementingkan kelompok masing – masing.


Kemudian Wakapolda Kepulauan Riau dalam sambutannyan menagjak warga Kepri untuk menggunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah terpancing Jika kita mudah diadu domba maka negeri ini akan mudah dikuasai dengan Sumber Daya Alam yang melimpah. Pemerintah mempunyai tanggung jawab moral dalam menjaga kerukunan dalam program pemerintah di Kepuauan Riau. Kepulauan Riau. Kepri harus menjadi teladan dan pelopor kerukunan di Indonesia. Kita harus memelihara keberagaman dan menjaga kerukunan umat beragama. Semua agama menyerukkan perdamaian. Kita harus menghormati, tenggang rasa dan toleransi. Jangan mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan. Terakhir Gubernur Kepulauan Riau juga menghimbau agar masyarakat Kepri menjada kekunan umat beragama. 

Muskab II WHDI Kabupaten Bintan dan HUT WHDI ke - 30

Bintan-Bertempat di Pasraman Brahma Widya Satwika, Senin 12 Februari 2018, WHDI Kabupaten Bintan menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) II WHDI Kabupaten Bintan bersampena dengan HUT WHDI ke-30. Hadir pada kesempatan itu Pembimas Hindu Kepulauan Riau, Penyuluh Agama Hindu, Penyelenggara Hindu Kan Kemenag Kota Batam, WHDI Kepri, WHDI Kota Batam, Parisada Kepri, Parisada Kota Batam, DPP Peradah Kepri, Parisada Bintan dan lembaga agama lainnya di Kepulauan Riau.

Adapaun tema HUT WHDI pada tahun ini adalah “Tingkatkan Soliditas Bersama Antar Umat Beragama Untuk Mewujudkan Kepekaan Sosial Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI”. Tema ini selaras dengan tema Nyepi nasional yang telah ditetapkan oleh PHDI Pusat. Melalui tema ini diharapkan Wanita Hindu Dharma dan umat Hindu  pada umumnya bersatu, bersinergi untuk peduli terhadap lingkungan sekitar tempat kita tinggal, menjaga kerukunan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Tujuan dari dilaksanakannya Muskab II ini adalah untuk mendengarkan Laporan Pertanggung Jawaban Ketua WHDI Kab. Bintan masa Bhakti 2013 – 2018, memilih ketua WHDI yang baru masa bhakti 2018 – 2023 dan menyusun program kerja yang relevan dengan kondisi umat di Kabupaten Bintan saat ini terutam di sektor pendidikan siswa pasraman, ekonomi keumatan, serathi banten dan keagamaan.

Dalam kesempatan itu Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu Kepri menegaskan bahwa peran wanita sangatlah utama Bahkan dalam Weda dijelaskan bahwa di mana wanita dihormati maka kemakmuran aka nada di daerah itu, tetapi jika wanita tidak dihormati maka akan sebaliknya. Ketut juga menjelaskan bahwa selaras dengan tema Nyepi nasional maka umat Hindu harus melaksanakan Tri Hita Karana, yaitu tiga hubungan penyebab kebahagiaan, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan lingkungan tempat tinggal. Jika tiga hal ini kita laksanakan maka kita akan bahagia, tegas Ketut mengakhiri sambutannya. Terakhir Ketut membuka acara Muskab WHDI secara resmi dengan berharap semoga kegiatan ini dapat memilih pemimpin WHDI Kab. Bintan yang membawa perubahan lebih baik lagi.

Dara Astuti mengatakan bahwa untuk mendukung suksesnya perayaan Nyepi 1940 Saka yang ditetapkan oleh PHDI Pusat, maka WHDI Kepri dan WHDI Kota/Kabupaten akan melaksanakan yoga asanas pada Hari Minggu, 25 Maret 2018 di masing – masing pura. Kemudian Pande Suarmayuni juga menjelaskan sejarah WHDI dari awal sampai akhir.

Dan pada Muskab II WHDI Bintan kali ini, Ni Luh Sri Ratna terpilih sebagai Ketua WHDI Kabupaten Bintan masa bhakti 2018 – 2023. Dalam Sambutannya Ni Luh mangajak agar semua pengurus dan anggota bersatu padu, bekerjasama, aktif dalam setiap kegiatan WHDI. Kemudian Dara Astuti melantik secara resmi Ketua dan Pengurus terpilih.


Pada acara penutupan Muskab II dan HUT WHDI ke – 30, Ketut Artha selaku pengurus Parisada Kepri menjelaskan bahwa menjadi pengurus WHDI adalah yajna yang luar biasa. Kita bisa ngayah dalam wadah WHDI sekaligus belajar berorganisasi. kita harus bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah terpancing isu – isu SARA. Ketut mengajak umat Hindu untuk menjaga kerukunan intern dan ekstern umat beragama. Terkhir Ketut Artha menyampaikan himbauan Menteri Agama dan hasil musayawarah besar Pemuka Agama untuk kerukunan bangsa yang baru – baru ini diadakan di Jakarta, yang pada intinya bahwa setiap pemeluk agama harus menghormati dan menghargai sebagai makhluk ciptaan Tuhan, mengembangkan sikap empati, dan kasih sayang. Kemudian senantiasa menjalin kerjasama dan dialog untuk kemajuan bangsa, menghormati agama yang lain, tidak mencampuri agama orang lain, dan terakhir kita diajak untuk tidak menghalangi penyiaran agama, penyiaran agam juga tidak boleh mengganggu kerukunan umat beragama.

Selasa, 06 Februari 2018

Dirjen Bimas Hindu Gelar Kegiatan Rakor Pusat, daerah dan perguruan Tinggi Negeri Hindu


Bandar Lampung-Bertempat di Hotel Sheraton, Lampung, Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Rapat koordinasi Pusat daerah dan Perguruan Tinggi Hindu Negeri dari tanggl 5 sampai dengan 9 Februari 2018. Menurut Ida Bagus Manuaba, dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan penjabaran dari Renstra Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI tahun 2015 – 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghindari duplikasi anggaran di pusat dan di daerah. Sehingga jangan sampai terjadi duplikasi anggaran, yang di pusat sudah dianggarkan tetapi di daerah juga dianggarkan. Kegiatan ini juga bertujuan agar anggaran tepat guna, tepat manfaat dan tepat manfaat bagi masyarakat.

Kagiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Pejabat eselon III dan IV Ditjen Bimas Hindu Pusat, Pembimas, Kabid Pendidikan dan Urusan Prov. Bali, Kabid Bimas NTB,  dan Kepala KanKemenag se-Prov. Bali. Dari Prov. Kepulauan Riau hadir Pembimas Hindu Prov. Kepulauan Riau, Penyelenggara Bimas Hindu Kota Batam dan JFU Penyusun program dan anggaran pada Kantor Kementerian Agama Kota batam.

Pada kesempatan itu Kepala Kanwil Lampung berkesempatan memberikan sambutan pada acara rakor tersebut. Dalam sabutannya Ka- Kanwil mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya Lampung sebagai tuan rumah rakor tahun ini.

Ka-Kanwil menjelaskan kondisi kerukunan umat beragama di Lampung yang sangat baik. Kondisi umat Hindu saat ini di Lampung berjumlah 1 juta jiwa dengan beragam mata pencaharian. Hubungan umat Hindu dengan umat beragama lain, hubungan dengan pemerintah berjalan dengan sangat baik.

Di Provinsi Lampung terdiri dari berbagai macam suku. Semua hidup berdampingan. Untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, Ka-Kanwil mengajak seluruh jajarannya untuk membaca kitab suci sesuai dengan agamanya setiap hari Jumat sebelum memulai aktivitas perkantoran. Dengan jumlah umat Hindu 1 juta jiwa, idealnya ada lebih dari 2 penyelenggara. Saat ini pelayanan umat Hindu hanya dilakukan oleh Pembimas Hindu, 2 (dua) penyelenggara Hindu, guru dan penyuluh Hindi. Pengusulan formasi penyelenggara diusulkan dari Bimas Hindu Pusat.

Kemudian pada kesempatan selanjutnya, Dirjen Bimas Hindu membrikan sambutan dan sekaligus membuka acara rakor secara resmi. Dalam sambutannya Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa pada tahun ini realisasi anggaran Bimas Hindu secara umum belum maksimal. Hal ini jangan sampai terulang lagi. Untuk itu penganggaran yang tepat mutlak dilaksanakan. Penganggaran harus teliti mulai dari perencanaan,  pelaksanaan dan pelaporan. Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa penganggaran harus tepat guna, tepat sasaran dan fokus pada asas manfaat bagi masayarakat. Setelah selesai memberikan sambutan dan membuka acara rakor secara resmi, Dirjen Bimas Hindu juga melantik Tim Agen Perubahan Ditjen Bimas Hindu Tahun 2018.

Pada hari kedua pelaksanaan rakor, Dirjen Bimas Hindu kembali memberikan pembekalan kepada peserta yang hadir tentang kebijakan stragtegis Bimas Hindu 2019. Sangat penting bagi Bimas Hindu untuk melakukan penganggaran yang tepat guna, tepat sasaran, berguna bagi masyarakat, sesuai renstra Bimas Hindu 2015 – 2019. Di samping itu Bimas Hindu harus mulai menerapkan penganggaran berbasis aplikasi, IT atau paperless. Pemanfaatan teknologi IT sangat tepat dilakukan di era keterbukaan informasi sekarang ini. Bimas Hindu juga harus intens memberikan.

Dirjen juga akan mulai intensif melakukan pertemuan dengan penyuluh, lembaga agama keagamaan Hindu. Dan tahun ini akan dilaksanakan di Bali sekitar bulan Mei mendatang.
Dirjen juga menyinggung pemberian insentif bagi guru non PNS. Kita tingga menunggu regulasi dari Menteri Agama berupa PMA yang mengatur insentif guru non PNS. Terkait realisasi PMA 56 tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu, Dirjen mengajak umat untuk bersatu mendirika Yayasan yang selanjutnya bisa memilkki tanah yang bersertifikat kemudian bisa didirikan sekolah formal Hindu.

Ditjen Bimas Hindu juga sedang berupaya meningkatkan status peningkata IHDN Denpasar menjadi Universitas Negeri Hindu, kemudian peningkatan status STAHN TP Palangkaraya menjadi Instittut. Hal ini harus dimulai dengan kelengakapan dokumen pendukung.

Peserta menanyakan juknis bantuan 2018, juknis rekruitmen penyuluh non PNS dari 1 tahun sekali menjadi 3 tahun sekali agar sama dengan Ditjen Bimas yang lainnya. Peserta juga mempertanyakan formasi penyelenggara yang mendesak direalisasikan mengingat jumat umat di daerah yang tidak seimbang dengan jumlah Pembimas dan Penyelenggara. Terakhir Dirjen Bimas Hindu melakukan evaluasi realisasi anggaran 2017 Ditjen Bimas Hindu.

Ketua Komisi VIII DPR RI berkesampatan menyampaikan materi sosialisasi 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinekka Tunggal Ika dan NKRI. Menyangkut anggaran Bimas Hindu 2019. Ketua Komisi VIII DPR tersebut berpesan agar anggaran Bimas Hindu disusun secara rasional, ojektif, proporsional. Focus, solutif atau mengatasi masalah. Bimas Hindu harus ikut berperan mengawal pelaksanaan revolusi mental untuk perbaikan karakter rakyat Indonesia sesuai visi dan misi Bimas Hindu.

Di sesi terakhir, Direktur Bappenas Bidang Agama dan Manusia menyampaikan materi tentang RPJMN 2015 – 2019 dan persiapan RPJMN 2019 - 2024. Bimas Hindu harus mengadakan skala prioritas terhadap penganggaran yang dilakukan. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di bidang agama harus mendapat skala prioritas. Di tahun 2018 dan 2019 Bimas Hindu harus aktif membina kerukunan umat beragama dengan selalu mengadakan dialog kerukunan internal umat Hindu.

Sesi selanjutkan dilanjutkan dengan Paparan masing – masing Pembimas dan Kabid seluruh Indonesia. Semua Pembimas diwajibkan menyampaikan realisasi anggaran 2017, kendala yang dihadapi serta postur anggaran 2018 dan 2019 serta keadaan umat dan Lembaga Hindu di daerah. Menurut Ida Bagus Manuaba selaku Ketua Panitia, Penyampaian paparan ini dijadwalkan akan selesai pada hari Rabu, 7 februari 2018. Pada hari Kamis akan diisi dengan kegiatan capacity building.




Lokasabha Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Batam Mas bhakti 2017 - 2022


Batam-Bertempat di gedung serbaguna Pasraman Jnana Sila Bhakti, pada hari Minggu, 04 Februari 2018, Parisada Kota Batam menyelenggarakan Lokasabha Luar Biasa. Kegiatan diikuti oleh sekitar 34 peserta yang berasal dari Lembaga agama dan keagamaan, sampradaya serta Banjar se-Kota Batam dan peninjau yang direkomendasikan oleh Majelis Parisada. Hadir juga Eko Prasetyo, S.Ag selaku Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam. 

Acara ini bertujuan untuk memilih Ketua dan pengurus Parisada Kota Batam yang baru masa bhakti 2017 – 2022, di samping juga menentukan program kerja 5 (lima) tahun, rekomendasi, serta mendengarkan LPJ pengurus masa bhakti 2012 - 2017.

Dari acara ini diharapkan dapat membawa perubahan umat ke arah yang lebih baik di mana hal ini sesuai dengan visi, misi dan tujuan Parisada Hindu Dharma Indonesia  secara umum. Visi Parisada yaitu: "Terwujudnya masyarakat Hindu Dharma Indonesia yang sejahtera lahir dan batin (moksartham jagadhitaya) bersumber pustaka suci Veda dan berdasarkan Pancasila".

Misi Parisada Hindu Dharma Indonesia yaitu: 1) Menjaga keutuhan umat dan pemahaman dengan menyebarluaskan misi misi keyakinan dan filsafat (tattwa), etika dan ritual (acara) Hindu dalam kehidupan modern, 2). Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membangun SDM yang maju dam mandiri berdasarkan dharma, 3). Menumbuhkembangkan wawasan, solidaritas, dan keharmonisan internal, antar umat Bergama dengan pemerintah.

Sedangkan Tujuan Parisada Hindu Dharma Indonesia adalah 1). mewujudkan masyarakat Hndu dengan keyakinan, komitmen dan kesetiaan yang tinggi terhadap ajaran agama Hindu, 2). Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dan pengembangan nilai nilai kemanusiaan, 3. Meningkatkan penghayatan dan pengalaman dharma agama daan dharma Negara, 4). Mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan sosial
Parisada Pusat juga memiliki sasaran umum yaitu: 1). Terjaganya keutuhan masyarakat Hindu Dharma Indonesia dengan mengakomodasikan kearifan budaya lokal, 2). Terwjudnya masyarakat Hindu Indonesia yang berkualitas dan memilikki sradha dan bhakti yang diaktualisasikan secara modern, 3). Terwujudnya masyarakat Hindu Dharma Indonesia  yang proaktif dalam menjalankan hak dan kewajiban dalam kehiduipan beragama bermasyarakat berbangsa dan benrgara, 4). Terwujudnya Hindu Dharma Indonesia yang cerdas dan berkarakter, 5). Terwujundya masyarakat yang harmonis dan sejahtera lahir dan batin.

Berdasarkan sasaran Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat secara umum maka Parisada Kota Batam idelanya memiliki sasaran di bidang agama, ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya, kemanusian, lingkungan organisasi, ideologi, sains dan  teknologi.

Semua sasaran tersebut idelanya tertuang dalam Program kerja Parisada yaitu Bidang Organisasi dan kelembagaan, Keagamaan dan lintas iman, Ekonomi dan kesejahteraan, Pendidikan dan kebudayaan, lingkungan hidup, kesehatan dan sosial kemanusiaan, wanita pemuda dan anak, sains dan teknologi. 

Acara Lokasabha Parisada Kota Batam diawali dengan Sembahyang Tri Sandhya dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Made Karmawan selaku Ketua panitia lokasabha luar biasa. 

Made selaku Ketua panitia berterima kasih kepada umat Hindu Kota Batam yang sudah mendukung program kerja Parisada selama 5 (lima) tahun dan harapan semoga pemimpin Parisada Kelak dapat lebih baik lagi untuk melayani umat Hindu di Kota Batam. Dilanjutkan dengan Sambutan Parisada Prov. Kepulauan Riau. Wayan Jasmin selaku Ketua Parisad Prov. kep. Riau menyatakan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus yang lama. Ke depan tugas dan tanggung jawab Parisada Kota Batam akan lebih berat.

Selanjutnya Eko Prasetyo Selaku Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam memberikan sambutan sekaligus membuka acara lokasabha secara resmi. Dalam sambutanya beliau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kinerja Ketua dan Pengurus Parisada Kota Batam masa bhakti 2012 s/d 2017 yang telah mengabdi, ngayah kepada umat Hindu. Kepengurusan Parisada Kota Batam juga telah berhasil memelihara Kerukunan intern umat Hindu di Kota Batam.  Tidak lupa Eko juga mengajak umat Hindu di Kota Batam untuk mendukung ketua Parisada yang terpilih nantinya, semoga membawa perubahan kehidupan umat Hindu kea rah yang lebih baik. Menurut Eko, tugas memajukan Parisada dan umat bukan hanya tanggung jawab Ketua saja tetapi juga pengurus yang lain dan tentunga dukungan umat. Eko mengajak umat Hindu di Kota Batam untuk mendukung program kerja Parisada Kota Batam guna mewujudkan Grand Design Hindu Dharma yang dicanangkan Parisada Pusat 50 tahun ke depan. 

Eko mengajak umat Hindu bersatu padu, menjaga kerukunan umat, antar umat dan dengan pemerintah. Parisada adalah lembaga keagamaan Umat Hindu yang tertinggi dan merupakan mitra kerja pemerintah dalam pembinaan umat Hindu. 

Acara dilanjutkan dengan agenda Sidang Paripurna I. Sebagai pimpinan sidang sementara adalah Made Karmawan yang bertugas pengesahan jadwal dan tata tertib loka sabha, serta memilih pimpinan sidang tetap loka sabha. 

Wayan Catra Yasa ditetapkan sebagai Pimpinan Sidang tetap Lokasabha Luar Biasa Parisada Kota Batam 

Pembahasan Tata tertib Lokasabha Parisada Kota Batam Bab IV pasal 10 tentang syarat – syarat calon ketua yaitu  netralitas dalam politik, di samping penajaman syarat-syarat calon ketua yang lain yang diatur dalam AD/ART Parisada Kota Batam seperti harus sebagai warga Negara Indonesia (WNI), beragama Hindu, sehat jasmani rohani, pemahaman Veda, intelektualitas, integritas (pengabdian loyalitas kepada umat), moralitas, pengabdian, dan lain-lain.

Sebenarnya acara selanjutnya adalah Sidang Paripurna II dengan agenda mendengarkan dan memberikan tanggapan Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Harian Parisada Kota Batam masa bhakti 2012 – 2017, mengingat Ketua Parisada berhalangan tetap maka agenda tersebut ditiadakan.

Denga demikian Ketua Parisada Kota Batam masa bhakti 2012 - 2017 dinyatakan demisioner oleh pimpinan sidang.

Acara selanjutnya yang merupakan acara inti adalah pemilihan Ketua Parisada Kota Batam masa bhakti 2017 – 2022. Yang diunggilkan sebagai calon ketua adalah Made Karmawan dan Gusti Kade Arka. Pemilihan Ketua ditentukan dengan musyawarah mufakat tanpa melalui pemilihan atau voting yang menetapkan Made Karmawan sebagai ketua yang baru masa bhakti 2017 - 2022.

Dilajutkan sidang tim formatur pengurus Parisada Kota Batam. Ketua dan pengurus Parisada Kota Batam yang baru terpilih akan dilantik secara resmi oleh ketua Parisada Prov Kepulauan Riau dalam batas waktu yang telah disepakati setelah loka sabha.

Menurut Eko ditemui secara terpisah di ruang kerjasanya, 1 (satu) hari setelah lokasabha, menjadi Ketua Organisasi apapun namanya harus memilikki jiwa patriotisme dan nasionalisme seperti yang dimilikki oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia opada zaman dahulu. Nilai-nilai nasionalisme itu tertanam dalam sikap: 1). Mencintai organisasi Parisada yang kita pimpin, 2). Pantang menyerah terhadapa persoalan yang muncul, 3) Rela berkorban (waktu, tenaga dan pikiran), 4) Mencari upaya-upaya alternative jika muncul permasalahan yang tidak terselesaikan. (eko2018)


Kamis, 18 Januari 2018

Siwaratri, Malam melakukan Instropksi Diri

Pada hari Senin, 15 Januari 2018 di Pura Agung Amerta Bhuana, umat Hindu di Kota Batam menyelenggarakan perayaan Hari Siwaratri. Wayan Catra Yasa menyampaikan siraman rohani kepada umat yang hadir dalam acara persembahyangan bersama malam Siwaratri, hadir di antaranya ada ketua Banjar dan ketua lembaga agama dan keagamaan Hindu se-kota Batam.

Pertama – tama menjelaskan bahwa Siwaratri jatuh pada hari Catur Dasi Krsna paksa bulan Magha, panglong ping 14 sasih Kapitu. Siwa Ratri sesungguhnya datang setiap bulan. Setiap pengelong 14 (sehari sebelum Tilem) adalah malamnya Siwa. Sedangkan pengelong 14 Sasih Kepitu adalah malam tergelap setiap tahun, dan ini disebut Maha Siwa Ratri.

Siwaratri sering diartikan oleh umat Hndu sebagai malam peleburan dosa. Dengan kata lain dosa yang kita lakukan berhari-hari dan berbulan-bulan menjadi lebur hanya karena begadang semalam suntuk. Ini cara pemahaman yang keliru karena dosa tak bisa dilebur hanya dengan begadang semalam suntuk dosa hanya bisa dikurangi dengan melakukan perbuatan baik dan penebusan serta disiplin spiritual yang kita lakukan. Seperti dalam cerita Lubdaka, di mana diceritakan bahwa Lubdaka yang notabene sorang pemburu dan perampok bisa dihapus dosanya hanya karena tidak tidur pada malam Siwaratri karena berada di atas pohon di tengah hutan. Tetapi setidaknya cerita ini memotivasi kita untuk berbuat baik dan melakukan penebusan dosa dari pada tidak pernah sama sekali. Begadang di sini harus dimaknai sebagai letihan menjaga kewaspadaan, sedangkan upawasa adalah untuk melatih pengendalian diri terhadap hawa nafsu. Mnabrata adalah sebagai latihan kita untuk mengendalikan perkataan.

Kita harus mengimplentasikan disiplin spiritual dalam etos kerja. Dari etos kerja tinggi maka kita akan dipercaya dalam sebuah pekerjaan. Etso kerja umat Hindu harus tinggi di dalam pekerjaan dengan senantiasa menyeimbangkan kecerdasam spiritual, emosional dan intelektual. Semua manusia mempunyai peran dan kesempatan berbuat baik. Sebaik-baiknya manusia pasti ada kesalahannya. Tetapi percayalah semua tergantung pada karma wasana dari perbuatan masa lalu yang memberi kesan karakter pikiran perkataan dan perbuatan yang melekat pada diri kita. Jiwa atau Atman tidak akan ternoda. Pikiran jangan menjadi budak dari hawa nafsu.

Wayan menghimbau kepada orang tua dan guru di Pasraman untuk senantiasa mendidik putra dan putrinya dengan budi pakerti yang luhur. Melalui momentum Brata Siwaratri inilah putra putri dibina untuk mengendalikan makan, nafsu indria, perkataan dan selalu waspada terhadap segala kemungkinan. Hal ini perlu untuk sebagai bekal hidup setelah mereka dewasa. Anak – anak harus kita didik untuk menghormati Catur Guru yaitu orang tua sebagau guru rupaka, guru di sekolah, pemerinta dan Tuhan sebagai Guru Swadhyaya. Jika putra putri kita sudah tidak lagi hormat pada ke-empat guru ini maka mereka tidak akan bisa menemukan jatidiri apalagi menemukan pencerahan. Agama Hindu tidak mengajarkan kita paling benar, kita paling suci dan yang lain salah. Ini yang harus kita tanamkan kepada anak-anak, pendidikan budi pakerti. Kecerdasan Intelektual pada anak-anak harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Perayaan Siwaratri mengajarkan kita untuk mengasah kecerdasan spiritual.

Terakhir Wayan menegaskan bahwa Pura merupakan tempat pemujaan Tuhan, bersosialisasi, seni, budaya, dan pendidikan. Memang benar Tuhan bisa dipuja di mana saja termasuk di rumah tetapi memuja Tuhan di Pura akan lebih cepat mencapai konsentrasi. Ketika kita datang ke pura maka kita akan bertemu satu sama lain, saling bertukar informasi dan berinterakis. Kita makhluk sosial yang membutuhkan orang lahir sejak dalam kandungan sampai kita meninggal. Untuk itu umat Hindu jangan tidak ke pura. Di Pura kita bisa mewujudkan Loka Samgraha atau tempat yang damai dan pada akhirnya tujuan agama Hindu yaitu Moksartham Jagadhita Yacca iti dharma (kebahagiaan dan pembebasan baik di dunia maupun setelah kita meninggal) akan terwujud.

Acara dilanjutkan dengan Dharma thula atau Tanya jawab seputar Agama Hindu dan makna Siwaratri. Bertindak sebagai narasumber adalah I Wayan Catra Yasa, Jro Mangku Putu Satria Yasa, dan Prabhu Si Putu Sumardaya. Acara dipandu oleh Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Jero Mangku Putu Satria Yasa mengawalai dharma thula pada kesempatan itu bahwa umat Hindu hendaknya melestarikan tradisi yajna sebagai upaya peningkatan kualitas diri. Leluhur Hindu telah mengajarkan kepada kita untuk mulai melakukan pendidikan dan yajna sejak bayi dalam kandungan (Garbha dana). Hendaknya diperdengarkan lagu – lagu rohani dan nama suci Tuhan kepada bayi yang masih adas dalam kandungan agar kelak lahir menjadi putra yang suputra. Jero Mangku Putu juga menjelaskan bahwa jangan sekali – kali memarahi ibu yang sedang mengandung atau mengejutkan sang Ibu yang sedang hamil karena hal itu akan berpengaruh kepada bayi dalam kandungan. Eko Prasetyo menambahkan bahwa hal itu sejalan dengan penelitian profesor dari Jepang yang meneliti air. Di mana molekul air yang dimantrai dengan doa akan berbeda dengan air yang diberikan energi kemarahan, energi kesedihan dan lain – lain. Otak manusia 80% nya adalah air. Jika anak kecil sering kita bentak maka dia akan cepat sedih dan depresi. Maka jangan membentak anak kecil tanpa alas an agar tidak berpengaruh kepada kesehatan mentalnya.

Selanjtunya Prabhu Si Putu Sumardhaya menjelaskan bahwa semua proses yajna sejak bayi ada dalam kandungan adalah dalam rangka mementuk anak yang terlahir mempunyai sifat dan kepribadian yang utama. Manusia harus berbhkati kepada Tuhan salah satunya dengan mengucapkan nama smaranam kepada Tuhan agar telahir dalam keadaan lebih baik di kelahiran yang akan datang.

Terakhir I wayan Catra Yasa menjelaskan bahwa pikirian itu sangat liar dan cepat laksana angin dan melebihi kecepatan cahaya. Melalui moment Siwaratri Umat Hindu harus melakukan Sasdhana Spiritual untuk memohon anugerah kesucian dari Hyang Widhi. Umat Hindu harus berani melakukan uipgrasde diri baik rohani maupun jasmani agar menjadi makhluk yang utama. (Eko)



Selasa, 26 Desember 2017

Dharma Camp Pasraman Jnana Sila Bhakti, Buliding Bhakti and Leaderdhip

Batam-Pada hari Sabtu 23 Desember sampai dengan tanggal 24 Desember 2017 bertempat di Pantai Palm Spring, Nongsa, sebanyak lebih kurang 68 siswa siswi Pasraman Jnana Sila Bhakti beserta guru pembimbing melaksanakan kegiatan Dharma Camp. Hadir pada kesempatan itu Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau, Penyuluh Agama Hindu baik PNS maupun non PNS, Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Ketua Parisada Prov. Kepulauan Riau dan Parisada Kota Batam, WDHI dan lembaga keagamaan lainnya.

Kegiatan ini diawali dengan pembagian tim dan pembuatan yel – yel di aula Pasraman Jnana Sila Bhakti. Ada 6 (enam) regu yang terbentuk, yaitu merah, kuning, biru, ungu, hijau dan jingga. Menurut Made kasa Astawa selaku ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk soft skill, jiwa kepemimpinan, kerjasama tim dan rasa bhakti di antara peserta. Made menjelaskan tema dari kegiatan ini yaitu: “Buliding bhakti and leadership”. Di samping untuk membentuk jiwa kepemimpinan, Dharma Camp ini juga bertujuan untuk membentuk seorang pemimpin di masa depan yang religious memilikki rasa bhakti kepada Tuhan dan kedua orang tua.

Setelah pembagian tenda selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan doa bersama pembukaan Dharma Camp 2017. Dilanjutkan dengan latihan dan pendalaman materi lagu nyanyian dharma dan lomba Sembahyang Tri Sandhya yang dipandu oleh masing – masing Pembina.

Pada malam harinya dilanjutkan dengan lomba Tri Sandhya. Menurut Putu Satria Yasa selaku Juri Lomba Sembahyang Tri Sandhya menyatakan bahwa secara umum peserta sudah bagus tinggal ditingkatkan penghayatan dan pelafalannya. Ada banyak kriteria penilaian dalam lomba ini di antaranya Penguasaan materi Tri Sandhya, intonasi/pelafalan, ketepatan nada dan mantra serta penjiwaan. Demikian juga dengan Lomba Nyanyian dharma. Pande Suarmayuni selaku dewan Juri dan juga pnegurus WHDI Prov. Kepulauan Riau menyatakan bahwa dalam nyanyian dharma, peserta harus memperhatikan irama, ketukan dan nada lagu. Sebelum maju peserta harus sudah hafal lirik, karena jika belum hafal lirik maka akan berpengaruh pada penampilan.

Selanjutnya adalah pembinaan mental oleh Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu. Kepada peserta yang hadir Ketut menghimbau agara para siswa bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Apa yang didapat di kegiatan ini akan menjadi bekal di hari tua nanti. Ketut juga menyinggung tema kegiatan ini bahwa Dharma Camp di samping menumbuhkan rasa bhkati juga akan membentuk jiwa kepemimpinan kepada para siswa sebagai generasi penerus Hindu khususnya dan penerus bangsa pada umumnya.

Selanjutnya adalah Jurit malam atau dinamika kelompok. Di sini peserta diharuskan melewati 6 (enam) pos yang ada. Pos 1 mereka harus membawakan puisi yang bertemakan agama dan kasih ibu karena masih dalam suasana hari ibu yang dipandu oleh Katmiartik. Di Pos ada uji kreatifitas dan dinamika kelompok yang dipandu oleh Purwadi. DI Pos 3 ada asah otak kanan dan otak kiri dengan menyelesaikan pertanyaan analogi dan logika oleh Arya dan Rika dari Peradah Kepulauan Riau. Di Pos 4 ada permainan angka dan kata yang dipandu oleh EKo, Komang Sumi dan Komang May. Di Pos 5 ada uji penampilan tari Kecak yang dipandu oleh Anak Agung Ketut Adi. Di Pos 6 ada penilaian Nyanyian Dharma yang dipandu oleh Putu Suardika. Di Semua pos mereka wajib  menyampaikan yel – yel. Di samping aspek kecepatan, ketepatan dan keindahan tari dan puisi, Pembina di setiap pos juga menilai kekompakan, kerjasama tim, kedisiplinan dan kerapian.
Acara dilanjutkan dengan reungan malam. Purwadi selaku penyuluh agama Hindu memberikan pembinaan kepada semua peserta. Kali ini Purwadi menggunakan sarana lilin sebagai ilustrasi. Purwadi menjelaskan bahwa lilin untuk menerangi ruangan gelap maka harus membakar dirinya sampai habis. Demikian juga orang tua kita yang rela berkorban terutama seorang ibu yang sudah mengandung selama 9 (sembilan) bulan, melahirkan, kemudian mesyusui dan mendidik kita dan pada akhirnya beliau akan pergi meninggalkan kita. Seorang ibu rela mempertaruhakan nyawanya saat melahirkan kita. Maka selama mereka masih hidup maka kita wajib merawatnya, memberikan kasih dan sayang. Kita tidak mungkin bisa membalas semua kebaikan kedua orang tua kita tetapi kita bisa berbahakti kepada mereka.

Kemudian Eko, selaku  Penyelenggara Hindu Kemenag Kota Batam memberikan motivasi dan pembinaan kepada siswa pasrmaan. Inti materi yang disampaikan  bahwa semua materi dan ujian yang disampaikan dan diujikan oleh guru Pembina kepada peserta mempunyai arti dan tujuan tertentu. Menurut Eko seorang pemimpin harus mempunyai rasa bhakti kepada Tuhan dan berbhakti kepada orang tua. Ada ujian ketepatan angka bahwa seorang pemimpin harus cerdas dan dapat menyerap aspirasi masyarakat, seorang pemimpin harus mengenali keadaan masyarakat melalui wajahnya. Seorang pemimpin harus bisa menyampaikan pesan secara tuntas. Selanjutnya Eko menjelaskan ada ujian seni tari kecak bahwa seorang pemimpin harus menguasai seni memimpin organisasi. Ada ujian dinamika kelompok artinya harus ada kerjasama tim. Ada ujian asah otak kanan dan otak kiri bahwa seorang pemimpin harus pandai menguasai diri.

Pada keesokan harinya, Minggu pagi, acara dilanjutkan dengan Yoga Asanas yang dipandu oleh Dada Suresh dari Ananda Marga Kota Batam. Yoga di awali dengan pemanasan kemudian Yoga Surya Namaskar, dan dilanjutkan gerakan variasi (workout). Menurut Dada Suresh, jika yoga asanas ini rutin dilaksanakan maka membuat jasmani dan rohani kita menjadi sehat. Kita akan lebih bisa menguasai diri dalam kehidupan ini. Selanjutnya dilaksanakan lomba Yoga Surya Namaskar yang dipandu oleh Made Karmawan. Dan Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh I Made Kasa Astawa selaku Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti.


Kegiatan ini sangat positif sekali untuk untuk siswa dan guru. Di samping membentuk rasa bhakti pada siswa juga akan membentuk jiwa kepemimpinan dan rasa memilikki pada siswa pasraman. Tegas I Made Kasa mengakhiri pembicaraannya. (ep2017).

Rabu, 20 Desember 2017

Pertemuan Walikota Batam dengan Tokoh Lintas Agama

Pada Hari Rabu, 20 Desember 2017, bertempat Ruang Presentasi lantai  5 Pemko Batam Walikota Batam dan Kantor Kementerian Agama Kota Batam menyelenggarakan kegiatan pertemuan Lintas Agama. Hadir pada kesempatan itu wakil walikota Batam, Kepala Kesbangpol, Polres Barelang, Kodim, TNI AL  Kota Batam, Ketua MUI, Bamak, Walubi, Ormas, rohaniawan, Penyuyluh Non PNS. Dari Umat Hindu hadir Penyelenggara Hindu Kantor kementerian Agama Kota Batam, Ketua Parisada Prov. Kepulauan Riau, Ketua Paruman Walaka Parisada Prov. Kepulauan Riau, WHDI Prov. Kepulauan Riau, ketua WHDI Kota Batam.

Tujuan dari kegiatn ini adalah untuk memecahkan permasalahan dan isu – isu kerukunan umat Bergama, mejelang perayaan Natal 2017. Di samping juga untuk menampung aspirasi dan informasi dari masyarakat perihal kerukunan umat beragama.

Wakil walikota Batam mengucapkan terima kasih kepada pemuka agama di Kota Batam yang telah menjaga Batam rukun dan kondusif dan memberi contoh yang baik.  Jika Batam ini rukun dan kondusif maka ekonomi dan investasi di Kota Batam akan kembali membaik.

Kegiatan ini sangat positif dan dapat menciptakan suasana kota Batam yang kondusif. Di masa depan diharapkan dapat di laksanakan setiap tahun dan ditingkatkan intensitasnya. (ep2017)





DPP Peradah Kepulauan Riau Menggelar Lomba Nyanyian Dharma dan Pembacaan Sloka Bahagavadgita

Batam-Bertempata di aula Pasraman Jnana Sila Bhakti, pada hari Minggu tanggal  17 Desember 2017, muda mudi Hindu Kepulauan Riau yang tergabung dalam DPP Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Prov. Kepualauan riau menggelar kegiatan lomba Nyanyian Dharma dan Lomba Pembacaan Sloka. Hadir pada kesempatan itu pembimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Penyelenggara Hindu, Ketua Parisada Kepri, Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Kepulauan Riau, Ketua Paruman Walaka dan Ketua WHDI Kota Batam, Penyuluh Agama Hindu Keupulauan Riau, Ketua Banjar, lembaga agama keagamaan se-Kota Batam, Umat Hindu Kabupaten Bintan, Umat Hindu Kota Tanjung Pinang.

Acara di awali dengan Lomba Nyanyian Dharma yang membawakan lagu wajib lagu karya Prabhu Dharma Yasa yang berjudul “Bebas dari Punarbhawa” yang diikuti oleh semua Banjar se-Kota Batam, Banjar Kabupaten Bintan, Banjar Kota Tanjung Pinang. Dilanjutkan dengan Lomba Pembacaan Sloka Bhagavad Gita yang diikuti oleh Siswa sisi Pasraman Jnana Sila Bhakti.

Acara dilanjutkan dengan Pembacaan sloka-sloka utama Bhagavad Gita dialjutkan dengan Arati atau memulikan Krishna dengan api pemujaan oleh setiap umat /Bhakta yang hadir. Diakhiri dengan dharma thula/Tanya jawab seputar Bhagavad Gita oleh rohaniawan.

Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan lomba Nyanyian Dharma. Panca Adnyana selaku ketua Pelaksana kegiatan ini menyatakan bahwa kegiatan ini sudah dilaksanaka untuk yang kedua kalinya. Dan kegiatan ini terlaksana atas bantuan dari lembaga agama keagamaan di kota Batam dan kepulauan Riau serta donator perorangan. Panca Adnyana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini.

Selanjutnya Made Dwi Angga Pratama juga memberikan kata sambutan. Menurunya bahwa tema dari kegiatan ini adalah “Mengembangkan Pengetahuan Spiritual Melalui Bhagavad Gita”. Menurut Angga bahwa  bahwa melalui momentum hari Bahagavadgita atau Gita Jayanti maka umat Hindu diharapkan dapan mengembangkan Pengetahuan Spiritual untuk selanjutnya dapat mencapai pencerahan sebagai bekal hidup di zaman Kali yang penuh dengan godaan ini.

Ketua Parisada Prov. Kepulauan Riau juga memberikan kata sambutan bahwa kita hidup di zaman Kali yang sangat berbeda degan zaman sebelumnya. Pemahaman nilai – nilai Bhagavad Gita sangat kita perlukan. Melalui kegiatan lomba ini Peradah telah melakukan pelestarian ajaran Weda yang ada dalam Bhagavad Gita. Waya Jasmin juga mengilustrasikan bahwa pada zaman  Kerta yuga tidak ada musuh, kemudia di zaman treat yuga musuh sudah ada di seberang lautan yang ditandai dengan peperangan Rawana dan Rama. Kemudian pada zaman Dwapara yuga musuh sudah ada di dalam keluarga yang ditandai dengan perang saudara antara Pandawa dan Kaurawa. Dan di zaman Kali musuh tidak hanya di seberang lautan dan dalam keluarga, tetapi sudah di dalam diri kita yang kita kenal dengan Sad Ripu. Untuk itu Pengamalan nilai – nilai Bhagavad Gita sangat efektif untuk mengurangi efek negatif dari Sad Ripu. Terakhir Wayan Jasmin menjelaskan bahwa di zaman Kali ada 9 (Sembilan) jenis pemujaan yang sangat efektif yang dianjurkan dalam Srimad Baghavatam yang dikenal dengan Nawa Vidha Bhakti yaitu arcanam, kirtanam, nama smaranam, sakyam, vandanam, atmani vedanam, pada sevanam.

Kemudian I Wayan Catra Yasa selaku ketua Paruman Walaka dan Pembina dari  DPP Peradah Kepulauan Riau berpesan agar tema yang ditetapkan oleh Peradah Kepulauan Riau dalam kegiatan ini harus dipedomani dan dijadikan tema umum yang dapat dipedomani oleh umat Hindu. Wayan juga menjelaskan bahwa Kita Bhagavadgita muncul dari kegelisahan Arjuna yang melihat kenyataan harus berperang melawan guru, kakeknya dan juga saudaranya. Krishna menjelaskan di medan kuru ksetra bukan perang melawan guru, kakek dan saudara tetapi perang melawan ketidak benaran dan menegakkan kebenaran. Percakapan antara Krishna dan Arjuna ini oleh Maharsi Wyasa dihimpun menjadi sebuah Kitab Bhagavad Gita yang kita pedomani sampai sekarang dan dianggap sebagai Weda yang ke-5 atau Pancamo Veda.

Terakhir Pembimas Hindu menyampaiakan apresiasi kepada Peradah Kepri yang telah menyelenggarakan kegiatann ini. Di Masa yang akan datang Pemerintah dalam hal ini Bimas Hindu Kanwil kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau akan memperhatikan kegiatan kepemudaan yaitu dengan memberikan bentuan operasional kepada Peradaha Kepualaun Riau dengan catatan sudah terdaftar di Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, memilikki NPWP, nomor rekening dan mengajukan proposal sebelum tahun berjalan. Ketut Suardita juga menyampaikan bahwa Bhagavad Gita ada dalam Bishma Parwa Kitab Mahabharata yang dikodifikasi oleh Maharsi Wyasa dan dianggap Weda yang ke-lima atau Pancamo Veda.

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Sebelumnya perwakilan dewan juri Nyanyiaan Dharma, I Made Kasa Astawa berkesempatan memberikan kata sambutan kepada peserta. Menurut I Made Kasa selaku Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batam yang juga bertindak sebagai dewan juri Selain untuk melestasrikan seni baca kitab suci Weda berupa pembacaan sloka dan senin menyanyikan lagu kerohanian, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaring bibit-bibit baru yang akan maju dalam perhelatan Jambore Pasraman Tahun 2019 dan Utsawa Dharma Gita Tahun 2020. Ini adalah even yang sangat langka dan harus dilaksanakan setiap tahunnya. Siapapun yang menang jangan jumawa dan semua sudah tampil sangat baik.


Putu Satria Yasa juga memberikan penjelasan teknik pembacaan sloka dan criteria penilaian sloka. Semua adalah pemenag, tetapi di antara pemenang maka tentunya ada yang terbaik. Yang menjadi pemenang dapat dipertimbangkan untuk mengikuti seleksi Utsawa Dharma Gita baik di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional. (ep2017)

Umat Hindu Batam, WHDI Kepri dan WHDI Kota Batam Mempersembahkan Tari Rejang Renteng pada Haru Jadi Kota Batam yang ke - 188

Batam-Batam, bertempat di Alun - Alun Engku Putri, pada hari Senin, tanggal 18 Desember 2017 Ibu - Ibu umat Hindu yang tergabung dalam organisasi Wanita Hindu Indonesia (WHDI) Provinsi Keupalauan Riau dan WHDI Kota Batam mempersembahkan tari rejang Renteng pada Hari Jadi Kota Batam yang ke-188. hadir pada kesempatan itu EKo Prasetyo selaku Penyelenggara Bimas Hindu Kantor kementerian Agama Kota Batam dan Ketua Badan Otorita Pura Agung Amertha Bhuana, Ketua WHDI Kota Batam dan pengurus WHDI Kepulauan Riau serta umat Hindu.

"Harmoni dalam Keberagaman" Tema Hari Jadi Kota Batam ke-188 yang ditetapkan oleh Walikota/Pemkot Batam. Ibu- Ibu yang tergabung dalam WHDI Prov. Kep. Riau dan WHDI Kota Batam berpartisipasi dalam Parade Seni Budaya Kota Batam sebagai wujud kepedulian kepada Bumi Melayu, Ibu Pertiwi berupa Tari Rejang Renteng yang bermakna menyambut turunnya para dewa dan dewi serta anugerah Tuhan di Bumi Melayu untuk kesejahteraan bersama.

Persembahan tari dari ibu - ibu pengurus dan anggota WHDI ini sebagai wujud kepedulian kita kepada kota Batam dan kita yakin bahwa para dewa dan leluhur akan merestuinya. Walikota/Pemko Batam akan memberikan apresiasi kepada umat Hindu. (ep2017)

Jaganath Ratha Yatra 2017 di Kota Batam

Bertempat di speanjang jalan utama di komplek pertokoan Jodoh - Nagoya, umat Hindu dari kelompok kerohanian Hare Krishna mengadakan kegiatan tahunan yaitu Jaganatha Ratha yatra sebagai bagian dari  peringatan Hari Bhagavadgita atau Gita Jayanti 2017. Acara berbarengan dengan Batam International Carnival 2017 dalam rangka Hari jadi kota Batam yang ke-188 yang diselenggarakan oleh Badan Penguasahaan (BP) Batam. Hadir pada kesempatan itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian Pariwisata, walikota Batam, anggota dewan, anggota DPD, Penyelenggara Hindu dan ketua paguyuban se - kota Batam.

Pawai Jaganath Rath Yatra 2017 mengambil rute Nagoya - Jodoh. sepanjang perjalanan para bhakta mengagungkan nama Krishna sebagai awatara Wisnu ke dunia pada zaman Kaliyuga. di tengah perjalanan panitia juga membagikan prasadam (makanan) kepada penonton.

Kegiatan ini sangat positif sekali dan di tahun berikutnya akan diadakan lagi secara rutin dan berkala, tegas Si Putu Suamardaya seusai megikuti pawai.

Perkemahan Pelajar Lintas Agama di Kota Batam tahun 2017

Batam-bertempat di Lantamal, Tanjung Sengkuang pada hari Kamis samai dengan Jumat 14 sampai dengan 15 Desember Kantor Kementerian Agama Kota Batam untuk kedua kalinya menggelar Perkemahan Pelajar Lintas Agama. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar lintas agama baik dari sekolah di bawah binaan Kementerian Agama  maupun sekolah umum. Dari Hindu diwakili oleh Pasraman Jnana Sila Bhakti.

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan secara militer. Pada bertindak sebagai inpektur upacara dari Lanal Batam. Dalam sambutannya Komandan Lanal Batam menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme bisa ditanamkan pada masa pendidikan di sekolah.  Pendidikan nasionalisem tidak hanya diperoleh di sekolah militer tetapi juga di sekilah umum. Inspektur upacara juga menegaskan bahwa sebagai generasi muda harus bekerja keras meraih cita – cita. Seeribu langkah yang kita lakukan akan selalu diawali dengan satu langkah yang pertama, artinya memulai sebuah cita – cita dengan belajar adalah sangat penting. Di samping itu kita jangan memaksa orang lain untuk berubah tetapi rubahlah diri kita sendiri sehingga membuat orang lain merasa ingin berubah menjadi lebih baik.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pidato kerukunan tingkat SMP dan SMA baik putra maupun putri. EKo Prasetyo selaku penyelenggara Hindu ditunjuk untuk menjadi salah satu juri pada lomba pidato kerukunan, Adapaun tema yang diambil peserta tidak boleh keluar dari nilai-nilai kerukunan kebangsaan, NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka tunggal Ika. Aspek yang dinilai adalah penguasaan materi, ketepatan waktu, penguasaan audiens, ekspresi dan intonasi. Secara umum peserta sudah cukup pandai membawakan sebuah pidato, Cuma EKo berpesan bahwa pidato sangat berbeda dengan dengan orasi yang terbawa semangat dan terbawa suasana.

Kegiatan dilanjutkan dengan cerdas cermat kerukunan yang diikuti oleh pelajar lintas agama di tingkat SMP dan SMA. Materi yang diujikan juga seputar kerukunan umat beragama, wawasan umum, kebangsaan, Pancasila dan NKRI. Tampil sebagai juara 1 adalah regu A dan MAN IC Batam, juara 2 dan 3 diraih oleh Pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batama.

Acara dilanjutkan dengan pembinaan mental oleh I Wayan Catra Yasa selaku Pengurus FKUB Kota Batam. Dalam arahannya Wayan mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh – sungguh. Wayan menyatakan bahwa kerukunan umat beragama bisa dimulai sejak di pendidikan usia dini. Wayan berharap agar umat beragama di Kota Batam rukun agar iklim investasi dan ekonomi di Kota Batam kembali membaik.

Selanjutnya Dr. Erizal, MH selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam berkesempatan memberikan pembinaan kepada peserta yang hadir pada perkemahan ini. Beliau menyatakan bahwa kegiatan perkemahan ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Tri Kerukunan umat Beragama di Kota Bata. Untuk itu diharapkan di antara peserta harus ada pembauran satu dengan yang lainnya. Harus terjalin komunikasi dan relasi di antara peserta.

Terakhir Pak AGus dari LANAL Batam juga memberikan pembinaan bahwa kegiatan perkemahan ini memberikan pelajaran yang sangat berharga, Kita tidak akan pernah bisa melupakan ilmu yang didapat dari kegiatan ini. Pelajar akan mendapat pembekalan berupa nilai – nilai kebangsaan, nasionalisme, agama dan tentunya nilai – nilai kerukunan. Banyak hal yang kita dapat dari kegiatan ini.

Pada pukul 01.30 dini hari dilaksanakan acara jurik malam dan api unggun, pementasan kreatifitas peserta. Jurik malam diawali dengan Pembacaan Dasa Dharma Pramuka atau 10 (sepuluh) janji pramuka.

Pada Hari Jumat, 14 Desember 2017 jam 06.00 dilangsungkan dengan operasi semut atau membersihkan area perkemahan, dilajutkan dengan senam kesegaran jasmani.

Terakhir dilaksanakan upacara  penutupan yang dipimpin langsung oleh Dan Lanal Batam atau yang mewakili. Dalam sambutannya Dan Lanal berpesan agar peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di masyarakat. Apa yang didapat dapan dijadikan bekal di hari tua nanti. (ep2017)