Kamis, 03 Mei 2018

Temu Tokoh Lintas Agama Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018


Bertempat di Wisma Kementerian Agama, Batam Center, pada tanggal 2 sampai dengan 4 Mei 2018, Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau mengadakan kegiatan Temu Tokoh Lintas Agama Tahun 2018. Adapun tema dari kegiatan adalah Melalui Temu tokoh Lintas Agama membangun Kerukunan di Prov. Kepulauan Riau. Kegiatan ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) peserta yang berasal dari tokoh umat, tokoh wanita, tokoh pemuda lintas agama dan pimpinan lembaga/organisasi/majelis se-Kepulauan Riau. Peserta diusahakan bergantian setiap tahunnya. Dari Kantor Kementerian Agama kota Batam hadir Penyelenggara Hindu, mashadi dari Bimas Islam, dan Syayuti dari FKUB Kota Batam.

M Siddik selaku panitia kegiatan dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi keinginan untuk bersatu, rukun dalam keberagaman. NKRI terdiri dari beragam suku, agama dann budaya. Keberagaman adalah sebuah potensi yang sangat luar biasa bagi bangsa Indonesia. M Siddik juga menjelakan bahwa Provinsi Kepulauan Riau menduduki peringkat 3 dengan kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia pada tahun 20017. Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan sendiri semakin intens mengadakan kegiatan pembinaan kerukunan dengan indikatornya adalah meningkatnya kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau dan tidak adanya konflik antar umat beragama. Dasar dari kegiatan ini adalah Pasal 29 UUD 1945, Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 9 Tahun 2006 Nomor : 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Dan Pendirian Rumah Ibadat.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai ajang silaturahmi antar tokoh lintas agama, menambah aktor kerukunan, membantu Kementerian Agama dan Pemprov/Pemko/Pemkab dalam melakukan sosialisasi kerukunan, merealisasikan program prioritas pembinaan kerukunan dari pemerintah. Adapun narasumber kegiatan ini adalah Ka-Kawil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau, Kepala Pusat PKUB, Litbang Kementerian Agama RI, Balai Diklat Kementerian Agama. Terakhir M. Siddik menegaskan bahwa semua transaksi dari kegiatan ini menggunakan transaksi non tunai. Kemudian Ka-Kanwil Kementerian dalam sambutannya menegaskan bahwa secara umum kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau sangat kondusif.

Pada kesempatan pertama materi disampaikan oleh Ka-Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau, H. Marwin Jamal. Menurut Marwin Jamal bahwa di Kepulauan Riau kerukunan umag beragama sangat kondusif. Tidak ada konflik antar uma beragama, hal ini disebabkan karena tokoh umat dan ketua lembaga antar umat beragama memberikan teladan yang baik bagi umatnya. Di Kabupaten Karimun dan Lingga sudah dibentuk Desa Kerukunan. Kunci terbentuknya kerukunan adalah saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, maka kita harus menghormati saudara kita yang beragama Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Sebagai tokoh umat jangan sampai kita menjadi provokator dari konflik, melainkan menyelesaikan permasalahan. Jangan manjadi bagian dari masalah. Aparatur Sipil Negara (ASN) dihimbau jangan terpancing politik praktis menjelang tahun politik. Rumah ibadah jangan sampai dijadikan tempat politik praktis dan kita harus mengawasinya. Tokoh agama juga dihimbau untuk tidak menyebarkan berita HOAX. Pemeliharaan kerukuna di Kepulaiuan Riau juga sesuai dengan visi dan misi Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauann Riau. Marwin Jamal juga menegaskan bahwa rumah ibadah harus difungsikan dengan benar, diisi dengan kegiatan keumatan yang positif yang menguatkan iman dan taqwa umatnya. Tekakhir Marwin Jamal juga berpesan agar kita gencar melakukan dialog kerukunan, coffee morning kerukunan, kongkow  kongkow kerukunan, dan sosialisasi PBM. Di samping itu beliau menghimbau tokoh agama jangan menyebar paham radikalisme, fanatisme dan intoleransi.

Pada kesempatan berikutnya adalah paparan narasumber dari Litbang Kementerian Agama RI dengan topik Manajemen Konflik Kerukunan Umat Beragama. Pada kesempatan ini paparan narasumber dipandu oleh Johanes Hamonangan, S.Th. Manajemen konflik dapat dipetakan dari adanya perbedaan lalu muncul intoleransi kemudian kekerasan dan berakhir dnegan konflik. Mengapa konfilk bisa mengarah ke arah kekerasan? Hal ini karena adanya konflik yang tidak terselesaikan atau bisa jadi konflik yang ditutup-tutupi. Tidak ada dialog yang intens anhtar umat beragama juga memicu konflik SARA. Konflik juga disebabkan gerakan fanatic, kemudian tidak ada komunikasi antar umat, kekecewaan umat, masyarakat, keresahana akibat konversi agama, adanya ketidak adilan, sengketa rumah ibadah dan berita HOAX yang saling menyerang agama satu dengan yang lainnya.

Pertanyaan berikutnya yang akan muncul adalah bagaimana  agar perbedaan jangan sampai menjadi kekerasan/konflik di masyarakat. Secara alamiah manusia dilahirkan berbeda baik warna suku, Bahasa dan ras. Artinya perbedaan itu sangatlah alamiah. Kita bisa memetakan permasalahan konflik yang ada. Konflik bisa disebabkan karena provokasi, isu SARA, sengketa Sumber Daya Alam, dan sengketa rumah ibadah dan masih banyak lagi penyebab konflik. Kita harus menganalisa pra konflik, saat konflik, pasca konflik dan upaya peradamaian dari semua elemen masyarakat. Ada upaya pemulihan kerukunan bila sudah terlanjur terjadi konflik yaitu dengan melakukan dialog kerukunan, mengakui adanya pluralisme, menanamkan nilai – nilai toleranai dan kerjasama.

Pada kesempatan berikutnya Kepala Pusat PKUB Kementerian Agama RI menyampaikan materi dengan topik Penguatan Nilai – Nilai Toleransi. Toleransi bisa dilakukan dengan hal sederhana seperti menghargai perbedaan dan tidak mencampuri agama orang lain. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam menjalankan ajaran agamanya. Maka dari itu kita harus saling menghargai antar umat beragama.

Pada kesempatan berikut Kabag Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau berkesempatan memberikan materi dengan Topik Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama melalui optimalisasi fungsi rumah ibadah. Beliau mengajak agar umat beragama memanfaatkan rumah ibadah untuk peningkatan iman dan taqwa. Penyuluh setiap agama bisa diberdayakan untuk melakukan pembinaan umat di rumah ibadah.

Pada kesempatan terakhir, M Siddhik menyampaikan mekanisme dan prosedur mengajukan permohonan bantuan operasional FKUB baik tangka kota/Kabupaten maupun FKUB Provinsi kepulauan Riau. Sesuai dengan arahan dan petunjuk dari BAPPENAS RI bahwa bantuan FKUB tahun 2018 besarannya lima puluh juta rupiah untuk FKUB tingkat kota/Kabupaten dan enam puluh juta rupiah untuk FKUB tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Kementerian Keuangan RI menganjurkan bahwa pemanfaatan bantuan operasinal tersebut adalah diutamakan untuk pembelian Alat Tulis Kantor (ATK), jadi tidak untuk membiayai honor kegiatan atau operasional perjalanan dalam rangka survey, pembinaan dan kunjungan. Hal ini jelas tidak bisa memaksimalkan peran FKUB dalam melakukan pembinaan kerukunan dan survey lokasi rumah ibadah dan lain sebagainya. Tetapi karena usaha konsolidasi dari pihak FKUB dan Kementerian Agama akhirnya pemanfaatan bantuan operasional bisa lebih luas tetapi harus disiapkan juknis pemanfaatan bantuan dari Kementerian Agama. Kementerian Keuangan juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur penyaluran dan penggunaan bantuan pemerintah. FKUB harus mematuhi peraturan dari Kementerian Keuangan RI dan Juknis dari Kementerian Agama RI. M Siddik juga menyampaikan beberapa point penting terkait aksi nyata pembinaan kerukunan umat beragama di Prov. Kepulauan Riau. Beberapa inovasi pembinaan kerukunan tersebut adalah Gerakan Sadar Kerukunan, Kapasitas aktor kerukunan melalui kegiatan rakor FKUB, Kemah Pemuda Lintas Agama, Temu Pemuda Lintas Agama, Temu Wanita Lintas Agama, dan Temu tokoh Lintas Agama. Aksi dan inovasi selanjutnya adalah Pemberdayaan kerukunan Umat beragama, yang terkahir adalah peningkatan keadaran masyarakat anak – anak dan pemuda seperti jalan santai kerukunan, senam kerukunan dan lain sebagainya. Kegiatan aksi nyata ini diharapkan mempunyai output dan benefit yang jelas kepada masyarakat.

Selasa, 17 April 2018

Dirjen Bimas Hindu menggelar Rapat Kooordinasi dengan Biro Kepegawaian dan Biro Perencanaan


Jakarta-Bertempat di Lantai 3 Ruang Sidang Kementerian Agama RI, Jl. M.H Thamrnin No 6, Dirjen Bimas Hindu menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Data Kebutuhan Guru Agama Hindu bersama Kepala Biro Kepegawaian dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama Republik Indonesia pada hari Minggu s/d Selasa, 15 s/d 17 April 2018. Acara ini diikuti oleh pejabat Eselon II, III dan IV serta operator e-formasi di lingkungan Ditjen Bimas Hindu. Dari Kepulauan Riau hadir Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama RI Prov. Kepulauan Riau dan Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Kegiatan in didasari pentingnya segera melakukan pendataan jumlah guru yang aktif pada masa 5 tahun yang akan datang, sehingga diketahui berapa jumlah guru yang akan dan sudah pension serta jumlah kekurangan guru di setiap daerah.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa Ditjen Bimas Hindu mengalami kekurangan guru. Banyak guru yang akan purna tugas/pensiun atau sudah purna tugas/pensiun. Maka Ditjen Bimas Hindu mengambil kebijakan untuk mengadakan program pengadaan Guru Agama Hindu di seluruh Indonesia. Untuk itu kita harus melakukan pendataan data dan usuan guru yang tepar untuk selanjutnya diusulkan kepada Kemenpan RB. Ketut Widnya juga menjelaskan bahwa beban kinerja guru sangat tinggi, mengingat guru harus berhasil mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan pembangunan nasional jangka panjang. Pemerintah tentunya juga memberikan pelatihan ketrampilan dan kompetensi kepada para guru Agama Hindu agar mereka memilikki kompetensi di bidangnya. Acara dibuka secara resmi oleh Ketut Widnya selaku Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI.

Pada kesempatan berikutnya Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI memberikan pengarahan kepada peserta rapat. Biro Kepegawaian menjelaskan bahwa sebanyak 1256 Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama dari semua agama di lingkungan Kementerian Agama sudah dan akan purna tugas/pensiun. Hal ini mendorong kita untuk segera melakukan program pengadaan Guru Agama. Masalah berikutnya adala persebara siswa yang sporadis, sehingga jumlah standar 1 rombongan belajar sangat sulit terealisasi di daerah. Di sisi lain dalam Undang – Undang jelas disebutkan bahwa setiap siswa berhak mendapat pendidikan Guru Agama dari seorang Guru. Biro Kepegawaian mengajak semua peserta untuk melakukan pendataan ulang dengan tepat dan cepat untuk selanjutnya disingkronkan dengan data e-formasi di setiap Kanwil Kementerian Agama.

Senada dengan Biro Kepegawaian, Biro Perencaaan Kementerian Agama juga menyarakna agar data guru dan pengusulan formasi guru disingkronkan dengan e-formasi. Ada opsi lama yang bisa kita terapkan, misalnya redistribusi guru di suatu daerah yang kelebihan guru ke daerah lain yang masih kekurangan guru. Tetapi cara lama ini dinilai tidak efektif karena guru yang dimutasi tidak betah dan ingin kembali pulang ke daerahnya. Dalam penyusunan e-formasi diharapkan pengusulan guru dilakukan per sekolah bukan per daerah, karena Kemenpan RB meminta data pengusulan guru dilakukan per sekolah. Artinya petugas harus menyebutkan penempatan guru tersebut nantinya di sekolah mana. Formasi guru yang diusulkan harus memperhatikan jenjang guru mulai dari Guru Pratama, muda, madya dan utama. Tetapi sesuai peraturan sekarang siswa SD, SMP dan SMA harus diajar oleh guru yang lulus S1, semikian pula di jenjang yang lebih tinggi (mahasiswa) harus diajar oleh dosen dengan kualifikasi S2. Berarti kita sepakati bahwa kita mengusulkan Guru dengan minimal pendidikan S1, Golongan IIIA. Pemerintah ingin guru yang diangkat adalah guru yang berkompeten di bidangnya, sehingga tujuan pendidikan nasional akan tercapai.

Pada hari Selasa 17 April 2018 dilanjutkan dengan penyusunan e-formasi Data Kebutuhan Guru Agama Hindu per sekolah. Kegiatan ini sangat positif untuk melakukan singkronisasi data usulan guru pusat dan daerah, sehingga margin error dari sistem e-formasi dapat dikurangi. Untuk selajutnya program pengadaan guru agama Hindu akan segera terealisasi di setiap daerah. (eko2018)



Senin, 09 April 2018

Bimas Hindu Gelar Pelatihan MC Hindu Batam Tahun 2018


Batam-Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Bimas Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam menggelar Kegiatan Pelatihan Pembawa Acara/MC Tahun 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 20 (dua puluh) peserta yang terdiri dari perwakilan Perhimpunan Pemuda Hindu, Pasraman Jnana Sila Bhakti, WHDI Kepulauan Riau, WHDI kota Batam, Penyuluh Agama Hindu non PNS, Petugas MC di setiap Banjar se- Kota Batam.

Dalam Sambutannya Eko Prasetyo selaku penanggung jawab kegiatan ini menyatakan bahwa kegiatan ini didasari karena perlunya upaya kaderisasi dan membentuk presenter Hindu yang handal di Kota Batam. Hal ini sejalan dengan tema dari kegiatan ini yaitu “Membentuk Presenter Hindu Yang Handal”. Eko Menjelaskan bahwa sumber dana kegiatan ini berasal dari DIPA Bimas Hindu Kantor kementerian Agama Kota Batam Tahun Anggaran 2018.

Pada kesempatan berikutnya H. Sarbaini selaku Kasubbag Tata Usaha mmeberikan Sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya Sarbaini menyampaikan permohonan maaf Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang tidak bisa hadir pada acara pembukaan karena ada tugas dan agenda yang tidak dapat ditinggalkan. Selanjutnya Sarbaini menghimbau agar peserta sungguh-sungguh mengikuti kegaitan ini. Dari kegiatan ini harus muncul presenter muda Hindu di Kota Batam yang handal.

Pada kesempatan pertama Eko Prasetyo selaku Penyelenggara Hindu berkesempatan memberikan materi pembinaan yaitu Membangun mental percaya diri dan Teknik Tampil Percaya Diri dalam membawakan acara di depan umum. Ada banyak hal yang harus disiapkan agar kita menjadi percaya diri di antaranya kesiapan mental, latihan, materi, kesehatan tubuh dan faktor lingkungan. Eko mengajak peserta agar menjadi presenter yang tulus, total dan profesional agar kita mendapat keperyaaan.


Pada kesempatan berikutnya Hajah Riesa Helmawati yang merupakan presenter handal di Kota Batam dan di berbagai negara tetangga berkesempatan memberikan pembekalan kepada peserta dengan topik Tata Cara Membawakan Acara Formal. Hajah Riesa menajak peserta untuk melakukan praktek langsung dengan membawakan acara di setiap moment yang berbeda.




Selanjutnya Wayan Catra Yasa memberikan materi dengan topik Teknik Penguasaan Audiens. Waya menekankan penting latihan yang intens agar kita bisa menguasai teknik dasar berbicara di depan umum. Latihan di alam bebas akan membuat kita lebih bebas berekspresi. Kemudian berlatih berbicara di depan cermin juga dapat meningkatkan percaya diri di samping juga melakukan koreksi kepada diri sendiri bila ada yang salah.

Dilanjutkan paparan dari Ni Made Yuni Trisna Dewi yang merupakan presenter muda dari TVRI Prov. Bali. Yuni memberikan materi dengan topik Public Speaking dan Kiat – Kiat Menjadi Pembawa Acara Yang Handal. Yuni juga mengajak peserta untuk praktek langsung berbicara di muka umum secara individu maupun secara berkelompok. Setiap kelompok membahas Isu-Isu terkini seperti Kerukunan Umat Beragama, dan lain sebagainya.





Kesempatan berkutnya adalah Purwadi selaku penyuluh Agama Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau. Purwadi menyampaikan materi Etika Membawakan Acara pada Kegiatan Keagamaan Hindu. Purwadi mengajak peserta untuk menguasai dasar – dasar membawakan acara resmi keagamaan yang tentunya berbeda dengan acara formal lainnya. Ada etika masayarakat dan norma agama Hindu yang harus kita patuhi. Terutama dalam mengucapkan salam dan menyebut gelar kerohaniawananan dan gelalr akademik sesorang.

Terakhir adalah paparan dari Haji Erizal selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam dengan Topik Pengantar MC dan Etika Protokoler. Dalam paparannya Erizal memberikan batasan perbedaan etika MC pada acara umum maupun MC pada instansi pemerintahan yang diatur dalam system protokoler. Erizal mengajak agar seorang presenter/MC harus mempunyai intgeritas, totalitas pada profesinya. Seorang MC juga harus professional, mempunyai inovasi, tanggung jawab dan menjadi panutan sebagai public figure.



Dalam acara penutupan kegiatan ini Eko menyampaikan pesan kepada peserta agar ilmu yang didpat diterapkan dan ditularkan kepada generasi muda agar berkelanjutan.  (eko2018)


DIAOG KERUKUNAN PENGURUS LEMBAGA KOTA BATAM TAHUN 2018


Batam-Kementerian Agama Kota Batam melalui Penyelenggara Hindu menggelar kegiatan Dialog Pengurus Lembaga Keagamaan Hindu Tahun 2018 bertempat di Aula Kemenag Batam Lt2 Jl. Mesjid Raya Baiturrahman Sekupang, Minggu 01 April 2018.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 orang peserta,  terdiri dari perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Parisada Kota Batam, WHDI Kota Batam, Badan Penyiaran Hindu Kota Batam, Pasraman Jnana Sila Bhakti, BOP Agung Amerta Bhuana, PAUD Jnana Sila Bhakti, Unit Kerohanian Hindu Batamindo, Pinandita Sanggraha Nusantara, Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Kepri, Ketua Banjar Nagoya, Ketua Banjar Batam Center, Ketua Banjar Nongsa, Ketua Banjar Tiban, Ketua Banjar Batuaji Barat, Ketua Banjar Batuaji Timur, dan Penyuluh Hindu Kota Batam.
Hal ini disampaikan Penyelenggara Hindu Kemenag Batam Eko Prasetyo dalam laporannya. Ia menambahkan kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengawal Wawasan Kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila dengan mengusung tema yakni “Melalui Dialog Pengurus Lembaga Keagamaan Hindu Tahun 2018 Kita Tingkatkan Sinergitas, Soliditas Menuju Batam Bandar dunia Madani”.
I Wayan Catra Yasa, Ketua Paruman Walaka PHDI Provinsi Kepulauan Riau dalam sambutannya  menyambut baik diadakannya acara ini. Karena memang sebelumnya belum pernah diadakan dialog semacam ini, sebutnya. Semoga melalui dialog ini akan saling memberi masukan dan informasi sehingga kerukunan intern umat beragama, antar umat beragama, dan umat beragama dengan pemerintah berjalan dengan baik. Kalau Batam aman dan masyarakatnya bersatu maka ekonomi kita akan meningkat dan kerukunan ini akan melahirkan Batam yang kondusif, di sanalah kita baru menuju ke Batam Bandar dunia yang Madani, terangnya.
Terakhir Ia berharap agar kegiatan  ini dapat dilaksanakan setiap tahun, jika tahun ini diikuti sebanyak 20 orang peserta, mungkin di tahun depan bisa dilibatkan unsur kepemudaannya, OSIS, siswa-siswa Pasraman karena kita tidak bisa lepas dengan mereka sebagai generasi muda harapan kita ke depan yang menjadi kaderisasi dari pada organisasi organisasi kelembagaan keagamaan di kota Batam, sehingga jumlahnya  bisa lebih ramai, harapnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Kakankemenag Batam H. Erizal Abdullah. Dalam sambutannya, Erizal menuturkan bahwa sekarang ini kita berada dalam era digital. Dizaman ini  kita harus pandai dan pintar untuk merangkul saudara-saudara kita untuk menghindari gesekan-gesekan yang tidak kita inginkan. Ibarat pedang, jika kita tidak pandai menggunakannya, maka generasi-generasi  kita kedepan akan sibuk dengan urusannya dan sosialnya akan berkurang. Peran dari orang tua, peran dari tokoh tokoh agama dalam menanamkan nilai-nilai agama sangat diperlukan.
Apa yang sudah dilakukan Kantor Kementerian Agama kota Batam yang bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia atau RRI Kota Batam dalam penyampaian pesan-pesan Rohani semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam khususnya.
Ia berharap dialog ini terjalin sinergisitas, soliditas,saling mengasihi, saling menyayangi dan jangan saling gesek, saling gosok sehingga dapat menimbulkan hubungan menjadi renggang dan dampaknya akan menimbulkan kerusuhan. Dengan terlaksananya kegiatan ini semoga terjalin kebersamaan untuk generasi generasi penerus agar tidak terjadi gesekan, kekacauan di intern Agama Hindu itu sendiri, harapnya.


Pada kesempatan berikutnya Kepala Kan Kemenag Kota Batam juga menyampaikan materi sosialisasi PBM Nomo 8 dan 9 Tahun 2006 dan Pola Pembinaan Kerukunan di Kota Batam.
Wayan Catra Yasa menyampaikan materi Manajemen Pengurus Pura dan Lembaga yang Modern. Wayan mengajak semua pihak bekerja keras memajukan Hindu Kota Batam dan Hindu Kepulauan Riau melalui ajaran Agama dan system manajemen pura yang modern.
Selanjutnya Ketut Suardita menyampaikan materi Pola Penguatan Sradha dan Bhakti umat Hindu di Kota Batam. Sedangkan Wayan Jasmin selaku Ketua Parisada Prov. Kepulauan Riau menyampaikan materi Pola Pembinaan Umat Hindu di Kota Batam. Terkahir Purwadi menyampaikan materi Penguatan Jejaring Kerja Penyuluh untuk kemajuan dan Kerukunan intern Hind Kota Batam.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Dalam kegiatan itu pengurus lembaga sepakat mengajukan beberapa permasalahan umat, aspirasi dan juga rekomendasi di antaranya Upaya memajukan PAUD, Peranan WHDI, Tata Urutan sembahyang di pura yang baku, cara membina generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat, sertifikat tanah pura, displin waktu saat persembahyangan, transparansi penyelenggara pemerintahan, kinerja penyuluh dan pembinaan siswa Pasraman, dan pembinaan umat Hindu di pura. (ep/yu/bdr)


BPKP PERWAKILAN PROV. KEPULAUAN RIAU MENGGELAR WORKSHOP SPIP


Pada hari Kamis, 5 April 2018, bertempat di gedung BPKP Perwakilan Kepulauan Riau yang baru, BPKP Kepulauan Riau menggelar Workshop Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Kegiatan ini diikuti oleh Satuan Tugas SPIP dan Zona Integritas dari masing – masing instansi vertikal dan daerah di seluruh Kepulauan Riau. Dari Kantor Kementerian Agama hadir Kasi Pendidikan Madrasah, Penyelenggara Hindu,  Penyelenggara Buddha dan Satgas SPIP Kantor Kementerian Agama Kota Batam sebanyak 1 (satu) orang.

Tema dari Kegiatan ini adalah Mewujudkan Akuntabilitas Pembangunan Negeri  melalui Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Dari tema ini diharapkan seluruh Satgas SPIP dapat melaksanakan tugas dengan baik dan didukung oleh seluruh ASN di kepulauan Riau untuk bersama – sama memwujdukan system pemerintahan yang bersih dan berwibawa dengan indikatornya adalah akuntablitas laporan keuangan yang terpercaya.

Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau. Dalam sambutannya Gubernur Kepulauan Riau mengajak ASN untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan peraturan. Gubernur Kepulauan Riau juga meresmikan laboratarium Komputer BPKP Perwakilan Kepulauan Riau.

Pada Kesempatan itu perwakilan Ditjen Perbendaharaan Kanwil Kepulauan Riau memberikan paparan materi dengan materi Penerapan SPIP pada Kanwil DJPB Kemenerian Keuangan Prov. Kepulauan Riau. Dalam paparannya narasumber menjelaskan bahwa penerapan SPIP di Kanwil DJPB Kepulauan Riau sudah mencapai Level IV dengan kategori Terukur dan terencana. Untuk Level I adalah Rintisan, Level II adalah Berkembang, dan Level III adalah terdefinisi. Keberhasilan yang diraih adalah kerjasama semua pihak di Kanwil DJPB baik dari Satgas SPIP dan didukung oleh seluruh ASN di Kanwil DJPB. Penerapan teknologi infromasi berbasis aplikasi sangat membantu penerapan SPIP di setiap Satker. Untuk di instansi pemerintah daerah maka Pemkab Karimun dan Pemko Tanjung Pinang berhasil meraih level III dalam hal penerapan SPIP. (ep2018)

Minggu, 25 Maret 2018

SAKA YOGA FESTIVAL KOTA BATAM TAHUN 2018


Pada Hari Minggu, 25 Maret 2018 bertempat di Pratamaning Mandala Pura Agung Amerta Bhuana Panitia Hari Nyepi Kota Batam Tahun 2018 bekerjasama dengan WHDI Prov. Kepulauan Riau dan WHDI Kota Batam mengadakan kegiatan Saka Yoga Festival. Hadir pada kesempatan itu Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Ketua Kegiatan Batam Menari (BP Batam), Pengurus Lembaga Agama dan Keagamaan, tokoh umat dan umat Hindu serta perwakilan Kelompok Yoga lintas agama di Kota Batam. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 220 peserta.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari hari Raya Nyepi sesuai dengan edaran Ketua Umum WHDI Pusat Nomor: B/02/ll/2018/Set, tanggal 05 Februari 2018 perihal Dukungan Mensukseskan Kegiatan Perayaan Nyepi.

Adapun tema dari Kegiatan Saka Yoga Festival Tahun 2018 adalah “Melalui Yoga Kita Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Narkoba demi Kemajuan NKRI”. Dari tema ini diharapkan umat Hindu di Kota Batam mulai sadar untuk menjaga kesehatan yang dimulai dari sendiri dengan melakukan gaya hidup sehat, rajin berolah raga, salah satunya adalah melakukan gerkaan yoga. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang melakukan gaya hidup sehat maka pengaruh negatif narkoba akan sulit mempengaruh rakyat Indonesia. Jika rakyat sehat maka negara akan maju.

Peserta mengalami sedikit kendala yaitu hujan yang cukup deras di hari Minggu tersebut, namun tidak mematahkan semangat peserta. Kegiatan dipandu oleh Dada Suresh yang merupakan seorang praktisi yoga dari Ananda Marga Kota Batam. Menurut Dada Suresh, semakin sering kita melakukan yoga maka badan dan pikiran kita akan menjadi sehat. Pada tahap pertama yoga diawali dengan pemasanasan, kemudian gerakan inti, Surya Namaskar, Hata Yoga (Workout) dan pendinginan. Yoga sangat baik dilakukan pagi hari untuk membakar lemak dan kolesterol di samping juga untuk kesehatan jiwa dan pikiran.

Selanjutnya adalah sesi tele conference dengan Menteri Kesehatan RI, dan Kota Batam menjadi salah satu peserta tele conference selain Kota Manado, Mataram dan Surabaya. Dalam dialog jarak jauh tersebut Menteri Kesehatan berpesan agar masyarakat Hindu Kota Batam ikut berpartisipasi aktif mensukseskan GERMAS yaitu Gerakan Masyarakat Sehat yang diawali dari diri sendiri dengan rajin berolah raga, makan teratur, istirahat cukup tidak merokok dan menghindari narkoba. Menteri Kesehatan juga berterima kasih kepada umat Hindu Kota Batam yang telah menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Batam, tidak lupa beliau juga mengucapkan selemat hari Raya Nyepi kepada umat Hindu di Kota Batam.

Setelah yoga massal selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan latihan Batam Menari untuk persiapan kegiatan Batam Menari Tahun 201 yang diselenggarakan oleh Badan Pengusahaan Batam. Panitia juga memberikan doorprize kepada 10 peserta yang datang paling awal. Di akhir acara panitia juga memberikan lucky draw kepada peserta yang beruntung. Peserta juga dihibur dengan organ tunggal dan musik dangdut. (ep2017)

Umat Hindu laksanakan hari Pagerwesi Tahun 2018


Batam-Pada Hari Rabu, 21 Maret 2018 bertempat di Pura Agung Amerta Bhuana, Kota Batam, umat Hindu merayakan hari Suci Pagerwesi. Hadir pada kesempatan itu penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, ketua lembaga Agama dan keagamaan baik tingkat Provinsi maupun tingkat kota.

Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan bumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik para rohaniawan maupun umat. Dalam sastra suci dijelaskan bahwa pada hari Rabu Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Pramesthi Guru yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga (sembilan dewa) untuk mengembangkan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia. Hendaknya umat Hindu memohon kepada Tuhan agar diberi kekuatan hati dan pikiran laksana besi agar mampu membentengi diri dari pengaruh negatif di dunia ini. Di samping agar diberikan kekuatan mental untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat baik.

Hari suci ini merupakan rangkaian dari hari Suci Saraswati, hari di mana ilmu pengetahuan suci itu diturunkan oleh Tuhan dalam prabhawa-Nya sebagai Dewi Saraswati. Sehingga umat manusia yang dipenuhi dengan kegelapan bisa menjadi terang atau tercerahkan. Diharapkan umat Hindu kota setelah melaksanakan persembahyangan pada Hari suci Pagerwesi dikuatkan sradha (keimanan) dan bhaktinya.

Pada kesempatan itu Eko Prasetyo selaku penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kota Batam berkesempatan menyampaikan dharma wacana. Dalam kesempata itu Eko Prasetyo menjelaskan makna hari Pagerwesi. Di samping itu Eko menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan harus diperoleh dnegan cara yang benar menurut sastra. Ilmu harus di aplikasikan dan kita jaga.

Eko juga menjelaskan ada 4 (empat) hal yang harus kita pagari menurut Manawa Dharma Sastra Adhya V sloka 109, yaitu bahwa tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, jiwa dibersihkan dengan tapa brata yoga Samadhi dan kecerdasan dan perilaku dibersihkan dengan pengetahuan yang benar.

Umat begitu kidmat dalam mengikuti persembahyangan hari Pagerwesi, Umat Hindu memohon anugerah dan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa. (ep2018)




Umat Hindu Batam Laksanakan Melasti di Danau Sei Ladi


Pada hari Minggu, 11 Maret 2018 lebih kurang 600 umat Hindu di Kota Batam menyelenggarakan Upacara Melasti sebagai rangakaian Upacara Nyepi 1940 Saka di danau Sei Ledi, Sekupang Batam. Dalam acara itu hadir  Ketut Suardita selaku Pembimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Kepulauan Riau, Purwadi, S.Ag selaku Penyuluh Agama Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Kepulauan Riau, Eko Prasetyo, S.Ag, Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian  Agama Kota Batam. Hadir juga Pengurus Parisada Prov. Kepulauan Riau, Parisada Kota Batam, WHDI Kepulauan Riau, WHDI Kota Batam, Pasraman Jnana Sila Bahkti serta ketua lembaga agama keagamaan se-Kota batam.

Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB dan selesai pada pukul 21.00 WIB. Dalam agama Hindu melasti juga disebut dengan Mekiyis. Melasti bertujuan untuk menyucikan sarana dan prasarana upacara yang akan digunakan dalam perayaan Nyepi berikutnya seperti Tawur Agung Kesanga yang jatuh pada hari Jumat, 16 Maret 2018. Melasti juga bertujuan untuk memohon kesucian lahir dan batin serta memohon tirtha amertha yang bermanfaat dalam kehidupan umat Hindu.

Menurut Penyelenggara Hindu bahwa upacara Melasti dijelaskan dalam lontar Sanghyang Aji Swamandala yaitu Anglukataken laraning jagat, paklesa letuhing bhuwana,” yang artinya: Melenyapkan penderitaan masyarakat, melepaskan kepapaan dan kekotoran alam. Lebih lanjut dalam dalam Lontar Sundarigama menambahkan bahwa tujuan Melasti adalah: Amet sarining amerta kamandalu ring telenging sagara, yang artinya: Mengambil sari-sari air kehidupan (Amerta Kamandalu) di tengah-tengah samudera. Sumber lain menyebutkan bahwa tujuan pelaksanaan melasti adalah menyucikan sarana prasarana, pratima dan wastra: Pesucian dewa kalinggania pamratista bethara kabeh yang artinya Mensucikan sthana para dewa. Jadi tujuan Melasti di samping membersihkan sarana dan prasaran upakara, pratima, wastra adalah juga untuk menghilangkan segala kekotoran diri dan alam serta mengambil sari-sari kehidupan di tengah samudera. Samudera adalah lambang lautan kehidupan yang penuh gelombang suka-duka. Dalam gelombang samudera kehidupan itulah, kita mencari sari-sari kehidupan 

Menurt Eko selaku Penyelenggara Hindu bahwa kegiatan ini mengau pada surat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat nomor 114/Parisada Pusat/I/2018 tanggal 29 Januari 2018 perihal Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940, maka dari itu Pimpinan Lembaga Agama/Keagamaan Hindu, Ketua Banjar dan umat Hindu di Kota Batam agar dalam melaksanakan kegiatan perayaan Nyepi tahun 2018 harus mengacu pada edaran PHDI Pusat. Tema Nyepi tahun Baru Saka 1940 adalah: “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Soliditas Sebagi Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI”. Untuk itu segala bentuk penyiaran melalui spanduk, baliho, media cetak/elektronik, iklan video elektronik harus berpedoman kepada tema yang telah ditetapkan oleh PHDI Pusat;

Acara dilanjutkan dengan dharma wacana atau ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Purwadi, S.Ag selaku Penyuluh Agama Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Kepulauan Riau. Purwadi menegaskan bahwa umat harus mengambil intisari dan makna melasti yang bertujuan untuk memohon kesucian diri dan anugerah berupa tirtha kehidupan. Purwadi menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan Melasti mengacu pada Manawa Dharma Sastra Adhya V sloka 109 yang berbunyi bahwa tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, jiwa dibersihkan dengan tapa brata yoga Samadhi dan kecerdasan dan perilaku dibersihkan dengan pengetahuan yang benar. Purwadi juga juga mengajak umat Hindu kota Batam untuk berpedoman pada tema Nyepi nasional yang telah ditetapkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat.

Umat begitu antusias mengikuti prosesi Melasti dari awal hingga akhir acara. Dari acara melasti ini diharapka terjadi perubahan sikap spiritual umat Hindu di Kota Batam pada khususnya. Terjadi peningkatan kualitas spiritual sehingga terjadi perubahan sikap yang pada akhirnya bisa mencapai pencerahan batin. Demikian Penjelasan Penyelenggara Hindu kantor Kementerian Agama Kota Batam. (ep2018)

Kepala Kan Kemenag Batam Hadiri Acara Tawur Kesanga, Festival Ogoh - Ogoh dan Parade Seni Budaya Hari Raya Nyepi 2018


Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun baru Saka yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2018 mengandung makna untuk meningkatkan kualitas sradha dan bhakti serta meningkatkan kerukunan intern Agama Hindu maupun kerukunan antar umat beragama di Kota Batam, membangun kebersamaan, menuju kehidupan yang damai dan harmonis dalam rangka menuju Batam sebagai Bandar Dunia Madani.

Ajaran Agam Hindu memiliki ajaran yang sangat luas dan bersifat universal, salah satu ajarannya yaitu Vasudaiwa kutumbhakam, yang secara harfiah berarti kita semua adalah bersaudara. Dengan menyadari hakikat dari persaudaraan hakikat dari persaudaraan sebagai bagian dari sebuah bangsa yang besar kami yakin bisa membangun kebersamaan dalam keberagaman untuk menjaga keutuhan NKRI dengan empat pilar kebangsaan sebagai pedoman dasar umat Hindu di Kota Batam, yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinekka Tunggal Ika dan NKRI Harga mati.

Sehubungan dengan hal ini, maka tema yang  pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 adalah  ”MELALUI CATUR BRATA PENYEPIAN KITA TINGKATKAN SOLIDITAS SEBAGAI PEREKAT KEBERAGAMAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI” Pemilihan tema ini didorong oleh kesadaran bahwa kekuatan bangsa Indonesia justru pada adanya keberagaman dan kebhinekaan. Kami ingin terus menyerukan bahwa Indonesia akan menuju kejayaannya jika dibangun dari rasa kebersamaan, saling menghormati, toleransi, dan persaudaraan yang kuat, sehingga masyarakat merasakan ketenangan, kenyamanan, keamanan, tidak merasa terganggu dan bebas melakukan aktifitas social berdasarkan norma norma social relegiusitas.

Sesuai dengan konsep Tri Hita Karana, maka penjabaran tema tersebut walaupun dalam skala terbatas, untuk di kota Batam kami lakukan melakukan bhakti sosial di daerah Tembesi Buton RT. 01, RW. 01, Kecamatan Batu Aji pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 bersama Sai Devotee dari Singapore. Yang kedua adalah yoga massal di dataran Engku Putri pada hari Minggu tanggal 25 Maret 2018. Dilanjutkan dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Batam Menari yang delenggarakan oleh Badan Pengusahaan Batam pada tanggal 8 April 2018.

Secara ritual, menjelang hari raya Nyepi pada tanggal 11 Maret 2018, kami umat Hindu Kota Batam melaksanakan Upacara Melasti yang bertujuan membersihkan/meyucikan alam semesta dan memohon kesucian, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada Hyang Widhi/Tuha Yang Maha Esa.

Pada saat yang sama, di pelataran Candi Prambanan, Provinsi Daerah Istemewa Yogyakarta, juga dilaksanakan Prosesi Upacara Taur Agung tingkat nasional yang dirangkaikan dengan Pawai Ogoh – Ogoh yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Hindu, Gubernur DI. Yogyakarta, Gubernur Jawa Tengah, anggota dewan dan pejabat publik serta tokoh masyarakat dan umat Hindu.

Rangkaian kegiatan – kegiatan tersebut diharapkan menjadi perekat persatuan dan kesatuan mempererat hubungan yang harmonis intern umat Hindu, antar umat beragama dan hubungan harmonis antara pemeluk agama dengan pemerintah. Disamping itu kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan yang harmonis antara semasa manusia, hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan alam sekitar tempat kita tinggal. Ketiga hubungan tersebut disebut Tri Hita Karana.

Puncak kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940  dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Maret 2018 pukul 06.00 WIB sampai hari Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 WIB. Umat Hindu di Kota Batam akan melaksanakan Catur Brata Penyepian  yaitu: Amati Geni (tidak menyalakan api). Maksudnya adalah bukan hanya tidak menyalakan api sungguhan, namun kita harus mengendalikan amarah dalam diri kita sendiri. Yang kedua adalah Amati Karya (tidak bekerja). Maksudnya menyepikan indera-indera kita terhadap aktivitas duniawi, mengendalikan indera-indera kita. Kita senantiasa diharapkan untuk melakukan tapa yoga Samadhi. Yang ketiga Amati Lelungan (tidak bepergian). Maksudnya adalah kita tidak membiarkan pikiran mengembara tak tentu arah, pikiran senantiasa diarahkan untuk selalu memikirkan hal-hal tentang keagungan Tuhan. Terakhir adalah Amati Lelanguan (tidak mencari kesenangan). Maksudnya bahwa kita harus membatasi kesenangan sehari-hari, puasa tidak makan dan minum, nonton TV, mendengarkan musik dan hiburan lainnya.



Hari Raya Nyepi adalah momentum untuk melakukan instropeksi diri untuk melakukan perbaikan kualitas sradha dan bhakti umat Hindu sehingga di masa depan dapat menjadi umat yang berbudi pekerti luhur. Untuk meningkatkan kualitas sradha dan bhakti/keimanan umat Hindu maka akan kami pentaskan 4 (empat) persembahan kesenian dalam parade seni budaya kali ini yaitu tari sekapur sirih, tari Panyembrama, Tari Rejang Renteng, Tari kolosal Garuda Wishnu Kencana dan yang diawali dengan pawai Ogoh – ogoh di sepanjang Jalan Gajah Mada sampai simpang pertigaan Lampu Merah Universitas International Batam kemudian kembali lagi ke Pratamaning Mandala Pura Agung Amerta Bhuana.

Pada Hari Jumat, 16 Maret 2018 atau tepatnya satu) hari sebelum Nyepi diadakan upacara Tawur Kesanga dan Pawai Ogoh – ogoh yang dirangkaikan dengan Parade Seni Budaya.

Kegiatan dimulai dengan persembahyangan bersama umat Hindu Kota Batam yang dipimpin oleh Pinandita Putu Satria Yasa dan Pinandaita Agung Arief Suryanatha. Tujuan dari kegiatan ini adalah memohon pengampunan dan anugerah dari Tuhan agar besok dalam melaksanaka Catru Brata Penyepian dapat berjalan dengan lancar.

Selanjutnya Gubenur Kepri dalam hal ini diwakili Kepala Biro Kesra melepas pawai ogoh – ogoh di sepanjang jalan Gajah Mada no. 3 sampai UIB lalu putar balik ke Pura Agung Amerta Bhuana. Hadir pada kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Kasi Urakris, Penyelenggara Buddha Kan Kemenag Kota Batam, Pembimas Buddha, anggota Dewan, Tokoh umat pimpinan ormas lintas agama dan tamu undangan lainnya.

Setelah pawai Ogoh – Ogoh dilanjutkan dengan upacara ceremonial parade seni budaya menyambut Nyepi tahun baru Saka 1940. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua panitia yang menjelaskan progress acara Nyepi 2018 di Kota Batam. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua PHDI Prov. Kepulauan Riau. Dilanjutkan sambutan Ketua Perhimpunan Lintas Agama (PELITA), sambutan Kepala BP Batam dan Sambutan Kepala Biro Kesra Kepulauan Riau. Dilanjutkan penyerahan cindera mata dan sesi foto bersama.

Kegiatan Upacara Tawur Kesanga bertujuan untuk memotivasi umat Hindu secara ritual untuk senantiasa melestarikan alam beserta isinya. Upacara Tawur kesanga juga bertujuan untuk menyeimbangkan energi alam, hubungan manusia dengan alam lingkungan yang mempengaruhi kehidupan manusia. Melalui prosesi Tawur kita melakukan upacara butha yadnya untuk menyeimbangkan kekuatan unsur bhuta kala sehingga dapat ikut menjaga kelangsungan kehidupan di dunia.
     
      Upacara Tawur Kesanga dirangkaikan dengan Pawai Ogoh-ogoh. Pada kesempatan ini umat Hindu di Batam  mengarak ogoh-ogoh simbul perwujudan bhuta kala. Ogoh - Ogoh dilambangkan sebagai gambaran sifat buruk manusia seperti marah, iri, lobha, serakah, dengki, sombong,bingung dan lain sebagainya. Setelah selesai diarak ogoh-ogoh ini akan dipralina sebagai simbol bahwa kita telah membakar sifat buruk manusia sehingga pada esok harinya umat Hindu tenang dalam melaksanakan Catur Brata Penyepian. Dalam sastra disebutkan pula bahwa pemaknaan ogoh-ogoh juga membantu para bhuta kala meningkatkan evolusi rohnya menuju ke hal yang lebih baik.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh panitia pelaksana dan umat Hindu di Kota Batam, di antaranya menjaga kerukunan internal dan eksternal umat beragama di kota Batam, menjaga kebersihan dan ketertiban umum, tidak melakukan pemborosan dengan memaksimalkan potensi yang ada dengan penggunaan anggaran yang efektif dan efesien, tidak merusak flora dan fauna serta tidak mengganggu ekosistem alam yang ada, memperhatikan budaya dan kearifan loka di Bumi Melayu, dan Senantiasa mengedepankan koordinasi dengan intansi terkait agar tidak terjadi hal-hal yang dinginkan serta berpedoman dan taat terhadap Tata Peraturan Perundang-Undangan NKRI. (ep2018)


Pelaksanaan USBN Tingkat SMA/SMK Tahun 2018


Tujuan Pembangunan Bangsa Indonesia sesuai dengan amanah UUD 1945 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, melidungi ketertiban umum serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera lair dan batin. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka pendidikan menjadi salah satu cara untuk mewujudkannya.

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pendidikan maka pendidikan di Indonesia diukur dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pada Tahun 2018, nilai UN tidak mutla menentukan kelulusan siswa. Tetapi nilai USBN dianggap mempengaruhi nilai kelulusan siswa.

Pada tanggal 19 sampai dengan 23 Maret 2018, secara serentak seluruh SMA/SMK se-Kota Batam melaksanakan USBN. Untuk USBN mata pelajaran Pendidikan Agama dilaksanakan pada Hari Senin, 19 Maret 2018.

Penyebaran Soal USBN Tingkat SMA/SMK Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu juga menjadi perhatian serius bagi unit Bimas Hindu Kantor kementerian Agama Hindu. Di samping itu Bimas Hindu dipandang perlu melakukan pendampingan USBN kepada siswa sebagai bentuk kepedulian, negara hadir di tengah – tengah masyarakat pelajar yang beragama Hindu di Kota Batam. Untuk itu monitoring pelaksanaan USBN mutlak dan wajib dilakukan oleh Penyelenggara Hindu untuk memastikan soal Pendidikan Agama Hindu diterima sekolah tingkat SMA/SMK se-Kota Batam untuk selanjutnya diserahkan kepada siswa untuk dikerjakan.

Maksud dan tujuan dari kegiatan melakukan monitoring Pelaksanaan USBN Tahun 2018 di Kota Batam ini adalah memastikan soal USBN Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu didistribusikan dnegan baik dan pendampingan kepada Siswa Kelas XII SMA/SMK yang beragama Hindu dalam melaksanakan USBN.

Dasar dari Konsolidasi dan Kunjungan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kota Batam ke Kantor Kementerian Agama Kota Pekan Baru ini adalah Undang - Undang nomor 25 Tahun 25 tentang Pelayanan Publik dan PMA Nomor 56 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu.

Penyelenggara Hindu melakukan Wawancara dengan Kepala SMAN 1 Batam. Kepala SMAN 1 Batam menyampaikan bahwa USBN diharapkan berjalan dengan aman, lancar dan tertib. USBN dilaksanakan menggunakan sistem online, wifi Komputer. USBN diikuti oleh 461 siswa. Yang beragama Hindu sebanyak 1 (satu) siswa.

Menurut Eko selaku Penyelenggara Hindu menyatakan bahwa Pendistrusian soal di SMAN 3 Batam hampir saja terlambat. Peru koordinasi MKKS SMA dengan Dinnas Pendidikan Kota Batam. Pendistribusian soal USBN di SMK kurang merata.
      
USBN adalah salah satu penentu kelulusan siswa SMA/SMK di Kota Batam khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Semua pihak harus pro aktif mensukseskan kegiatan ini. Pendistribusian soal USBN harus merata dan dimonitor oleh semua pihak agar tidak saling menyalahkan. (ep2018)

Kamis, 01 Maret 2018

Pembinaan Siswa Pasraman Tahun 2018 di Kota Batam


Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam pada hari Minggu, 25 Februari 2018, Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam menyelenggarakan kegiatan Pembinaan SIswa Pasraman Tahun 2018. Acara diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Siswa tingkat SMP dan SMA yang beragama Hindu se- Kota Batam. Acara dimulai dengan Upacara Pembukaan. Hadir pada kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Penyelenggara Hindu, Penyelenggara Buddha, ketua Paruman Walaka Parisada Prov. Kepulauan Riau, Ketua Badan Otorita Pura Agung Amerta Bhuana Kota Batam, Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti, WHDI Kota Batam.

Dalam Sambutannya Bambang Hermanto selaku Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memabantu kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang berusaha mewujudkan umat Hindu yang cerdas, taat beragama, sejahtera, berakhlak mulia menuju Batam Bandar sebagai Bandar dunia yang madani berlandaskan gotong royong. Kegiatan ini juga untuk membentuk karakter siswa dan memberi pembekalan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari dan tantangan jangka panjang yaitu era Masayarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh situasi dan keadaan di mana di era MEA, siswa pasraman harus dibekali ilmu agama yang memadai agar tidak terjerumus dalam hal – hal yang negative. Bambang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan peserta mengingat gedung Kantor Kementerian Agama Kota Batam masih dalam tahap perbaikan.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, M.M. Dalam sambutannya Wayan Catra menjelaskan bahwa Kita berkumpul untuk pebaikan sebuah proses dan system dalam hal pembelajaran dari yang tidak baik menjadi baik sebagai bentuk agen perubahan  perilaku. Perilaku siswa harus sesuai dengan ajaran agama. Antara pikiran, perkataan dan pebuatan yang selaras. Dalam agama Hindu disebut Tri Kaya Parisuda. Wayan berpesan kepada siswa agar para  peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Peserta yang hadir di sini adalah peserta pilihan. Terakhir Wayan Catra Yasa mengajak para siswa untuk menjaga kerukunan intern Hindu dan kerukunan umat beragama.

Adapun tema kegiatan ini adalah “Melalui Kegiatan Pembinaan Siswa Pasraman 2017 di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Batam Kita Tingkatkan Moral dan Kompetensi Diri menghadapi era MEA”. Dari Tema ini jelas bahwa siswa pasraman sebagai generasi muda dituntut untuk meningkatkan kualitas diri menghadapi era MEA. Siswa juga dituntut untuk menguasai IPTEK, meningkatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, memilikki ketrampilan, keahlian, kompetensi dan soft skill. Drs. H. Erizal akhirnya membukan acara pembinaan siswa pasraman secara resmi.

Acara dilanjutkan dengan Paparan Narasumber. Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, MM menyampaikan materi dengan topik Peningkatan Kompetensi Diri di Era MEA. Selanjutnya Drs. H. Erizal menyampaikan materi dengan topik Pendidikan Budi Pekerti pada Generasi Muda. Selanjutnya Ketut Suardita selaku  Pembimas Hindu menyampaikan materi dengan topik Aktualisasi Sradha dan Bhakti Siswa Pasraman. Dilanjutkan Eko Prasetyo dengan topik sistem Pendidikan di Pasraman. Terakhir, I Wan Sudarma dari Kota Bekasi menyampaikan Pentingnya Peningkatan EQ, SQ dan IQ pada Siswa Pasraman

Terahir para peserta diwajibkan mengikuti post test untuk mengetahu sejauhmana tingkat keberhasilan siswa. Terkahir para siswa mengisi kuisioner Indeks kepuasan pulik oleh panitia. Kegiata ini sangat bermanfaat sekali, Para siswa mengikuti dari awal sampiai akhir. (EP 2018)

Selasa, 27 Februari 2018

Umat Hindu Batam Menggelar Persembahyangan Tumpek Wayang


Batam-Bertempat di Pura Satya Dharma, Muka Kuning, umat Hindu di Kota Batam meyelenggarakan persembahyangan Tumpek Wayang. Hadir pada kesempatan itu Penyelenggara Hindu Kota Batam, Jero Mangku Danu selaku Ketua Bidang Kebudayaan dan Kearifan Lokal, pengurus Parisada Prov. Kepulauan Riau, Ketua Parisada Kota Batam, Ketua Paruman Walaka Parisada Prov. Kepulauan Riau, Badan Penyiaran Hindu Kepri, Ketua Pasraman Jnana Sila Bhakti, WHDI Provinvi Kepri dan WHDI Kota Batam, Ketua UKHB,  Ketua Banjar dan umat Hindu.



Menurut Putu Suardika selaku Ketua Unit Kerohanian Hindu Batamindo (UKHB) bahwa Tumpek Wayang bermakna bahwa umat Hindu memuja Hyang Widhi dalam prabhawa-Nya sebagai Hyang Iswara, yaitu dewa yang menganugerahkan kesenian kepada umat manusia.

Sebelum persembahyangan dimulai acara didahului denga dharma wacana yang disampaiakan oelh Jero Mangku Danu dari Kota Bekasi. Dalam wacananya, Mangku Danu menjelaskan bahwa tujuan dharma wacana dan dharma thula bukan untuk menggurui. Ketika membicarakan dharma sesunguhnya untuk belajar bersama. Mangku Danu juga menjelaskan makna Tumpek Wayang sebagai hari turunnya Hyang Iswara sebagai Dewa kesenian yang menganugerahkan keindahan dan seni. Seni ada dalam setiap sendi kehidupan seperi seni memasak, seni membuat banten, seni gamelan, tarian dan lain sebagainya. Hari ini sangat baik untuk memohon Taksu atau inner beauty agar memancarkan kedamaian, keindahan dan seni. Mangku Danu mengajak umat Hindu untuk menghargai perbedaan pendapat yang ada. Manusia terlahir dengan sifat yang berbeda, semua mempunyai karma wasana. Perbedaan ini harus kita anggap sebagai kekayaan. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, maka kita harus saling melengkapi kekurangan yang ada. Apapun latar belakang kita, di hadapan Tuhan sama, yang membedakan adalah karma perbuatan kita. Kita juga harus saling mengasihi orang lain walaupun orang yang berbeda keyakinan sekalipun. Jangan mengecilkan makna dan nilai dari yajna. Jangan memandang yajna dari jumlah dan besar kecilnya saja. Kita bisa mempersempahkan harta milik kita, tapa brata dengan pengendalian diri, pengetahuan, pengabdian diri, berdonor darah dan lain sebagainya.

Persembahyangan dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa dan Jero Mangku Agung Arief Suryanataha. Setelah persembahyangan selesai dilanjutkan dengan acara dharma thula atau Tanya jawab seputar ajaran agama Hindu. Umat begitu antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir. (ep2018)